|
|
EKSISI MUKOKEL |
|
|
|
SOP |
No. Dukumen : |
||
|
No. Revisi : |
|||
|
TanggalTerbit : |
|||
|
Halaman : |
|||
|
PUSKESMAS ABCD |
ttd
|
Nama Kapus NIP.0000000000 |
|
|
1.
Pengertian |
Mukokel adalah kista yang
terbentuk dari kelenjar mucus dan ludah mayor atau ductus-duktusnya yang
timbul karena pemutusan ductus ludah sehingga menggembungkan jaringan kelenjar. Gambaran klinis mukokel adalah benjolan bulat
atau oval, translucent di atas permukaan mukosa pipi atau bibir, bersifat lunak,
tidak terasa sakit, terdapat fluktuasi, berbatas jelas, berwarna khas kebiru-biruan. Eksisimukokel adalah suatu tindakan
membuka dan mengeluarkan jaringan kista yang ada di dalam mukosa rongga mulut
dengan alat scalpel. Anastesi infiltrasi adalah suatu metoda
anastesi yang mendopenirkan larutan anestetikum di sekeliling daerah yang
akan dilakukan tindakan eksisi (disekeliling mukokel). |
|||||||||||
|
2.
Tujuan |
Sebagai acuan dalam
melaksanakan eksisi mukokel |
|||||||||||
|
3.
Kebijakan |
Surat
Keputusan Kepala Puskesmas Tejakula II nomor 222.B15 tahun 2016 tentang
Tupoksi Dan Uraian Tugas Surat
Keputusan Kepala Puskesmas Tejakula II nomor 222.A1 tahun 2016 tentang
Penetapan Jenis-Jenis Pelayanan Yang Disediakan. |
|||||||||||
|
4.
Referensi |
1.
Standar Pelayanan Profesional Kedokteran Gigi Indonesia,
Depkes RI. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Direktorat Kesehatan Gigi,
tahun 1992. 2.
Standar Pelayanan Medis Kedokteran Gigi Indonesia,
Pengurus Besar Persatuan Kedokteran Gigi Indonesia (PB PDGI), Tahun 1999 3.
Standar Pengobatan Puskesmas, Depkes RI tahun 2001 |
|||||||||||
|
5.
Prosedur /
Langkah-langkah |
1.
Anamnesa dan Pemeriksaan Fisik 2.
KIE sebelum tindakan dan Informed consent 3.
Menyiapkan alat dan bahan 4.
Memposisikan pasien 5.
Mencuci tangan dan menggunakan APD 6.
Mendisinfeksi area yang akan dieksisi 7.
Melakukan anastetikum 8.
Melakukan eksisi mukokel 9.
Menjahit daerah eksisi 10.
Meletakkan tampon pada daerah operasi 11.
KIE/ instruksi pasca Tindakan Langkah
Langkah |
|||||||||||
|
1.
Anamnesa dan Pemeriksaan Fisik 2.
KIE sebelum tindakan dan Informed Consent 3.
Petugas menyiapkan alat dan bahan : Kapas, Iodine povidon
10%, Jarum suntik, Larutan anestetikum, Alat-alat eksisi mukokel ( scalpel
handle, scalpel blade No.15, needle holder, surgical needle round No.24,
catgut cromic No.4/0). 4.
Petugas memposisikan pasien senyaman mungkin pada kursi
gigi 5.
Petugas mencuci tangan dan menggunakan APD 6.
Petugas mendesinfeksi sekitar area yang akan di eksisi
dengan povidon iodine 10% 7.
Petugas melakukan anastetikum infiltrasi pada sekeliling
area mukokel yang akan dieksisi, dengan cara memasukkan jarum pada satu
titik, kemudian pindah ke daerah sekitarnya tanpa mengangkat ujung jarum. 8.
Petugas melakukan eksisi mukokel dengan bentuk ellip
searah dengan garis mukosa, kemudian mukokel dijepit dan dipisahkan dari
jaringan dengan menggunakan scapel. 9.
Petugas membersihkan benjolan-benjolan kecil lain dibawah
mukokel utama . 10.
Petugas mengoleskan povidon iodine 10% pada bekas luka. 11.
Petugas menjahit daerah eksisi dengan jahitan berlapis
menggunakan benang catgut chromic No.4/0. 12.
Petugas memberikan tampon yang telah diolesi iodine
povidon 10% pada daerah operasi yang telah dijahit. 13.
Petugas membereskan alat-alat tindakan dan mencuci tangan. 14.
Petugas memberikan KIE / instruksi pasca tindakan untuk
menjaga bekas luka eksisi. · Jangan sering
kumur-kumur · Jangan makan dan
minum yang panas-panas dulu selama 1x24 jam · Jangan merokok dulu
sampai darah pada daerah bekas eksisi berhenti · Bekas eksisi jangan
dikorek-korek, disedot-sedot atau dipegang-pegang sama tangan. · Bekas eksisi jangan
dipakai untuk mengunyah selama 3x24 jam atau sesuai kondisi. · Minum obat sesuai
aturan. · Kontrol seminggu
lagi atau segera bila ada keluhan. 15.
Petugas memberikan resep obat sesuai indikasi. 16.
Petugas mencatat tindakan dan hasil tindakan pada rekam
medis dan Register kunjungan Poli Gigi. |
||||||||||||
|
6.
Bagan Alir |
Menyiapkan alat dan bahan Memposisikan pasien Mencuci tangan
dan menggunakan APD Disinfeksi area
yang akan dieksisi Melakukan anastetikum Melakukan eksisi mukokel Menjahit daerah eksisi Meletakkan tampon KIE/ instruksi
pasca tindakan KIE sebelum tindakan dan
Informed consent Anamnesa dan
Pemeriksaan Fisik |
|||||||||||
7.
Hal-hal yang diperhatikan |
|
|||||||||||
|
8.
Unit terkait |
Loket, Poli Gigi,
Farmasi, Laboratorium, Klinik VCT. |
|||||||||||
|
9.
Dukumen terkait |
|
|||||||||||
|
10.
Rekaman historis perubahan |
|
No comments:
Post a Comment