|
|
PENANGANAN NEKROSIS PULPA |
|
|
|
SOP |
No. Dokumen : |
||
|
No. Revisi : |
|||
|
TanggalTerbit : 4 april 2016 |
|||
|
Halaman : |
|||
|
|
|
|
|
|
1.
Pengertian |
Kematian pulpa,
dapat sebagian atau seluruhnya yang disebabkan oleh adanya jejas bakteri,
trauma dan iritasi kimiawi |
||
|
2.
Tujuan |
Menurunkan angka kesakitan dan
mempertahankan gigi supaya dapat berfungsi kembali (gigi non vital) |
||
|
3.
Kebijakan |
|
||
|
4.
Referensi |
KMK RI NO HK.02.02 /MENKES / 62 /
2015 |
||
|
5.
Prosedur |
1. ANAMNESA a. Menanyakan apakah gigi yang dikeluhkan terasa sakit atau tidak jika
untuk mengunyah . b. Apakah ada
riwayattrauma khususnya pada gigi anterior. c.
Menanyakan
riwayat perawatan gigi tersebut. 2. PEMERIKSAAN KLINIS a. Kavitas pada gigi kedalaman pulpa dengan sondasi (-) CE (-) perkusi
(+/-), palpasi (+/-) b. Terkadang kavitas sangat besar sehingga mahkota gigi
tinggal tersisa sedikit. c.
Gigi berubah warna menjadi abu-abu kehitaman. 3. DIAGNOSA 3.1. Nekrosispulpa 4. TERAPI 4.1. Bersihkan atau ekskavasi kavitas yang masih tersisa, perlu diperkirakan kondisi
kerusakan dan jaringan pendukung yang masih ada untuk prognosis yang baik
dalam perawatan mempertahankan gigi. 4.2. Bila jaringan gigi yang tersisa masih cukup kuat untuk
tumpatan,dapat dilakukan prosedur/ tindakan perawatan saluran akar. 4.3. Bila pendukung
gigi sudah tidak ada dan gigi dianggap sudah tidak layak untuk dipertahankan
(dari segi biaya, waktu atau kesanggupan pasien), maka dilakukan prosedur /
tindakan pencabutan. |
||
|
5.
Unit
Terkait |
BP umum
,laboratorium |
||
|
|
|||
No comments:
Post a Comment