|
|
PENANGANAN PERSISTENSI GIGI SULUNG |
|
||
|
SOP |
No.
Dokumen |
: |
||
|
No. Revisi |
: |
|||
|
Tanggal
Terbit |
: |
|||
|
Halaman |
: |
|||
|
|
|
|
||
|
Pengertian |
Persistensi
adalah suatu kondisi dimana gigi sulung belum tanggal,gigi tetap pengganti
sudah erupsi. |
|
Tujuan |
Memberikan
ruangan bagi gigi permanen dan diharapkan dapat bergerak ke posisi ideal. |
|
Kebijakan |
Surat
Keputusan Kepala Puskesmas Jatilawang………………………tentang
Penyelenggaraan Pelayanan BP gigi. |
|
Referensi |
Standard
Pelayanan Medis Kedokteran Gigi Indonesia Pengurus Besar Persatuan Dokter
Gigi Indonesia ( PB PDGI ) tahun 1999. Standar
Pengobatan Puskesmas,Depkes RI, Jakarta th 2001 Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/MENKES/62/2015. |
|
Prosedur |
1.
Petugas
menyiapkan alat dan bahan : ·
Sarung
tangan dan masker ·
Diagnostik
set ·
Set
pencabutan gigi ·
Kapas/
tampon ·
Desinfectan
( povidon iodine ) ·
Anastesi
lokal ( chlor ethyl dan lidokain) dan atau jarum suntik 2.
Petugas
memposisikan pasien senyaman mungkin pada kursi gigi 3.
Petugas
memberi tahu pasien tentang hal-hal yang akan dilakukan 4.
Petugas
melakukan desinfeksi sekitar gigi yang akan dicabut dengan povidon iodine
10%, bila sebelum pencabutan dilakukan anastesi infiltrasi. 5.
Petugas
melakukan anastesi dengan tehnik anastesi yang sesuai dengan indikasi
tindakan medis yang tepat. Gigi tidak goyah : anastesi infiltrasi Gigi goyah : anastesi chlor ethyl 6.
Petugas
melakukan pencabutan gigi dengan tang pencabutan yang sesuai dengan gigi yang
akan dicabut 7.
Petugas
memberikan tampon yang sudah diberi povidon iodine
10% pada daerah bekas pencabutan gigi. 8.
Petugas
memberi instruksi paska pencabutan gigi: ·
Tampon
digigit selama 15 menit ·
Jangan
kumur-kumur dahulu ·
Jangan
makan atau minum panas selama 1x24jam ·
Luka
bekas pencabutan jangan disedot2 atau dipegang-pegang tangan. ·
Bila
ada keluhan segera kembali untuk kontrol. |
|
Unit Terkait |
BP Gigi |
No comments:
Post a Comment