B. Pemeriksaan pada Balita dan Anak Prasekolah
PKG Hari Ulang Tahun pada balita dan anak prasekolah dilaksanakan bagi anak usia 1-6 Tahun. Jenis pemeriksaan yang diberikan adalah Pertumbuhan, Perkembangan, tuberkulosis, telinga, mata, gigi, talasemia dan gula Darah. Pemeriksaan ini dapat dilaksanakan di Puskesmas dan FKTP lainnya. Terdapat 2 kategori pengelompokan usia, yaitu: kelompok usia 1, 3 sampai 6 tahun; dan kelompok usia 2 tahun.
Gambar 5.2. Alur Pemeriksaan Balita usia 1, 3 sampai 6 tahun di Puskesmas
Alur Pemeriksaan pada usia 2 tahun sama dengan usia 3-6 tahun, tetapi pemeriksaan talasemia dan gula darah dilakukan tanpa melihat risiko, yaitu:
Gambar 5.3. Alur Pemeriksaan Balita usia 2 tahun di Puskesmas
PKG balita
dan anak prasekolah (1-6 tahun) di FKTP lain dilaksanakan sesuai dengan
kapasitas SDM, alat kesehatan dan BMHP yang ada, bila terdapat jenis PKG yang
tidak memungkinkan dilaksanakan,
dapat dilakukan rujukan horizontal ke Puskesmas yang mampu.
Tindak
lanjut hasil PKG pada balita dan anak pra sekolah ditentukan oleh hasil
pemeriksaan sesuai tabel berikut:
Tabel 5.2. Tindak Lanjut Hasil PKG pada Balita dan Anak Prasekolah
|
Pemeriksaan |
Hasil |
Tindak lanjut |
|
|
Pertumbu han (berat badan, panjang
badan/ti nggi badan, lingkar kepala) |
Usia 1-5 tahun |
||
|
Indeks
PB/U atau TB/U |
Normal |
1. Periksa hasil
status gizi berdasarkan indeks BB/PB atau BB/TB dan BB/U 2. Berikan pujian
kepada ibu dan anak 3. Edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) a. Untuk
anak usia 1- 2 tahun: Edukasi pemberian MP-
ASI dengan tetap melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih b. Untuk
anak usia 3-5 tahun: Edukasi pemberian makanan anak berupa makanan keluarga
dengan prinsip gizi seimbang 4. Datang ke
Posyandu rutin setiap bulan untuk memantau pertumbuhan |
|
|
Pendek/Sangat Pendek |
Rujuk ke FKTL |
||
|
Indeks BB/PB atau
BB/TB |
Gizi Baik
(Normal) |
f.
Periksa hasil status gizi
berdasarkan PB/U atau TB/U dan BB/U g. Berikan pujian
kepada ibu dan anak h. Edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) 1.
Untuk anak usia 1-2 tahun: Edukasi
pemberian MP-ASI dengan tetap melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2
tahun atau lebih 2.
Untuk anak usia 3-5 tahun:
Edukasi pemberian makanan anak berupa makanan keluarga dengan prinsip gizi
seimbang 4. Datang ke Posyandu rutin
sebulan sekali untuk memantau pertumbuhan |
|
|
Gizi Kurang
(tanpa stunting) |
1.
Lakukan pemeriksaan adanya kemungkinan red flag atau penyakit
penyerta 2.
Lakukan uji
kulit tuberkulin (mantoux) sesuai layanan skrining tuberkulosis 3.
Tentukan penyebab utama gizi kurang 4. Konseling gizi sesuai penyebab 5. Pendampingan pemberian makanan tambahan (PMT) lokal 6. Evaluasi selama
2 minggu, bila tidak ada perbaikan
segera rujuk |
||
|
Berisiko gizi lebih (possible risk of overweight) |
1. Periksa hasil status gizi berdasarkan indeks IMT/U 2. Edukasi
Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dan
faktor risiko obesitas ●
Untuk anak usia 1-2 tahun:
Edukasi pemberian MP-ASI dengan tetap melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2
tahun atau lebih ●
Untuk anak usia 3-5 tahun:
Edukasi pemberian makanan anak berupa makanan keluarga dengan prinsip gizi
seimbang 3.
