Saturday, February 28, 2026

C1. Pemeriksaan pada Dewasa 18-29 tahun

 C.  Pemeriksaan pada Dewasa

PKG Hari Ulang Tahun pada dewasa dilakukan pada usia 18-59 tahun. Jenis Pemeriksaan PKG pada dewasa meliputi merokok, tingkat aktivitas fisik, status gizi, gigi, tekanan darah, gula darah, risiko stroke, risiko jantung, fungsi ginjal, tuberkulosis, PPOK, kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, kanker usus, mata, telinga, kesehatan jiwa, hati dan calon pengantin. Terdapat 3 kategori pengelompokan usia yaitu PKG pada 18-29 tahun, 30-39 tahun dan 40-59 tahun.

Orang dewasa perempuan yang sedang hamil, akan mendapatkan layanan PKG selain skrining kanker leher rahim, kanker payudara dan pemeriksaan lain yang dianggap mengganggu kehamilan, kemudian diarahkan ke layanan ANC.


1.                Pemeriksaan pada Dewasa 18-29 tahun

Pelayanan PKG dewasa pada usia 18-29 tahun meliputi merokok, tingkat aktivitas fisik, status gizi, gigi, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, mata, telinga, kesehatan jiwa, hati dan calon pengantin.

 


Gambar 5.4. Alur Pemeriksaan Dewasa Usia 18-29 Tahun di Puskesmas 

KEMENTERIAN KESEHATAN

 PKG dewasa usia 18-29 tahun di FKTP lain dilaksanakan sesuai dengan kapasitas SDM, alat kesehatan dan BMHP yang ada, bila terdapat jenis PKG yang tidak memungkinkan dilaksanakan, dapat dilakukan rujukan horizontal ke Puskesmas yang mampu 

Tindak lanjut hasil PKG pada dewasa usia 18-29 tahun ditentukan oleh hasil pemeriksaan berdasarkan layanan skriningnya yang dituangkan dalam tabel berikut:

 

Tabel 5.3. Tindak Lanjut Hasil PKG pada Dewasa Usia 18-29 Tahun

Pemeriksaan

Hasil

Tindak lanjut

 

 

 

 

 

 

Status Gizi

Normal

Edukasi faktor risiko obesitas dan gaya hidup sehat termasuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak serta aktivitas fisik minimal 30 menit/hari

Overweight/unde rweight

 

 

 

 

Obesitas

    Memberikan edukasi dan konseling mengenai pengaturan pola makan, pola aktivitas yang sehat, dan latihan fisik yang teratur

    Memberikan edukasi tentang pengaturan waktu tidur yang baik dan kelola stress

    Melakukan pemeriksaan tambahan untuk mencari adanya penyakit penyerta kronis dan sindrom metabolik

    Untuk pasien dengan penyakit penyerta kronis dan/atau sindrom metabolik yang tidak terkontrol,

rujuk ke FKTL

 

 

 

 

 

 

Tuberkulosis

Tidak terdapat tanda, gejala dan kontak erat TB

Edukasi gaya hidup sehat, sanitasi lingkungan, dan pencegahan TB

Terdapat kontak erat TB positif tanpa gejala

    Pemeriksaan eligibilitas TPT dengan menyingkirkan kemungkinan TB klinis

    Melakukan Investigasi Kontak

    Edukasi gaya hidup sehat dan sanitasi lingkungan

Terdapat kontak erat TB positif dengan tanda atau gejala

    Melakukan pengambilan dahak SP/PS/SS (dengan jarak minimal 1 jam) untuk pemeriksaan TCM atau BTA mikroskopis jika tidak memiliki akses ke layanan TCM

    Melakukan Investigasi Kontak

    Edukasi gaya hidup sehat dan sanitasi lingkungan

 

 

 

 

 

 

 

Tekanan darah

Tidak terdiagnosis hipertensi atau didiagnosis

prehipertensi

Edukasi pertahankan gaya hidup sehat dan Upaya Berhenti Merokok (UBM) serta melakukan PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan.

