C. Pemeriksaan pada Dewasa
PKG Hari
Ulang Tahun pada dewasa dilakukan pada usia 18-59 tahun. Jenis Pemeriksaan PKG pada dewasa meliputi merokok, tingkat
aktivitas fisik, status gizi, gigi, tekanan darah, gula darah, risiko stroke,
risiko jantung, fungsi ginjal, tuberkulosis, PPOK, kanker payudara, kanker
leher rahim, kanker paru, kanker
usus, mata, telinga, kesehatan jiwa, hati
dan calon pengantin. Terdapat 3 kategori pengelompokan usia yaitu PKG pada 18-29 tahun, 30-39 tahun dan 40-59 tahun.
Orang dewasa perempuan yang sedang hamil, akan mendapatkan layanan PKG selain skrining kanker leher rahim, kanker payudara dan pemeriksaan lain yang dianggap mengganggu kehamilan, kemudian diarahkan ke layanan ANC.
1. Pemeriksaan pada Dewasa 18-29 tahun
Gambar 5.4. Alur Pemeriksaan Dewasa Usia 18-29 Tahun di Puskesmas
KEMENTERIAN KESEHATAN
Tindak lanjut hasil PKG pada dewasa usia 18-29 tahun ditentukan oleh hasil pemeriksaan berdasarkan layanan skriningnya yang dituangkan dalam tabel berikut:
Tabel 5.3. Tindak
Lanjut Hasil PKG pada Dewasa
Usia 18-29 Tahun
|
Pemeriksaan |
Hasil |
Tindak lanjut |
|
|
Status Gizi |
Normal |
Edukasi
faktor risiko obesitas dan gaya hidup sehat termasuk membatasi konsumsi gula,
garam, dan lemak serta aktivitas fisik minimal 30 menit/hari |
|
|
Overweight/unde rweight |
|||
|
Obesitas |
● Memberikan edukasi dan
konseling mengenai pengaturan pola makan, pola aktivitas yang sehat, dan
latihan fisik yang teratur ● Memberikan edukasi
tentang pengaturan waktu tidur yang baik dan kelola stress ● Melakukan pemeriksaan tambahan
untuk mencari adanya penyakit penyerta kronis dan sindrom metabolik ● Untuk pasien dengan penyakit
penyerta kronis dan/atau sindrom metabolik yang tidak terkontrol, rujuk ke FKTL |
||
|
Tuberkulosis |
Tidak terdapat tanda, gejala
dan kontak erat TB |
Edukasi
gaya hidup sehat, sanitasi lingkungan, dan pencegahan TB |
|
|
Terdapat kontak erat TB
positif tanpa gejala |
● Pemeriksaan eligibilitas TPT dengan menyingkirkan kemungkinan
TB klinis ● Melakukan Investigasi Kontak ●
Edukasi gaya hidup sehat
dan sanitasi lingkungan |
||
|
Terdapat
kontak erat TB positif dengan tanda atau gejala |
● Melakukan
pengambilan dahak SP/PS/SS (dengan jarak minimal 1 jam) untuk pemeriksaan TCM
atau BTA mikroskopis jika tidak memiliki akses ke layanan TCM ● Melakukan Investigasi Kontak ● Edukasi gaya hidup sehat
dan sanitasi lingkungan |
||
|
Tekanan
darah |
Tidak
terdiagnosis hipertensi atau
didiagnosis prehipertensi |
Edukasi
pertahankan gaya hidup sehat dan
Upaya Berhenti Merokok (UBM)
serta melakukan PKG Hari
Ulang Tahun kembali tahun depan. |
|
|
Terdiagnosis hipertensi tanpa tanda
bahaya |
● Memberikan
tatalaksana sesuai standar yang berlaku ● Memberikan
edukasi gaya hidup sehat termasuk aktivitas fisik dan batasan konsumsi garam ● Memotivasi untuk
ikut program prolanis ● Melakukan
edukasi dan memberikan motivasi untuk kontrol rutin di Puskesmas |
||
|
Terdiagnosis hipertensi dengan tanda bahaya |
Pertimbangkan pemberian
obat antihipertensi oral segera dan rujuk ke FKTL |
||
|
Gula darah |
Normal (GDS < 100) |
Edukasi pertahankan gaya
hidup sehat dan Upaya Berhenti Merokok
(UBM) serta melakukan PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun
depan. |
|
|
Prediabetes
(GDS 140 - 199) |
Edukasi dan konseling melakukan Gaya Hidup Sehat
termasuk batasi konsumsi makanan/minuman manis, Upaya Berhenti Merokok, dan pemantauan per 3 bulan |
||
|
Hiperglikemia
(GDS >200) |
● Melakukan
pemeriksaan lanjutan untuk penegakan diagnosa bila diperlukan (GDP, GD2PP,
HBA1C) ● Memberikan
tata laksana sesuai standar yang berlaku ● Melakukan
edukasi dan memberikan motivasi untuk kontrol rutin di Puskesmas |
||
|
Telinga |
Tes
tajam pendengaran |
Lulus
