Thursday, February 26, 2026

STANDAR PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

 

STANDAR PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

Topik              : Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Sub Topik       : Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut

Kelompok Pelayanan  : Semua pasien Puskesmas pengguna jasa yang datang berobat ke BP Gigi

Pernyataan Standar     :

 

STRUKTUR

PROSES

HASIL

► Tenaga

-       Dokter Gigi

-       Perawat Gigi

► Metode

-       Mendengar (auskultasi)

-       Melihat ( inspeksi )

-       Memeriksa

·       Palpasi

·       Perkusi

·       Sondasi

·       Thermis

► Machine

     1 unit mesin bur.

► Material

  1. Tetap

-       Dental unit (lengkap)

-       Almari Instrumen

-       1 set jarum K-file

-       1 set alat cabut

-       1 set alat tambal

-       1 set alat scalling

-       5 set alat diagnosa

  1. Habis Pakai

-       Bahan tambalan tetap

-       Bahan tambalan dasar

-       Bahan tambalan sementara

-       Eugenol

-       Chkm

-       TKf

-       Povidon Iodine

-       Chlorethyl

-       Pehacain/Lidocain

-       Topikal anestesi

-       Pasta Pengisi

-       Pasta Devitalisasi

-       Alkohol

-       Phenol

-       Mata bur

-       Spongostan

-       Kapas

-       Jarum sunti

-       Cotton roll

-       Tissue

-       Masker

-       Sarung tangan dll

► Ruangan

Bersih dengan penerangan   yang baik.

  1. Petugas memanggil pasien sesuai dengan nomor urut.
  2. Petugas melakukan anamnesa keluhan utama pasien.
  3. Petugas memeriksa Vital sign.
  4. Petugas melakukan pemeriksaanfisik diagnostik.
  5. Petugas menyarankan untuk melakukan pemeriksaan penunjang (bila perlu).
  6. Petugas menetapkan diagnosa klinis.
  7. Petugas merencanakan tindakan/therapi dan informed consent.
  8. Petugas melakukan tindakan /therapi :
    1. Konservasi
    2. Exodonti
    3. Scalling
    4. Prostodonti
    5. dll
  9. Petugas memberikan instruksi pasca tindakan.
  10. Petugas memberikan resep obat bila diperlukan.

 

  1. Kartu status terisi lengkap.
  2. Tepat Diagnosis.
  3. Tepat therapi.
  4. Pasien diharapakan cepat sembuh.
  5. Kepuasan pasien dan providen.

  1. Prosedur Pencabutan Gigi Susu

Tujuan                         : 1. Sebagai acuan .......

                                       2. Menghilangkan fokus infeksi dan atau efek samping                                                  dari gigi dimaksud.      

            Ruang Lingkup           : Poli Gigi dan atau Gigi susu yang dimaksud

            Uraian Umum             : Tindakan untuk mengeluarkan /ekstraksi gigi dari    soketnya tanpa rasa sakit, hygienis dan aman.

 

Langkah –langkah      :

    1. Petugas mengulasi daerah kerja dengan cairan antiseptik (povidon iodin).
    2. Petugas mengulasi daerah kerja dengan topikal anestesi, dilanjutkan dengan anestesi infiltrasi bila diperlukan.
    3. Bila telah teranesthesi , petugas melakukan pencabutan samapi bersih.
    4. Petugas membersihkan soket gigi dan mengontrol pendarahan.
    5. Petugas mengkompresi soket gigi dan tamponade + povidon iodine.
    6. Petugas memberikan instruksi pasca pencabutan.
    7. Petugas memberikan resep obat bila diperlukan.

           

  1. Prosedur pencabutan Gigi Permanen

Tujuan                         : 1. Sebagai acuan .......

                                       2. Menghilangkan fokus infeksi dan atau efek samping                                                  dari gigi dimaksud.                  

            Ruang Lingkup           : Poli Gigi dan atau Gigi yang dimaksud

                                                  ( Gigi GP / GR,gigi dengan indikasi Exo untuk keperluan

                                                   ortho , prostho )

            Uraian Umum             : Tindakan untuk mengeluarkan /ekstraksi gigi dari soketnya tanapa rasa sakit, hygienis dan aman.

Langkah –langkah      :

1.        Petugas mengulasi daerah kerja dengan cairan antiseptik (povidon iodin).

2.        Petugas menganesthesi gigi sesuai dengan dosis dan teknik yang diperlukan.

3.        Bila telah teranesthesi , petugas melakukan pencabutan samapi bersih.

4.        Petugas membersihkan soket gigi dengan kuret dan mengontrol pendarahan.

5.        Petugas mengkompresi soket gigi dan tamponade + povidon iodine.

6.        Petugas memberikan instruksi pasca pencabutan.

7.        Petugas memberikan resep obat bila diperlukan ( AB, Analgetika, Anti inflamasi ).

 

  1. Prosedur Pembersihan Karang Gigi dan Stein ( Scalling )

Tujuan                         : 1. Sebagai acuan .......

                                       2. Menjaga kesehatan jaringan penyangga gigi               

                                           ( Periodonsium ) yang meliputi :

§  Jaringan sementara

§  Gusi ( Gingiva )

§  Ligamen periodontan

§  Tulang alveolar

Ruang Lingkup           : Poli Gigi dan Rongga mulut

Uraian Umum             : tindakan untuk membuang karang gigi dan atau stein yang

                                      melekat pada jaringan gigi ( mahkota dan akar gigi ).

 

Langkah –langkah      :

1.     Petugas mengulasi daerah kerja dengan cairan antiseptik (povidon iodin).

2.     Petugas membuang karang gigi dan stein yang menempel pada mahkota dan akar gigi denagn alata yang diperlukan ( scaller, karet , bur ).

