DAPATKAN DOKUMEN AKREDITASI PUSKESMAS VERSI 5 BAB 2023 LENGKAP : FILE SK, PEDOMAN, PANDUAN, KAK, SOP, & TELUSUR YANG SUDAH TERSUSUN TIAP EP . HUB WA : 085879527051
AKREDITASI FKTP
PERUBAHAN INSTRUMEN AKREDITASI PUSKESMAS KE DALAM ERA ILP ( INTEGRASI LAYANAN PRIMER )
INSTRUMEN AKREDITASI PUSKESMAS 2023 FIX
SOP PENANGANAN KALKULUS
|
|
PENANGANAN
KALKULUS |
|
|
|
SPO |
No. Dokumen : |
||
|
No. Revisi : |
|||
|
Tanggal Terbit :4 April 2016 |
|||
|
Halaman :1/2 |
|||
|
Puskesmas
Kedungbanteng |
| |||||||||
|
1.
Pengertian |
Pembersihan kalkulus atau karang gigi
(scalling) adalah suatu proses dimana plak dan kalkulus dibuang dari
permukaan supragingiva dan subgingiva gigi. |
|||||||||
|
2.
Tujuan |
1. Sebagai
acuan bagi seluruh tenaga medis dan paramedis dalam melaksanakan ketentuan
tentang persetujuan tindakan medis. 2.
Meningkatnya akuntabilitas Puskesmas terhadap pasien dan masyarakat 3.
Agar pasien dan keluarga mendapatkan
informasi tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum tindakan medis. |
|||||||||
|
3.
Kebijakan |
|
|||||||||
|
4.
Referensi |
Keputusan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor hk.02.02/menkes/62/2015 tentang
panduan praktik klinis bagi dokter gigi |
|||||||||
|
5.
Prosedur |
1. Pasien dipersilahkan
masuk dan duduk dikursi depan meja dokter. 2. Dilakukan anamnesa
dan dicatat di kartu status. 3.Persiapan
alat-alat. 4.Pasien dipersilahkan duduk
di dental chair. 5. Posisi mulut pasien
setinggi siku operator. 6. Sandaran kursi dalam
posisi 45° 7. Pasien diinstruksikan
kumur terlebih dahulu. 8. Operator memakai
sarung tangan dan maskes, lampu dinyalakan lalu pasiendiinstruksikan untuk
buka mulut. 9. Pemberitahuan kepada
pasien tentang keadaan rongga mulutnya. 10. Ulasi
daerah kerja dengan antiseptik 11. Persiapkan ultrasonic
scaller, pastikan air mengalir dengan lancar dan mata scaller dalam kondisi
steril. 12. Persiapkan saliva
ejector. 14. Bersihkan karang gigi,
baik supra maupun sub gingival kalkulus dengan menggunakan ultrasonic scaller
dengan tanpa tekanan pada gigi. 15. Pasien
diinstruksikan kumur dipulas dengan brush, pumise +
pasta, diolesi povidoneyodine 16. Ulasi daerah kerja
dengan antiseptik. 17. instruksi px, berikan
‘dental health education’ pada pasien. 19.
Pemberian resep apabila diperlukan. 20.Mencatat
hasil tindakan pada kartu status penderita 21. Menyelesaikan administrasi |
|||||||||
|
6.
Diagram Alur (bila perlu) |
|
|||||||||
|
7.
Unit Terkait |
Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Poskesdes/ PKD, Posyandu |
|||||||||
|
8.
Rekaman Historis Perubahan |
|
|||||||||
SOP GINGIVITIS
|
|
GINGIVITIS |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
SPO |
No. Dokumen : |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
No. Revisi : |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Tanggal Terbit: |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Halaman : |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Puskesmas II PURWOKERTA UTARA |
|
dr. Maria Valentina NIP197208122002122004 |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
1. Pengertian |
Gingivitis
adalah gangguan yang terjadi pada gingiva akibat adanya peradangan pada
gingiva |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
2. Tujuan |
Sebagai
acuan dalam penarikan diagnosa dan terapi gingivitis |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
3. Kebijakan |
SK Kepala Puskesmas II Purwokerto Utara Nomor :
440/VII/SK/06/I/2016 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas II
Purwokerto Utara |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
4. Referensi |
- Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia No HK. 02. 02/MENKES/62/2015 - Bahan
Ajar Kepaniteraan Periodontitis Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada oleh
drg. Suryono SH., Ph.D dan Tim Penyusun |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
5. Prosedur |
5.1
Persiapan 5.1.1 Pasien
yang datang ke ruang kesehatan gigi dan mulut sudah membawa rekam medis 5.1.2 Pasien
dipanggil dan dipersilahkan duduk di kursi gigi senyaman mungkin 5.2
Penatalaksanaan 5.2.1 Anamnesa 5.2.1.1 Apakah gusi sering
berdarah 5.2.1.2 Apakah pinggiran gusi
terasa tebal 5.2.1.3 Apakah timbul rasa
sakit 5.2.2 Pemeriksaaan klinis Pemeriksaan
Intra oral rasa sakit atau rasa gatal pada sela-sela gigi, kemerahan dan
pembesaran jaringan gingiva dengan permukaan halus dan mengkilap, berdarah
bila disentuh atau spontan, ada kalkulus dan atau plak mikrobial, tanpa
adanya bukti radiografis adanya kerusakan puncak tulang alveolar 5.2.3 Pemeriksaan
Penunjang tidak ada 5.2.4 Terapi 5.3
Alat dan Bahan 5.3.1 Dental unit 5.3.2 Alat diagnostik standar 5.3.3 Scaler 5.4
Prosedur tindakan 5.4.1 Pendidikan kesehatan gigi dan
mulut dan instruksi pengendalian plak di rumah 5.4.2 Pembersihan permukaan gigi dari
plak dan kalkulus supra dan subgingiva 5.4.3 Pemberian antibiotik, analgetik,
anti inflamasi dan obat kumur jika
diperlukan |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
6. Diagram Alir |
Anamnesis Pemeriksaan klinis Terapi Pasien datang membawa rekam medis Pasien duduk di kursi dental |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
7. Unit terkait |
- Loket Pendaftaran - Instalasi Farmasi |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
8.Rekaman Historis Perubahan |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||