|
PENATALAKSANAAN
RUPTUR PERINEUM TINGKAT 1-2 |
|||||||||||
|
SOP |
No. Dok. : |
||||||||||
|
No. Rev. : |
|||||||||||
|
Tgl Terbit: |
|||||||||||
|
Halaman : |
|||||||||||
|
KABUPATEN
BANYUMAS |
|
dr. Nur Ariawanti P NIP.196810211998032002 |
|||||||||
|
1. Pengertian |
Protap ini mencakup serangkaian kegiatan
mulai dari anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang hingga
pemberian terapi dan evaluasi terapi |
||||||||||
|
2. Tujuan |
Agar kasus Ruptur Perineum Tingkat 1-2 dapat ditangani
secara komprehensif |
||||||||||
|
3. Kebijakan |
Prosedur ini dilakukan didalam lingkup KIA |
||||||||||
|
4. Referensi |
Keputusan menteri kesehatan republik
Indonesia Nomor hk.02.02./menkes/514/2015 Tentang Panduan praktik klinis bagi
dokter di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama |
||||||||||
|
5. Prosedur |
1. Pasien dipanggil, Jaga Privacy 2. Dilakukan anamnesa : Keluhan utama :
Terdapat perdarahan jalan lahir 3. Dilakukan Pemeriksaan Vital Sign a. Pengukuran Tekanan Darah b. Pengukuran Suhu c.
Pengukuran
Nadi dan Pernapasan 4. Dilakukan Pemeriksaan Fisik a. Apakah ada robekan pada perineum b. Apakah ada perdarahan yang bersifat arterial atau
merembes. c.
Pemeriksaan
colok dubur untuk menilai derajat robekan perineum. |
||||||||||
|
|
5. Penegakan diagnosa a. Derajat I : Bila robekan hanya terjadi pada selaput
lendir vagina dengan atau tanpa mengenai kulit perineum. b. Derajat II : Robekan mengenai selaput lendir vagina dan
otot perinea transversalis tetapi tidak merusak otot sfingter ani. 6. Penatalaksanaan Ruptur a. Derajat I : Tidak perlu dilakukan penjahitan. b. Derajat II : a. Pastikan pasien tidak alergi terhadap lidokain atau
obat-obatan sejenis b. Cuci tangan 6 langkah c.
Suntikan
lidokain 0.5% dibawah mukosa vagina, dibawah kulit perineum dan pada
otot-otot perineum d. Tunggu 2 menit. e. Jahit mukosa vagina secara jelujur dengan benang 2-0
lihat ke dalam luka untuk mengetahui letak ototnya. f.
Cari
lapisan subkutis persis dibawah lapisan kulit lanjutkan dengan jahitan sub
kutikuler kembali ke atas vagina. akhiri dengan simpul mati pada bagian dalam
vagina. g. Potong kedua ujung benang sisakan masing-masing 1 cm . h. Jika robekan cukup luas dan dalam lakukan colok dubur
dan pastikan tidak ada bagian rektum yang terjait. 7. Penatalaksanaan Farmakologis Pemberian
antibiotik dan pereda nyeri. |
||||||||||
|
6. Diagram Alir (bila perlu) |
- |
||||||||||
|
7. Unit terkait |
- |
||||||||||
|
8.Rekaman Historis Perubahan |
|
||||||||||
No comments:
Post a Comment