|
|
STOMATITIS HERPETIKA |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
SPO |
No. Dokumen : |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
No. Revisi : |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Tanggal Terbit: |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Halaman : |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Puskesmas II PURWOKERTA UTARA |
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
1. Pengertian |
Stomatitis adalah radang yang terjadi di daerah mukosa
mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan dengan permukaan yang agak
cekung, bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun kelompok. Stomatitis Herpetika adalah salah satu
jenis stomatitis berupa vesikel atau ulserasi multipel pada mukosa mulut
akibat reaktivasi dari Herpes Simplex Virus(HSV)-1 atau kadang-kadang HSV-2
yang laten pada ganglion syaraf. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
2. Tujuan |
Sebagai acuan dalam penarikan diagnosa dan terapi stomatitis Herpetika |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
3. Kebijakan |
SK Kepala Puskesmas II Purwokerto Utara Nomor :
440/VII/SK/06/I/2016 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas II
Purwokerto Utara |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
4. Referensi |
- Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia No HK. 02. 02/MENKES/62/2015 - Bahan
Ajar Kepaniteraan Periodontitis Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah
Mada oleh
drg. Suryono SH., Ph.D dan Tim Penyusun |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
5. Prosedur |
5.1 Persiapan 5.1.1
Pasien yang datang ke ruang kesehatan gigi dan mulut sudah membawa rekam
medis 5.1.2
Pasien dipanggil dan dipersilahkan duduk di kursi gigi senyaman mungkin 5.2 Penatalaksanaan 5.2.1
Anamnesa 5.2.1.1 Apakah ada sariawan di langit langit
dan gusi 5.2.1.2 Apakah timbul demam 5.2.1.3 Apakah timbul rasa sakit 5.2.2
Pemeriksaaan klinis Intra oral 5.2.2.1 Erythema dan
vesikel kecil diameter 1-3 mm berkelompok pada palatum keras, attached gingiva,
dorsum lidah, dan mukosa non keratin di labial, bukal,ventral lidah dan
pallatum mole 5.2.2.2
Vesikel mudah pecah membentuk
ulser yang lebih besar dengan tepi tidak teratur dan kemerahan 5.2.3
Pemeriksaan Penunjang tidak ada 5.2.4
Terapi 5.3 Alat dan Bahan 5.3.1 Dental
unit 5.3.2 Alat
diagnostik standar 5.3.3 bahan
antiseptik dan desinfektan 5.4 Prosedur tindakan 5.4.1
Pendidikan kesehatan gigi dan mulut dan instruksi membersihkan rongga mulut di
rumah 5.4.2
Pada pasien imunokompeten bersifat ‘Self limiting disease’(penyakit
yang dapat sembuh sendiri apabila daya tahan tubuh membaik) 5.4.3
Terapi kausatif berupa antivirus untuk kasus yang berat(diberikan pada tahap
vesikel (72 jam pertama): Acyclovir 1000 mg per hari ( 5x 200 mg) 5.4.4
Simtomatik: anestetik topikal, analgesik-antipiretik 5.4.5
Supportif: imunomodulator, multivitamin |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
6. Diagram Alir |
Pasien
duduk di kursi dental Anamnesis Terapi Pasien
datang membawa rekam medis |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
7. Unit terkait |
- Loket Pendaftaran - Instalasi Farmasi |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
8.Rekaman Historis Perubahan |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

No comments:
Post a Comment