Edukasi Pola Hidup Sehat :
membiasakan diet sehat seimbang, batasi makanan siap saji dan pangan olahan,
jajanan dan makanan selingan yang manis, asin dan berlemak, batasi
minuman tinggi gula |
||
|
Gizi
lebih/overweight |
|||
|
Pemeriksaan |
Hasil |
Tindak lanjut |
|
|
|
|
|
termasuk
susu berperisa, cukup konsumsi buah dan
sayur, batasi waktu anak bermain gawai, ajak melakukan aktifitas fisik 4. Evaluasi
selama 2 minggu, bila tidak ada perbaikan segera rujuk 5. Datang
ke Posyandu rutin setiap bulan untuk memantau pertumbuhan |
|
Obesitas (obese) |
Rujuk ke FKTL |
||
|
Gizi Buruk
(tanpa stunting) |
1. Lakukan pemeriksaan adanya kemungkinan red flags atau
penyakit penyerta 2. Lakukan pengobatan jika ada penyakit penyerta 3. Tatalaksana gizi
buruk 4. Rujuk jika : ●
gizi buruk usia < 6 bulan ●
gizi buruk usia 6-59 bulan dengan BB <4 kg |
||
|
Indeks
BB/U |
Berat Badan Normal |
1.
Periksa tren kenaikan BB adekuat (Naik
atau Tidak Naik). 2.
Jika BB tidak naik: a.
Lakukan pemeriksaan adanya kemungkinan red flag atau penyakit penyerta b.
Lakukan pendampingan pemberian makanan
tambahan (PMT) lokal c.
Evaluasi selama 2 minggu, bila tidak ada
perbaikan segera rujuk 3.
Berikan pujian
kepada ibu dan anak 4.
Edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) -
Untuk anak usia 1-2 tahun: Edukasi
pemberian MP-ASI dengan tetap melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2
tahun atau lebih -
Untuk anak usia
3-5 tahun: Edukasi pemberian makanan anak berupa makanan keluarga dengan
prinsip gizi seimbang 5. Datang ke
Posyandu rutin sebulan sekali untuk memantau pertumbuhan |
|
|
Berat Badan Kurang (tanpa
stunting) |
1. Lakukan pemeriksaan adanya
kemungkinan red flag atau penyakit penyerta 2.
Lakukan uji
kulit tuberkulin (mantoux) sesuai layanan skrining tuberkulosis 3.
Tentukan penyebab utama berat badan kurang 4.
Konseling gizi sesuai penyebab 5.
Pendampingan pemberian makanan tambahan (PMT) lokal 6.
Evaluasi selama
2 minggu, bila tidak ada perbaikan
segera rujuk |
||
|
Berat
Badan Sangat Kurang (tanpa stunting) |
|||
|
Risiko berat
badan lebih |
1.
Periksa hasil status gizi berdasarkan indeks
IMT/U 2.
Edukasi
Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dan faktor risiko obesitas a. Untuk anak usia 1-2 tahun: Edukasi pemberian MP- ASI dengan tetap melanjutkan
pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih b.
Untuk anak usia
3-5 tahun: Edukasi pemberian makanan anak berupa makanan keluarga dengan
prinsip gizi seimbang 3. Edukasi Pola Hidup Sehat : membiasakan diet sehat
seimbang, batasi makanan siap saji dan pangan olahan, jajanan
dan makanan selingan yang manis, asin
dan berlemak, batasi minuman tinggi gula termasuk susu berperisa, cukup
konsumsi buah dan sayur, batasi waktu anak bermain gawai, ajak melakukan
aktifitas fisik 4.
Evaluasi selama
2 minggu, bila tidak ada perbaikan segera rujuk 5.
Datang ke Posyandu rutin setiap bulan untuk
memantau pertumbuhan |
||
|
Usia 6 Tahun |
|||
|
Indeks
(IMT/U) |
Gizi Baik
(Normal) |
1.
