Thursday, February 26, 2026

SOP PENUMPATAN DENGAN GIC

 

 

PENUMPATAN DENGAN GIC

 

 

 

 

 

SPO

No. Dokumen  :

No. Revisi        :

Tanggal Terbit :

Halaman          :

 

 

 

RUANG LINGKUP

Prosedur ini berisi tahap – tahap penumpatan gigi dengan bahan glass ionomer cement

TUJUAN

Menangani caries gigi agar tidak menjadi lebih parah dan mempertahankan gigi supaya dapat berfungsi kembali

KEBIJAKAN

1.    Gigi anterior diciduwi / permanen

2.    Gigi posterior diciduwi / permanen

PETUGAS

1.    Dokter gigi

2.    Perawat gigi

PROSEDUR

1.    Anamnesa

1.1       Menanyakan apakah gigi terasa ngilu bila terkena rangsang dingin, asam, panas.

1.2       Pada gigi paska perawatan kaping dan mumifikasi pulpa serta perawatan saluran akar apakah gigi tersebut terasa sakit untuk mengunyah.

2.    Pemeriksaan Klinis

2.1       Kavitas pada gigi kedalaman email / dentin sondasi (+/-) CE (+) perkusi (-) dan palpasi (-).

2.2       Gigi paska perawatan kaping dan mumifikasi pulpa perkusi (-).

3.    Diagnosa

3.1      Caries superfisialis atau caries media

3.2      Paska perawatan kaping atau mumifikasi pulpa

3.3      Iritasi pulpa

4.    Terapi

4.1      Pada gigi caries lakukan preparasi kavitas dengan bur untuk mengangkat jaringan email yang tidak didukung dentin yang sehat. Pada gigi paska perawatan kaping / mumifikasi pulpa lakukan pengurangan tumpatan sementara dengan bur.

4.2      Bersihakn kavitas dengan ekskavator, semprot dengan water syringe dan keringkan dengan catton pellet dan isolasi gigi dengan cotton roll.

4.3      Oles dentin conditioner / larutan glass ionomer, diamkan 10 detik dan keringkan dengan kapas. Jaga agar kavitas tetap moise.

4.4      Aplikasi bahan tumpatan glass ionomer cement. Cek oklusi dengan gigi antagonis dan buang sisa tumpatan yang berlebih.

4.5      Oleskan vaselin / cocoa butter / varnish pada permukaan tumpatan.

 

4.6      Anjurkan pasien supaya tidak menggunakan gigi tersebut untuk mengunyah selama 1 jam.

REFERENSI

Andlaw,R.J., Rock,W.P.: Perawatan Gigi Anak, Jakarta, Widya Medika, 1992 : 86 - 99

 

No comments:

Post a Comment