 

Terdiagnosis hipertensi tanpa tanda bahaya

     Memberikan tatalaksana sesuai standar yang berlaku

     Memberikan edukasi gaya hidup sehat termasuk aktivitas fisik dan batasan konsumsi garam

     Memotivasi untuk ikut program prolanis

     Melakukan edukasi dan memberikan motivasi untuk kontrol rutin di Puskesmas

Terdiagnosis

hipertensi dengan tanda bahaya

Pertimbangkan pemberian obat antihipertensi oral segera dan rujuk ke FKTL

 

 

 

 

 

 

Gula darah

Normal (GDS < 100)

Edukasi pertahankan gaya hidup sehat dan Upaya Berhenti Merokok (UBM) serta melakukan PKG Hari

Ulang Tahun kembali tahun depan.

Prediabetes (GDS 140 - 199)

Edukasi dan konseling melakukan Gaya Hidup Sehat termasuk batasi konsumsi makanan/minuman manis, Upaya Berhenti Merokok, dan pemantauan per 3 bulan

 

Hiperglikemia (GDS >200)

    Melakukan pemeriksaan lanjutan untuk penegakan diagnosa bila diperlukan (GDP, GD2PP, HBA1C)

    Memberikan tata laksana sesuai standar yang berlaku

    Melakukan edukasi dan memberikan motivasi untuk kontrol rutin di Puskesmas

 

 

Telinga

 

Tes tajam pendengaran

Lulus (Dapat

mengulang kata lebih dari 80%

(minimal 4 dari

5))

    Edukasi kesehatan telinga termasuk pengaturan volume jika memakai headset

    Melakukan PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan.


KEMENTERIAN KESEHATAN

 

 

 

 

 

 


Tidak Lulus (Tidak dapat mengulang kata lebih dari 80%

(kurang dari 4

dari 5))

 

 

Melakukan pemeriksaa n otoskop dan/atau penala

Hasil normal

Edukasi kesehatan telinga termasuk pengaturan volume jika memakai headset

Ditemukan gangguan pendengara n dan/atau kelainan

lainnya

Tatalaksana kasus sesuai standar, apabila tidak dapat ditangani di FKTP dapat dirujuk ke FKTL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mata

 

 

 

 

Tes tajam penglihatan

 

 

Visus 6/6 - 6/12

    Edukasi kesehatan mata termasuk batasi aktivitas melihat dekat, batasi waktu dan jarak saat menggunakan gadget

    Melakukan PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan.

Hasil abnormal (visus <6/12)

 

Lanjutkan pemeriksaan pinhole

 

 

 

 

Pemeriksaan pinhole

 

 

 

Visus membaik

    Lanjutkan pemeriksaan mata dengan Trial Lens

    Edukasi kesehatan mata termasuk batasi aktivitas melihat dekat, batasi waktu dan jarak saat menggunakan gadget

    Llakukan PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan.

 

Visus tidak membaik

     Lanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan sesuai indikasi, contoh pemeriksaan glaukoma dan trauma mata

 

 

 

 

Gigi

Tidak ada karies, jaringan periodontal normal

 

     Edukasi Kesehatan Gigi (menyikat gigi 2 kali setelah makan pagi dan sebelum tidur malam)

     Batasi konsumsi makanan/minuman manis

Ada karies, gigi goyang

 

Tatalaksana di Puskesmas/FKTP dan rujuk bila perlu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesehatan jiwa

 

 

Normal

    Edukasi kesehatan jiwa termasuk manajemen stres dan keterampilan pemecahan masalah (problem solving)

    Melakukan PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan.

 

 

 

 

 

 

Terindikasi bermasalah/ gangguan jiwa

 

 

 

 

Dukungan psikologis Awal (DPA), Pemeriksaa n Kesehatan Jiwa untuk penegakan Diagnosa

 

Tidak ada gangguan jiwa

Edukasi kesehatan jiwa termasuk manajemen stres dan keterampilan pemecahan masalah (problem solving)

Ada gangguan jiwa

 

Tatalaksana sesuai standar

Ada gangguan jiwa dengan penyulit

 

 

Rujuk FKTL

 

 

 

 

Merokok

 

 

Tidak merokok

     Edukasi gaya hidup sehat dan hindari paparan asap rokok

     Melakukan PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan.

 

Merokok

 

Konseling upaya berhenti merokok


KEMENTERIAN KESEHATAN

 

 

 

 


Tingkat aktivita s fisik

 

 

Kuesioner Pra- Partisipasi

Aktivitas Fisik Cukup

 

 

Optimalisasi aktivitas fisik, latihan fisik dan olahraga sesuai rekomendasi dengan prinsip baik, benar, terukur, teratur

Aktivitas Fisik Kurang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hati

 

 

 

 

Faktor risiko

 

Faktor risiko hati Negatif

     Edukasi pencegahan dan penularan Hepatitis B dan C

     Melakukan PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan.

