Wednesday, February 25, 2026

SOP PENATALAKSANAAN RUPTUR PERINEUM TINGKAT 1-2

 

PENATALAKSANAAN RUPTUR PERINEUM TINGKAT 1-2

 

SOP

 

 

No. Dok. :

No. Rev. :

Tgl Terbit:

Halaman :

KABUPATEN BANYUMAS

 

 

dr. Nur Ariawanti P

NIP.196810211998032002

1. Pengertian

Protap ini mencakup serangkaian kegiatan mulai dari anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang hingga pemberian terapi dan evaluasi terapi

2. Tujuan

Agar kasus Ruptur Perineum Tingkat 1-2 dapat ditangani secara komprehensif

3. Kebijakan

Prosedur ini dilakukan didalam lingkup KIA

 

4. Referensi

Keputusan menteri kesehatan republik Indonesia Nomor hk.02.02./menkes/514/2015 Tentang Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama

5. Prosedur

1.    Pasien dipanggil, Jaga Privacy

2.    Dilakukan anamnesa :

Keluhan utama : Terdapat perdarahan jalan lahir

3.    Dilakukan Pemeriksaan Vital Sign

a.    Pengukuran Tekanan Darah

b.    Pengukuran Suhu

c.     Pengukuran Nadi dan Pernapasan

4.    Dilakukan Pemeriksaan Fisik

a.    Apakah ada robekan pada perineum

b.    Apakah ada perdarahan yang bersifat arterial atau merembes.

c.     Pemeriksaan colok dubur untuk menilai derajat robekan perineum.

 

 

 

5.    Penegakan diagnosa

a.    Derajat I : Bila robekan hanya terjadi pada selaput lendir vagina dengan atau tanpa mengenai kulit perineum.

b.    Derajat II : Robekan mengenai selaput lendir vagina dan otot perinea transversalis tetapi tidak merusak otot sfingter ani.

6.    Penatalaksanaan Ruptur

a.    Derajat I : Tidak perlu dilakukan penjahitan.

b.    Derajat II :

a.    Pastikan pasien tidak alergi terhadap lidokain atau obat-obatan sejenis

b.    Cuci tangan 6 langkah

c.     Suntikan lidokain 0.5% dibawah mukosa vagina, dibawah kulit perineum dan pada otot-otot perineum

d.    Tunggu 2 menit.

e.    Jahit mukosa vagina secara jelujur dengan benang 2-0 lihat ke dalam luka untuk mengetahui letak ototnya.

f.      Cari lapisan subkutis persis dibawah lapisan kulit lanjutkan dengan jahitan sub kutikuler kembali ke atas vagina. akhiri dengan simpul mati pada bagian dalam vagina.

g.    Potong kedua ujung benang sisakan masing-masing 1 cm .

h.    Jika robekan cukup luas dan dalam lakukan colok dubur dan pastikan tidak ada bagian rektum yang terjait.

7.    Penatalaksanaan Farmakologis

Pemberian antibiotik dan pereda nyeri.

 

6. Diagram Alir

    (bila perlu)

-

7. Unit terkait

-

8.Rekaman Historis Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment