Thursday, February 26, 2026

SOP PERAWATAN DRY SOCKET

 

 

PERAWATAN DRY SOCKET

 

SOP

No. Dokumen

:

No. Revisi

: 0

Tanggal Terbit

:

Halaman

: 1 dari 5

UPTD PUSKESMAS LEUWIMUNDING

 

Hj. KARTISEM. SKM. MKM

NIP. 19640208 198502 2 001

 

Pengertian

1.    Dry Socket adalah keadaan socket gigi post ekstraksi yang ditandai dengan keadaan alveolus yang tidak di isi oleh jendalan darah, tulang alveolus tidak di tutupi jaringan baru, terjadi infeksi nekrotik yang terbatas, dan timbul rasa sakit.

2.    Perawatan Dry Socket adalah tindakan untuk mengatasi dry socket yang didasarkan atas :

ð  Menghilangkan rasa nyeri

ð  Menghilangkan infeksi

ð  Menghilangkan iritasi

ð  Memacu pertumbuhan jaringan baru

ð  Menutup socket dengan jendalan darah baru

ð  Melindungi socket dari kontaminasi kuman – kuman.

Tujuan

Sebagai acuan dalam melaksanakan perawatan dry socket

Kebijakan

SK  Kepala  UPTD  Puskesmas  Leuwimunding  No.  ...../..../Pkm.Lmd/I/2016  tentang Rencana Layanan Klinis

Referensi

1.    Standar Pelayanan Profesional Kedokteran Gigi Indonesia, Depkes RI, Direktorat Jendral Pelayanan Medik Kesehatan Gigi tahun 1992.

2.    Standar Pelayanan Medis Dokter Gigi Indonesia, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) tahun 1999.

3.    Standar Pengobatan Puskesmas, Depkes RI tahun 2001.

4.    Richard, P.J, Brian, J.P, 1996, Kedaruratan Dalam Praktik Dokter Gigi, Hipokrates, Jakarta Indonesia.

Prosedur

1.    Petugas menyiapkan alat dan bahan

ð  Kapas

ð  Povidon iodine 10%

ð  Larutan anestetikum

ð  Jarum suntik

ð  Anti Septic Agent

ð  Zink Oxide

ð  Eugenol

2.    Petugas memposisikan pasien senyaman mungkin pada kursi gigi

3.    Petugas mendesinfeksi sekitar area yang akan disuntikan dengan povidon iodine 10%

4.    Petugas melakukan anestesi dengan teknik anestesi yang sesuai dengan indikasi tindakan medis yang tepat.

5.    Petugas melakukan tes efek anestesi

6.    Petugas membersihkan socket dari jaringan nekrotik.

7.    Petugas mengirigasi socket dengan anti septic agent, lalu dikeringkan dengan kapas.

8.    Petugas menghaluskan tulang – tulang yang runcing.

9.    Petugas membuat perdarahan baru dari socket yang bersangkutan dengan mengisolasikan socket dari saliva.

10. Petugas membuat adonan zinc oxyde eugenol yang kemudian diperas dengan kain kasa agar tidak terlalu basah sambil menanti terjadinya jendalan darah dalam socket.

11. Petugas menutup lobang socket dengan pasta.

12. Petugas memberikan tampon dengan povidon iodine 10% pada daerah socket tersebut.

13. Petugas memberikan instruksi pasca perawatan dry socket :

ð  Tampon digigit selama 30 menit

ð  Jangan sering kumur – kumur

ð  Jangan makan minum yang panas dulu, selama 1 x 24 jam.

ð  Daerah perawatan dry socket  jangan dikorek – korek, disedot – sedot atau dipegang – pegang dengan tangan.

ð  Daerah perawatan dry socket  jangan dipakai untuk mengunyah selama 3 x 24 jam atau sesuai kondisi.

ð  Minum obat sesuai aturan

ð  Perawatan ini di ulang tiap hari untuk 2 atau 3 hari.

ð  Bila ada keluhan segera kembali kontrol.

14. Petugas memberikan resep obat sesuai indikasi 

Diagram Alir

 

Unit Terkait

BP Gigi

 

 

 

 

Rekaman historis perubahan

No

Yang dirubah

Isi Perubahan

Tanggal Mulai

Diberlakukan

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

UPTD PUSKESMAS LEUWIMUNDING

PERAWATAN DRY SOCKET

DAFTAR

TILIK

No. Dokumen

:

No. Revisi

: 0

No. Revisi

:

Halaman

: 4/5

 

No

Kegiatan

Ya

Tidak

Tidak Berlaku

1

Apakah petugas menyiapkan alat dan bahan?

 

 

 

2

Apakah Petugas memposisikan pasien senyaman mungkin pada kursi gigi?

 

 

 

3

Apakah Petugas mendesinfeksi sekitar area yang akan disuntikan dengan povidon iodine 10%?

 

 

 

4

Apakah Petugas melakukan anestesi dengan teknik anestesi yang sesuai dengan indikasi tindakan medis yang tepat?

 

 

 

5

Apakah Petugas melakukan tes efek anestesi?

 

 

 

6

Apakah Petugas membersihkan socket dari jaringan nekrotik?

 

 

 

7

Apakah Petugas mengirigasi socket dengan anti septic agent, lalu dikeringkan dengan kapas?

 

 

 

8

Apakah Petugas menghaluskan tulang – tulang yang runcing?

 

 

 

9

Apakah Petugas membuat perdarahan baru dari socket yang bersangkutan dengan mengisolasikan socket dari saliva?

 

 

 

10

Apakah Petugas membuat adonan zinc oxyde eugenol yang kemudian diperas dengan kain kasa agar tidak terlalu basah sambil menanti terjadinya jendalan darah dalam socket?

 

 

 

11

Apakah Petugas menutup lobang socket dengan pasta?

 

 

 

12

Apakah Petugas memberikan tampon dengan povidon iodine 10% pada daerah socket tersebut?

 

 

 

13

Apakah Petugas memberikan instruksi pasca perawatan dry socket?

 

 

 

 

14

Apakah Petugas memberikan resep obat sesuai indikasi ?

 

 

 

 

CR : …………………………%.

Leuwimunding,……………………..

Pelaksana / Auditor

 

 

 

 

 

.................................

 

No comments:

Post a Comment