Faktor risiko hati Positif

Melanjutkan pemeriksaan laboratorium hati sesuai faktor risiko

 

 

 

Hepatitis B

 

HBsAg Non Reaktif

     Edukasi pencegahan dan penularan Hepatitis B

     Melakukan PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan.

 

HBsAg Reaktif

    Rujuk FKTL

    Jika lab memadai pemeriksaan SGOT, trombosit

 

 

 

Hepatitis C

 

Anti HCV Non Reaktif

     Edukasi pencegahan dan penularan Hepatitis C

     Melakukan PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan.

 

Anti HCV Reaktif

    Rujuk FKTL

    Jika lab memadai pemeriksaan HCV RNA, SGOT, trombosit

 

 

 

Fibrosis/Sirosi s Hati

 

 

APRI score 0.5

     Konsultasi dokter untuk perencanaan tindak lanjut pengobatan

     Edukasi pencegahan penyakit menular dan tidak menular

 

APRI score > 0.5

 

USG Hepar

 

Rujuk FKTL

 

 

 

 

 

 

 

 

Anemia

*

 

 

 

 

 

 

 

 

Hemoglobin

 

Normal (Hb 12

gr/dL)

5.     Edukasi gizi seimbang dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan

6.     Dianjurkan minum tablet tambah darah (TTD) 1 tablet setiap minggu untuk mencegah anemia

 

 

 

 

 

Tidak Normal (Hb

< 12 gr/dL)

3.  Diberikan sulfas ferrosus 1 x 200

mg (200 mg mengandung 66 mg besi elemental) disertai dengan minimal 50 mg vitamin C dan

100.000 IU vitamin A.

4.     Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berobat

5.     Pasien juga diinformasikan mengenai efek samping obat berupa mual, muntah, heartburn, konstipasi, diare, serta BAB kehitaman

 

 

Jika tidak terdapat kenaikan Hb selama 1 bulan lakukan rujukan ke FKTL

 

 

 

HIV**

 

 

 

Rapid Test HIV

Non Reaktif

Edukasi pencegahan penularan

 

 

Reaktif

1.     Konseling antara lain pemahaman tentang penyakit, penularan serta penatalaksanaan dan pasien disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual selama penyakit belum tuntas diobati

2.     Pengobatan

Sifilis**

Rapid Test Sifilis

RDT  HIV R1 Non Reaktif

Edukasi pencegahan penularan


KEMENTERIAN KESEHATAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


RDT  HIV R1

Reaktif Dilanjutkan pemeriksaan R2 dan R3

 

 

 

 

 

 

R2 dan R3 Reaktif

7.     Konseling dan Edukasi:

        Konseling pasien untuk secara pribadi membuka sendiri statusnya                                  kepada                                  calon istri/suaminya untuk dapat dilakukan                                               pencegahan penularan pada pasangannya

        Memberikan informasi kepada pasien dan keluarga tentang penyakit HIV/AIDS.

        Pasien disarankan untuk bergabung dengan kelompok penanggulangan                                            HIV/AIDS untuk menguatkan dirinya dalam menghadapi pengobatan penyakitnya

8.     Pengobatan

R2 dan R3 Non Reaktif

Konseling:

        Pesan pecegahan

        Tawaran test ulang jika perilaku berisiko/populasi kunci

 

 

NAPZA**

 

 

Kuesioner

Menggunakan salah satu zat / minuman beralkohol

1.     Lakukan Pemeriksaan alcohol, smoking and substances involvement screening test (ASSIST)

2.     Konseling sesuai tingkatan risiko

Tidak Pernah

Edukasi pencegahan penggunaan NAPZA

 

Status Imunisasi TT*

 

 

Kuesioner

Status Imunisasi TT Lengkap (T5)

Edukasi

Status imunisasi TT belum lengkap (T5)

Diberikan imunisasi tetanus (Td) untuk melengkapi status imunisasi

*Skrining dilakukan pada calon pengantin Perempuan yang akan menikah dalam 1 tahun ke depan

**Skrining dilakukan pada calon pengantin Perempuan dan laki-laki yang akan menikah dalam 1 tahun ke depan

 

No comments:

Post a Comment