|
|
PENANGANAN
AKAR GIGI TERTINGGAL |
|
|
|
SOP |
No.
Dok. : |
||
|
No.
Rev. : |
|||
|
Tgl
terbit : |
|||
|
Hal. : |
|||
|
PEMKAB BANYUMAS |
TTd KEPALA PUSKESMAS |
|
|
|
1.
Pengertian |
Sisa/ bagian akar yang ada / masih ada di dalam rongga
mulut |
||
|
2.
Tujuan |
1. Sebagai acuan bagi seluruh
tenaga medis dan paramedis dalam melaksanakan ketentuan tentang persetujuan
tindakan medis 2. Agar pasien mengetahui prosedur
penanganan penyakitnya bisa membahayakan
atau tidak 3.
Agar pasien dan keluarga mendapatkan informasi tentang hal-hal yang
perlu dipersiapkan sebelum dilakukan tindakan medis |
||
|
3.
Kebijakan |
1. Setiap tindakan
medis yang akan
dilakukan terhadap pasien harus diinformasikan kepada
pasien dan harus mendapat persetujuan dari pasien
dan/atau keluarga 2. Persetujuan
tindakan dari pasien dan/atau keluarga harus dibuktikan dengan pengisian form
persetujuan tindakan medis (Informed consent) |
||
|
4.
Referensi |
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/62/2015 TENTANG PANDUAN PRAKTIK KLINIS BAGI DOKTER GIGI |
||
|
5.
Prosedur |
Prosedur Tindakan Kedokteran Gigi - Pemeriksaan
vitalitas - Anestesi lokal,
kemudian infiltrasi - Sterilisasi
daerah kerja - Ekstraksi - Observasi selama
3 bulan |
||
|
6.
Diagram Alir |
- |
||
|
7.
Unit Terkait |
- |
||
|
8.
Hal-hal yang perlu diperhatikan |
Pemeriksaan penunjang diperlukan untuk memperoleh pemeriksaan yang lebih
lengkap . |
||
|
9.
Dokumen yang terkait |
Blanko informed consent, blanko pemeriksaan penunjang ( Rontgen Foto) |
||
No comments:
Post a Comment