|
|
HYPEREMIA PULPA GIGI
TETAP MUDA |
|
|||
|
SOP |
No. Dokumen |
: |
|
||
|
No. Revisi |
: |
|
|||
|
TanggalTerbit |
: |
|
|||
|
Halaman |
: |
|
|||
|
PUSKESMAS
............... |
|
Ka puskes NIP. .................. |
|||
|
1.
No.
ICD 10 |
K04.00 Initial (hyperaemia) |
||||||||
|
2.
PENGERTIAN |
Lesi karies/trauma mengenai email/dentin, dasar kavitas keras/ lunak, pulpa belum terbuka. |
||||||||
|
3.
TUJUAN |
Sebagai acuan
penerapan langkah-langkah untuk penanganan Hyperemia Pulpa Gigi Tetap Muda |
||||||||
|
4.
KEBIJAKAN |
|
||||||||
|
5.
REFERENSI |
Protocols for Clinical Pediatric Dentistry, Vol 4,
Annual 1996, Journal of Pedodontics; FDI policy statement, 2002, Minimal intervention in the
Management of Dental Caries, FDI General Assembly, vienna Austria; Chocrane NJ, Saranathan S, Cai F, Cross KJ, Reynold EC,
2008,Enamel subsurface Lesion Remineralisation with Casein Phosphopeptide
Stabilised Solution Calcium, Phosphate and Fluoride, Caries research Journal,
42: 88-97;dan Beiruti N, Frencken JE, et al, 2007, Glass Ionomer Pit
and Fissure Sealant Provides Caries Protection on Occlusal surfaces, Edidence
Base Dentistry Practiced Journal, 7:12-13, dalam Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/62/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter Gigi |
||||||||
|
6.
PROSEDUR |
1.
Alat: a.
Dental
unit lengkap, b.
Alat
diagnostik standar, c.
Alat
tumpat Komposit/ GIC 2.
Bahan:
bahan tumpat Komposit/ GIC |
||||||||
|
7.
LANGKAH-LANGKAH |
1.
Pembuangan
jaringan karies 2.
Preparasi
sesuai materi tumpatan 3.
Cuci dan
keringkan kavitas, isolasi 4.
Aplikasikan
pasta kalsium hidroksida 5.
Letakkan
tumpatan tetap, sesuai bahan yang digunakan. a.
Bahan
tumpat Glass Ionomer Cement (GIC): 1)
Pembersihan
gigi dari debris dan kalkulus dengan alat skeling manual, diakhiri dengan
brush/sikat, menghasilkan outline form untuk melakukan tumpatan yang
mempunyai retensi dan resistensi yang optimal; 2)
Bersihkan
jaringan infeksi (jaringan lunak dan warna coklat/hitam harus dibuang sampai
gigi terlihat putih bersih); 3)
Jaringan
email yang tidak di dukung dentin harus dihilangkan; 4)
Keringkan
kavitas dengan kapas kecil; 5)
Oleskan dentin
conditioner; 6)
Cuci/bilas
dengan air yang mengalir; 7)
Isolasi
daerah sekitar gigi; 8)
Keringkan
kavitas sampai keadaan lembab/moist (tidak boleh sampai kering
sekali/berubah warna kusam/doff); 9)
Aduk
bahan GIC sesuai dengan panduan pabrik (rasio powder terhadap liquid
harus tepat, dan cara mengaduk harus sampai homogen); 10) Aplikasikan bahan yang telah diaduk pada
kavitas; 11) Bentuk tumpatan sesuai anatomi gigi; 12) Aplikasi bahan lalu diamkan selama 1-2
menit sampai setting time selesai; 13) Rapikan tepi-tepi kavitas, cek gigitan
dengan gigi antagonis menggunakan articulating paper; 14) Di bagian oklusal dapat di bantu dengan celluloid
strip atau tekan dengan jari menggunakan sarung tangan; 15) Poles. b.