(Dapat mengulang kata lebih dari 80% (minimal 4 dari 5)) |
● Edukasi
kesehatan telinga termasuk pengaturan volume jika memakai headset ● Melakukan
PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan. |
KEMENTERIAN KESEHATAN
|
|
|
Tidak Lulus (Tidak dapat
mengulang kata lebih dari 80% (kurang dari 4 dari 5)) |
Melakukan
pemeriksaa n
otoskop dan/atau penala |
Hasil normal |
Edukasi kesehatan telinga termasuk pengaturan volume
jika memakai headset |
|
Ditemukan
gangguan pendengara n
dan/atau kelainan lainnya |
Tatalaksana kasus sesuai standar, apabila tidak dapat
ditangani di FKTP dapat dirujuk ke FKTL |
||||
|
Mata |
Tes
tajam penglihatan |
Visus 6/6 - 6/12 |
● Edukasi
kesehatan mata termasuk batasi aktivitas melihat dekat, batasi waktu dan
jarak saat menggunakan gadget ● Melakukan
PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan. |
||
|
Hasil abnormal (visus
<6/12) |
Lanjutkan pemeriksaan pinhole |
||||
|
Pemeriksaan pinhole |
Visus membaik |
● Lanjutkan pemeriksaan mata dengan Trial Lens ● Edukasi
kesehatan mata termasuk batasi aktivitas melihat dekat, batasi waktu dan
jarak saat menggunakan gadget ● Llakukan
PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan. |
|||
|
Visus tidak membaik |
● Lanjutkan
dengan pemeriksaan lanjutan sesuai indikasi, contoh pemeriksaan glaukoma dan
trauma mata |
||||
|
Gigi |
Tidak ada
karies, jaringan periodontal normal |
● Edukasi
Kesehatan Gigi (menyikat gigi 2 kali setelah makan pagi dan sebelum tidur
malam) ● Batasi konsumsi makanan/minuman manis |
|||
|
Ada karies, gigi goyang |
Tatalaksana di Puskesmas/FKTP dan rujuk bila perlu |
||||
|
Kesehatan jiwa |
Normal |
● Edukasi
kesehatan jiwa termasuk manajemen stres dan
keterampilan pemecahan masalah (problem
solving) ● Melakukan
PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan. |
|||
|
Terindikasi bermasalah/ gangguan jiwa |
Dukungan
psikologis Awal (DPA),
Pemeriksaa n Kesehatan Jiwa untuk penegakan
Diagnosa |
Tidak ada gangguan
jiwa |
Edukasi
kesehatan jiwa termasuk manajemen stres dan keterampilan pemecahan masalah (problem solving) |
||
|
Ada gangguan
jiwa |
Tatalaksana sesuai standar |
||||
|
Ada gangguan
jiwa dengan penyulit |
Rujuk FKTL |
||||
|
Merokok |
Tidak merokok |
● Edukasi
gaya hidup sehat dan hindari paparan asap rokok ● Melakukan
PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan. |
|||
|
Merokok |
Konseling upaya
berhenti merokok |
||||
KEMENTERIAN KESEHATAN
|
Tingkat aktivita s fisik |
Kuesioner Pra- Partisipasi |
Aktivitas Fisik Cukup |
Optimalisasi aktivitas
fisik, latihan fisik dan olahraga sesuai rekomendasi dengan prinsip baik,
benar, terukur, teratur |
||
|
Aktivitas Fisik Kurang |
|||||
|
Hati |
Faktor risiko |
Faktor
risiko hati Negatif |
● Edukasi
pencegahan dan penularan Hepatitis B dan C ● Melakukan
PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan. |
||
|
Faktor risiko hati Positif |
Melanjutkan pemeriksaan laboratorium hati sesuai faktor risiko |
||||
|
Hepatitis B |
HBsAg Non Reaktif |
● Edukasi pencegahan dan penularan Hepatitis B ● Melakukan
PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan. |
|||
|
HBsAg Reaktif |
● Rujuk FKTL ● Jika lab memadai pemeriksaan SGOT, trombosit |
||||
|
Hepatitis C |
Anti HCV Non
Reaktif |
● Edukasi pencegahan dan penularan Hepatitis C ● Melakukan
PKG Hari Ulang Tahun kembali tahun depan. |
|||
|
Anti HCV Reaktif |
● Rujuk FKTL ● Jika lab memadai pemeriksaan HCV RNA, SGOT, trombosit |
||||
|
Fibrosis/Sirosi
s Hati |
APRI score ≤ 0.5 |
● Konsultasi
dokter untuk perencanaan tindak lanjut pengobatan ● Edukasi
pencegahan penyakit menular dan tidak menular |
|||
|
APRI score > 0.5 |
USG Hepar |
Rujuk FKTL |
|||
|
Anemia * |
Hemoglobin |
Normal (Hb ≥ 12 gr/dL) |
5.