Berikan pujian kepada ibu dan anak 2. Edukasi Pemberian Makan Anak berupa
makanan keluarga dengan prinsip gizi seimbang 3. Datang ke Posyandu 1 bulan sekali
untuk memantau pertumbuhan |
|
|
Pemeriksaan |
Hasil |
Tindak lanjut |
|
|
|
|
Gizi Kurang (Wasted) |
1. Edukasi Pemberian Makan Anak berupa
makanan keluarga dengan prinsip gizi seimbang 2. Evaluasi selama
2 minggu, bila tidak ada perbaikan
segera rujuk 3. Datang ke Posyandu 1 bulan sekali
untuk memantau pertumbuhan |
|
Gizi
Lebih (Overweight) |
1. Edukasi
Pemberian Makan Anak berupa makanan keluarga dengan prinsip gizi seimbang 2. Edukasi
Pola Hidup Sehat : membiasakan diet sehat seimbang, batasi makanan siap saji dan pangan
olahan, jajanan dan makanan selingan yang manis, asin dan berlemak, batasi minuman tinggi gula
termasuk susu berperisa, cukup konsumsi buah dan sayur, batasi waktu anak
bermain gawai, ajak melakukan aktifitas fisik 3. Evaluasi
selama 2 minggu, bila tidak ada perbaikan segera rujuk 4. Datang
ke Posyandu rutin sebulan sekali untuk memantau pertumbuhan |
||
|
Obesitas |
Rujuk ke FKTL |
||
|
Lingkar
Kepala Menuru t Umur |
Normal |
●
Berikan pujian kepada ibu dan anak ●
Datang ke Posyandu sebulan
sekali untuk memantau pertumbuhan |
|
|
Mikrosefali
Makrosefali |
Rujuk ke FKTL |
||
|
Perkembangan |
Sesuai umur |
1. Stimulasi
dan pantau perkembangan anak dengan menggunakan ceklis perkembangan buku KIA
sesuai tahapan umur 2. Skrining
rutin dengan KPSP sesuai jadwal di Puskesmas, Pustu atau Posyandu |
|
|
Meragukan |
a. Melakukan pemeriksaan kesehatan jika diperlukan b. Lakukan stimulasi lebih sering
pada anak c. Penilaian ulang KPSP 2 minggu
kemudian, jika sesuai usia skrining rutin sesuai jadwal, jika meragukan atau ada kemungkinan penyimpangan rujuk
FKTL |
||
|
Ada kemungkinan penyimpangan |
3. Dokumentasi jenis dan jumlah penyimpangan perkembangan 4.
Rujuk FKTL |
||
|
Tuberkulosis |
Bukan Terduga TB/Tidak
terdapat tanda, gejala dan
kontak erat TB |
Edukasi pola hidup sehat dan pencegahan TB |
|
|
Terduga TB/Ada gejala &
tanda TB |
Diagnosis
ditegakkan dengan sistem skoring salah satu parameter adalah tes tuberkulin 1. Investigasi kontak
di keluarga 2. Pemantauan status
gizi anak 3.
Pemeriksaan dilanjutkan di ruang infeksius |
||
|
Tidak ada gejala namun terdapat kontak erat/serumah atau faktor risiko lainnya |
1.
Pemberian Terapi
Pencegahan Tuberkulosis (TPT) 2.