Bahan
Resin Komposit (RK) dengan bahan bonding generasi V: 1)
Pembersihan
gigi dari debris dan kalkulus dengan alat skeling manual, diakhiri dengan
brush/sikat; 2)
Bentuk outline
form untuk melakukan tumpatan yang mempunyai retensi dan resistensi yang
optimal; 3)
Lakukan
pembersihan jaringan infeksius pada karies gigi (jaringan lunak dan warna
coklat/hitam harus dibuang sampai gigi terlihat putih bersih). Warna hitam
yang menunjukkan proses karies terhenti tidak perlu diangkat jika tidak
mengganggu estetik; 4)
Jaringan
email yang tidak di dukung dentin harus dihilangkan; 5)
Keringkan
kavitas dengan kapas kecil; 6)
Aplikasikan
ETSA asam selama 30 detik atau sesuai petunjuk penggunaan; 7)
Cuci/bilas
dengan air yang mengalir; 8)
Isolasi
daerah sekitar gigi; 9)
Keringkan
sampai keadaan lembab/moist (tidak boleh sampai kering sekali/berubah
warna kusam/doff)atau sesuai petunjuk penggunaan; 10) Oleskan bonding/adhesive generasi V,
kemudian di angin-anginkan (tidak langsung dekat kavitas), dilakukan
penyinaran dengan light curing unit selama 10-20 detik; 11) Aplikasikan flowable resin
komposit pada dinding kavitas, kemudian dilakukan penyinaran dengan light
curing unit selama 10-20 detik; 12) Aplikasikan packable resin komposit
dengan sistem layer by layer/ selapis demi selapis dengan ketebalan
lapisan maksimal 2 mm, setiap lapisan dilakukan penyinaran dengan light
curing unit selama 10-20 detik; 13) Bentuk tumpatan sesuai anatomi gigi; 14) Merapikan tepi-tepi kavitas, cek gigitan
dengan gigi antagonis menggunakan articulating paper; 15) Poles (catatan: jika perlu komposit yang
dibentuk dengan bantuan celluloid strip (klas III) memungkinkan tidak
perlu poles.). c.
Bahan
Resin Komposit (RK) dengan bahan bonding generasi VII (no rinse): 1)
Pembersihan
gigi dari debris dan kalkulus dengan alat skeling manual, diakhiri dengan brush/sikat; 2)
Bentuk outline
form untuk melakukan tumpatan yang mempunyai retensi dan resistensi yang
optimal; 3)
Lakukan
pembersihan jaringan infeksius pada karies gigi (jaringan lunak dan warna
coklat kehitaman harus dibuang sampai gigi terlihat putih bersih). Warna
hitam yang menunjukkan proses karies terhenti tidak perlu diangkat jika tidak
mengganggu estetik; 4)
Jaringan
email yang tidak di dukung dentin harus dihilangkan; 5)
Isolasi
daerah sekitar gigi; 6)
Keringkan
sampai keadaan lembab/moist (tidak boleh sampai kering sekali/berubah
warna kusam/doff); 7)
Oleskan
bonding/adhesive generasi VII, kemudian di angin-anginkan (tidak langsung
dekat kavitas), dilakukan penyinaran dengan ligh curingunit selama
10-20 detik; 8)
Aplikasikan
flowable resin komposit pada dinding kavitas, kemudian dilakukan
penyinaran dengan light curingunit selama 10-20 detik; 9)
Aplikasikan
Packable resin komposit dengan sistem layer by layer/ selapis
demi selapis dengan ketebalan lapisan maksimal 2 mm, setiap lapisan dilakukan
penyinaran dengan light curingunit selama 10-20 detik; 10) Bentuk tumpatan sesuai anatomi gigi; 11) Merapikan tepi-tepi kavitas, cek gigitan
dengan gigi antagonis; 12) Poles. |
||||||||
|
8.
UNIT
TERKAIT |
1.
Pendaftaran 2.
BP
gigi 3.
BP
umum 4.
Farmasi 5.
Laboratorium |
||||||||
|
9.
DOKUMEN
TERKAIT |
1.
Rekam
Medis 2.
Catatan
tindakan |
||||||||
|
10. REKAMAN
HISTORIS PERUBAHAN |
|
No comments:
Post a Comment