Edukasi gizi seimbang dengan
menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan 6.
Dianjurkan minum tablet tambah
darah (TTD) 1 tablet setiap minggu untuk mencegah anemia |
||
|
Tidak Normal
(Hb < 12 gr/dL) |
3. Diberikan sulfas
ferrosus 1 x 200 mg (200
mg mengandung 66 mg
besi elemental) disertai dengan minimal 50 mg vitamin C dan 100.000 IU vitamin A. 4. Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berobat 5. Pasien
juga diinformasikan mengenai efek samping obat berupa mual, muntah, heartburn, konstipasi, diare, serta
BAB kehitaman |
Jika tidak terdapat kenaikan Hb selama 1 bulan lakukan rujukan ke FKTL |
|||
|
HIV** |
Rapid Test HIV |
Non Reaktif |
Edukasi pencegahan penularan |
||
|
Reaktif |
1.
Konseling antara lain
pemahaman tentang penyakit, penularan serta penatalaksanaan dan pasien
disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual selama penyakit belum
tuntas diobati 2.
Pengobatan |
||||
|
Sifilis** |
Rapid Test Sifilis |
RDT HIV R1 Non Reaktif |
Edukasi pencegahan penularan |
||
KEMENTERIAN KESEHATAN
|
|
|
RDT HIV R1 Reaktif Dilanjutkan pemeriksaan R2 dan R3 |
R2 dan R3
Reaktif |
7.
Konseling dan Edukasi: ●
Konseling pasien untuk secara
pribadi membuka sendiri statusnya kepada calon istri/suaminya untuk dapat dilakukan pencegahan penularan pada pasangannya ●
Memberikan informasi kepada
pasien dan keluarga tentang penyakit HIV/AIDS. ●
Pasien disarankan untuk
bergabung dengan kelompok penanggulangan HIV/AIDS untuk menguatkan dirinya dalam menghadapi pengobatan penyakitnya 8.
Pengobatan |
|
R2 dan R3
Non Reaktif |
Konseling: ●
Pesan pecegahan ●
Tawaran test ulang jika perilaku
berisiko/populasi kunci |
|||
|
NAPZA** |
Kuesioner |
Menggunakan
salah satu zat / minuman
beralkohol |
1.
Lakukan Pemeriksaan alcohol, smoking and substances involvement screening test (ASSIST) 2.
Konseling sesuai tingkatan risiko |
|
|
Tidak Pernah |
Edukasi pencegahan penggunaan NAPZA |
|||
|
Status Imunisasi TT* |
Kuesioner |
Status Imunisasi TT
Lengkap (T5) |
Edukasi |
|
|
Status imunisasi TT
belum lengkap (T5) |
Diberikan imunisasi tetanus (Td) untuk
melengkapi status imunisasi |
|||
*Skrining dilakukan
pada calon pengantin
Perempuan yang akan menikah dalam 1 tahun ke depan
**Skrining dilakukan pada
calon pengantin Perempuan dan laki-laki yang akan menikah dalam 1 tahun ke
depan

No comments:
Post a Comment