Thursday, February 26, 2026

SOP PENANGANAN NEKROSIS PULPA

 

 

PENANGANAN NEKROSIS PULPA

 

SOP

No. Dokumen    :

No. Revisi          :

TanggalTerbit    : 4 april 2016

Halaman            :

 

 

 

1.   Pengertian

Kematian pulpa, dapat sebagian atau seluruhnya yang disebabkan oleh adanya jejas bakteri, trauma dan iritasi kimiawi

2.   Tujuan

Menurunkan angka kesakitan  dan mempertahankan gigi supaya dapat berfungsi kembali (gigi non vital)

3.   Kebijakan

 

4.   Referensi

KMK RI NO HK.02.02 /MENKES / 62 / 2015

5.   Prosedur

1.    ANAMNESA

a.    Menanyakan apakah gigi yang dikeluhkan terasa sakit atau tidak jika untuk mengunyah .                     

b.    Apakah  ada riwayattrauma khususnya pada gigi anterior.

c.     Menanyakan riwayat perawatan gigi tersebut.

 

2.    PEMERIKSAAN KLINIS

a.    Kavitas pada gigi kedalaman  pulpa dengan sondasi (-) CE (-) perkusi (+/-), palpasi (+/-)

b.    Terkadang kavitas sangat besar sehingga mahkota gigi tinggal tersisa sedikit.

c.     Gigi  berubah warna menjadi abu-abu kehitaman.

 

3.    DIAGNOSA

3.1.     Nekrosispulpa

 

4.    TERAPI

4.1.   Bersihkan atau ekskavasi  kavitas yang masih tersisa, perlu diperkirakan kondisi kerusakan dan jaringan pendukung yang masih ada untuk prognosis yang baik dalam perawatan mempertahankan gigi.

4.2.   Bila jaringan gigi yang tersisa masih cukup kuat untuk tumpatan,dapat dilakukan prosedur/ tindakan perawatan saluran akar.

4.3.     Bila pendukung gigi sudah tidak ada dan gigi dianggap sudah tidak layak untuk dipertahankan (dari segi biaya, waktu atau kesanggupan pasien), maka dilakukan prosedur / tindakan pencabutan.

5.   Unit Terkait

BP umum ,laboratorium

 

No comments:

Post a Comment