3.     Petugas mengontrol perdarahan yang terjadi.

4.     Petugas mengulasi daerah kerja dengan cairan antiseptik (povidon iodin).

5.     Petugas memberikan instruksi ( cara mengikat gigi ).

6.     Petugas memeberikan resep obat bila diperlukan.

 

  1. Prosedur Penumpatan Karies Email, Dentin dan Akar

Tujuan                         : 1. Sebagai acuan .......

                                       2. Mengembalikan fungsi gigi

Ruang Lingkup           : Poli Gigi dan atau gigi berlubang yang belum mengenai        

                                      Ruang pulpa.

Uraian Umum             : tindakan untuk mencegah meluasnya keruskan gigi.

Langkah –langkah       :

► Direct Pulp Capping ( one vissit )

1.     Petugas membersihkan kavitas dari sisa –sisa makanan dan jaringan karies.

2.     Petugas melakukan preparasi kavitas.

3.     Petugas membersihkan kavitas dengan semprotan air dan udara / angin.

4.     Petugas mengisolasi daerah kerja.

5.     Petugas mengaplikasikan Ca ( OH ) 2 pada dasar kavitas ( sub base ).

6.     Petugas mengaplikasikan selapis semen diatas Ca ( OH )2.

7.     Setelah kering, petugas menumpat dengan tumpatan tetap.

8.     Petugas membentuk dan mengukur bentuk tumpatan

9.     Petugas memeriksa oblusi.

10.  Petugas memberi instruksi pasca tindakan.

► Indirect Pulp Capping ( two vissit )

·       Kunjungan I : 1. Langkah 1 – 5 sama dengan teknik direct pulp capping

                                       2. Petugas menumpat kavitas dengan semen ,1 minggu  

                                            kembali.

·       Kunjungan II : 1. Petugas membuang sebagian lapisan semen

                                              2. Petugas menumpat dengan tumpatan tetap.

                                              3. Langkah 8 – 10 sama dengandengan teknik direct pulp

                                                  capping.                              

 

  1. Prosedur Perawatan Saluran Akar Gigi Permanen ( Pulpektomy )

Tujuan                         : 1. Sebagai acuan bagi petugas dalam melakukan tindakan

                                           perawatan saluran akar.

                                       2. Menghilangkan fokus infeksi dan mengembalikan

                                           fungsi gigi agar dapat digunakan seperti semula.

Ruang Lingkup           : Poli Gigi dan atau gigi dimaksud ( Pulptus, Gangren )

Uraian Umum             : tindakan mempertahankan gigi agar dapat berfungsi

                                      seperti semula.

Langkah –langkah       :

► Vital Pulpektomy

·       Kunjungan I

1.     Petugas mengulasi daerah kerja dengan cairan antiseptik (povidon iodin).

2.     Petugas menganesthesi gigi ( daerah kerja ).

3.     Petugas melakukan preparasi kavitas dan pembukaan pulpa.

4.     Petugas melakukan ekskavasi pulpa pada ruang pulpa dengan ekskavator tajam dan mengontrol perdarahan.

5.     Petugas melakukan preparasibiomekanis ( reaming ) dan mengirigasi saluran akar  dengan larutan irigasi.

6.     Petugas mengeringkan saluran akar dan mengaplikasikan obat-obat saluran akar ( TKf dan ChKM ) dengan kapas kecil, kemudian ditutup dengan tumpatan sementara. Pasien kembali setelah 5 – 7 hari, untuk mengganti obat saluran akar ( Rotation of medication ).

7.     Petugas memberi resep obat AB dan analgetik bila diperlukan.

 

·       Kunjungan II

1.     Petugas membongkar tumpatan sementara dan mengisolasi daerah kerja.

2.     Petugas mengaplikasikan TKf / ChKM dengan cotton pellets/ kapas kecil.

3.     Petugas menutup kavitas dengan tumpatan sementara.

Lakukan Rotation of medication hingga saluran akar kering.

·       Kunjungan III

1.     Setelah saluran akar kering , petugas mengisi saluran akar dengan pasta pengisi / guttap point, kemudian ditumpat dengan semen.

 

·       Kunjungan IV

1.     satu minggu kemudian , bila tidak ada keluhan, petugas menumpat dengan tumpatan tetap.

► Devital Pulpektomy

·       Kunjungan I

1.     Petugas membersihkan kavitas dari sisa-sisa makanan dan jaringan karies.

2.     Petugas mengaplikasikan obat-obat devitalisasi ( As ) dengan kapas kecil kemudian ditumpat . Beri AB dan Analgetik bila perlu, Pasien kembali setelah 4 – 5 hari.

·       Kunjungan II

1.     Petugas melakukan preparasi kavitas dan pembukaan atap pulpa.

2.     Petugas mengelukavasi pulpa pada ruang pulpa dengan ekskavator tajam.

3.     Petugas melakukan preparasi biomekanis / Reaming dan mengirigasi saluran akar.

4.     Petugas mengeringkan saluran akar dan mengaplikasikan obat-obat saluran akar ( TKf dan ChKM ) dengan kapas kecil, lalu  ditumpat sementara. Pasien kembali setelah 5 – 7 hari  ( Rotation of medication ).

·       Kunjungan III

1.     Setelah saluran akar kering , petugas mengisi saluran akar dengan pasta pengisi / guttap point, kemudian ditumpat dengan semen.

 

·       Kunjungan IV

1.     Satu minggu kemudian , bila tidak ada keluhan, petugas menumpat dengan tumpatan tetap.

 

No comments:

Post a Comment