Investigasi Kontak |
||
|
Telinga |
Semua jawaban YA - perkembangan sesuai umur |
●
Memuji orang tua/pengasuh dan anak ● Lakukan stimulasi anak sesuai usia (lihat buku KIA) ●
Jadwalkan pemeriksaan berikutnya |
|
|
Ada jawaban TIDAK -
ada kemungkinan penyimpangan |
Rujuk FKTL untuk pemeriksaan lebih lanjut |
||
|
Mata |
Pemeriks aan pupil putih
(usia 1 - <3 tahun) |
Normal |
●
Memuji orang tua/pengasuh dan anak ●
Meminta orang tua melakukan
stimulasi perkembangan anak sesuai usia (lihat buku KIA) |
|
Curiga kelainan pupil putih
pada anak |
Rujuk FKTL untuk pemeriksaan lebih lanjut |
||
|
Tes “E” tumbling (usia
3 - 6 tahun) |
3x
benar Berturut- turut atau 4x benar atau lebih dalam 5x kesempatan |
3) Memuji orang
tua/pengasuh dan anak 4) Meminta
orang tua melakukan stimulasi perkembangan anak sesuai usia (lihat buku KIA) |
|
|
Pemeriksaan |
Hasil |
Tindak lanjut |
||||
|
|
|
Daya
Lihat Anak Baik (Visus >6/12 atau >6/60) |
|
|||
|
3x Salah Berturut- turut
atau <4x benar dalam 5x kesempatan |
Evaluasi dan rujuk
FKTL untuk pemeriksaan lebih lanjut |
|||||
|
Daya Lihat
Anak Kurang (Visus <6/12 atau <6/60) |
|
|||||
|
Gigi |
Tidak ada karies |
●
Memuji orang tua/pengasuh dan anak ● Memberikan
edukasi kesehatan gigi (menggosok gigi anak 2 kali sehari, sesudah makan pagi
dan sebelum tidur malam, gunakan pasta gigi berfluoride) |
||||
|
Ada karies |
Tatalaksana karies dan rujuk ke FKTL bila perlu |
|||||
|
|
Hemoglobin normal (≥11 g/dL) |
Berikan Tagging
di SATUSEHAT Mobile
bahwa telah dilakukan
skrining talasemia |
||||
|
Talasemia* |
Hemoglobin di bawah normal (< 11 g/dL) |
|
Hasil normal |
Sertifikat |
||
|
|
digital |
|||||
|
|
Talasemia akan |
|||||
|
|
diberikan di |
|||||
|
Melakukan pemeriksaan Hb, MCV, MCH, jumlah eritrosit |
SSM |
|||||
|
e.
Hb, MCV, MCH,
eritrosit rendah f.
Indeks Mentzer
<13 dan/atau Indeks Shine and
LAL <1530 |
|
|||||
|
|
|
|
Rujuk FKTL |
|||
|
Gula darah* |
Anamnesis tanda, dan gejala negatif |
1.
Edukasi pemberian makan pada bayi dan anak (PMBA) dengan
prinsip gizi seimbang, pola hidup sehat, aktivitas fisik 2.
Meminta orang tua mempelajari
cara pemberian makan pada balita (lihat buku KIA) |
||||
|
Anamnes
is tanda dan gejala positif (polidipsi a, poliuria, polifagia, mengom pol, BB
turun drastis, obesitas /overwei ght) |
Gula Darah
Sewaktu Normal (<140 mg/dL) |
- Edukasi pemberian makan pada bayi dan anak
(PMBA) dengan prinsip gizi seimbang, pola hidup sehat, aktivitas fisik - Meminta
orang tua mempelajari cara pemberian makan pada balita (lihat buku KIA) |
||||
|
Gula
Darah Sewaktu Tinggi Prediabe tes: 140 - <200 mg/dL
Hiperglik emia: ≥200 mg/dL |
Melakukan
pemeriksaan Gula Darah Puasa |
GDP <100
mg/dl |
Edukasi
Pemberian Makan pada
balita |
|||
|
GDP ≥100 mg/dl |
Rujuk FKTL |
|||||
*Pada
usia 2 tahun : langsung diperiksa GDS tanpa melihat faktor risiko Khusus usia 3
- 6 tahun :
-
Bila riwayat keluarga dengan talasemia positif,
dilanjutkan dengan pemeriksaan Hb, MCV,MCH dan jumlah eritrosit (pengambilan
spesimen dari darah vena)
-
Bila keluhan dan tanda gejala DM positif,
dilanjutkan dengan pemeriksaan Gula darah Sewaktu (darah kapiler)


No comments:
Post a Comment