C. Pelayanan Laboratorium

C.Pelayanan Laboratorium

1.Pelayanan laboratorium mendukung penegakan diagnostik pada klaster siklus hidup dan surveilans pada klaster penanggulangan penyakit menular. Laboratorium Puskesmas merupakan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Tingkat 1 yang berjejaring dengan Laboratorium Kesehatan Masyarakat di tingkat selanjutnya.

 

2.Fungsi Laboratorium Kesehatan Masyarakat tingkat 1 di Puskesmas meliputi:

a.Pemeriksaan laboratorium terhadap spesimen klinis yang berasal dari manusia di wilayah kerja Puskesmas;

b.Pemeriksaan laboratorium sampel lingkungan, vektor, dan Binatang Pembawa Penyakit (BPP) di wilayah kerja Puskesmas;

c.Surveilans penyakit dan faktor risiko kesehatan berbasis laboratorium serta respon kejadian luar biasa/kedaruratan kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas;

d.Melakukan pengelolaan dan analisis data laboratorium kesehatan di wilayah kerja Puskesmas; dan.

e.Melakukan komunikasi dengan pengelola program dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

 

3.Laboratorium berperan dalam pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia dan bahan bukan berasal dari manusia sebagai upaya deteksi dini pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, penyakit menular serta faktor risiko kesehatan lingkungan, vektor dan BPP serta peningkatan kesehatan masyarakat.

4.Setiap Puskesmas harus memiliki laboratorium sebagai Labkesmas Tingkat I yang harus diselenggarakan secara baik dengan memenuhi standar sumber daya (sarana, prasarana, peralatan, dan ketenagaan), standar pemeriksaan, melaksanakan program peningkatan mutu laboratorium dan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

5.Standar pemeriksaan laboratorium dan alur pelayanan sebagai berikut:

•Standar pemeriksaan

Diselenggarakan untuk mendukung kegiatan promotif dan preventif di pelayanan kesehatan primer melalui paket layanan laboratorium sebagai berikut:

a.Pemeriksaan spesimen klinis

PoCT dan Rapid Tes

Mikroskopik dan Makroskopik

Hematologi

Kimia Klinik

Urinalisis*

    PoCT Hb

    PoCT Gula Darah

    PoCT Kolesterol

    PoCT Asam Urat

    HIV

    HbSAg

    Sifili3

    COVID19

    PoCT HbA1c

    Rapid test untuk pemeriksaan penyakit menular di daerah tertentu (endemis) seperti: malaria, DBD, Filaria, HIV, Leptospira, dll

Mikroskopik:

    Malaria

    TBC

    Lepra

    Anthrax (pewarnaan gram)

    Filariasis

    Gonore

    Trichomoniasis

    Candidiasis

    Tineasis (jamur permukaan)

    Vaginitis

    Pemeriksaan feses

o   Vibrio cholerae

o   Amoeba

o   Telur cacing

o   Eritrosit

o   Lekosit

o   Sisa makanan

o   Lain-lain Makroskopik

    Darah samar

    Hemoglobin

    Hematokrit

    Hitung Eritrosit

    Hitung Trombosit

    Hitung Leukosit

    Hitung jenis leukosit

    Indeks eritrosit (MCV, MCHC, MCH)

    LED

    Masa Perdarahan

    Masa pembekuan

    Glukosa

    Kolesterol Total

    Trigeliserida

    Kolesterol HDL

    KolesterolLDL

    Asam Urat

    Ureum/ BUN

    Kreatinin

    SGOT

    SGPT

    pH

    Berat jenis

    Protein

    Glukosa

    Bilirubin

    Urobilinogen

    Nitrit

    Leukosit esterase

    Eritrosit

    Keton

 

*dengan metode strip tes-carik celup

b.Pemeriksaan sampel lingkungan

1)Pengujian kualitas air minum untuk parameter wajib dengan sanitarian kit;

2)Pengujian kualitas udara untuk parameter fisik dan mikroba

dengan sanitarian kit;

3)Pengujian keamanan pangan untuk parameter E-coli dan parameter kimia dengan sanitarian kit;

4)Identifikasi vektor dan binatang pembawa penyakit secara

makroskopis;

5)Analisis kepadatan vektor dan binatang pembawa penyakit dengan entomologi kit;

6)Pengambilan sampel untuk rujukan pengujian.

 

c.Pemeriksaan vektor dan BPP

1)Identifikasi habitat vektor DB, Chikungunya dan Malaria

2)Identifikasi jentik/nyamuk DBD, Chikungunya dan Malaria

secara mikroskopis

3)Penangkapan dan Pengambilan sampel untuk Pes*(daerah Khusus)

4)PenangkapandanPengambilansampeluntuk Schistosomiasis* (daerah khusus)

 

Laboratorium Puskesmas berperan dalam pelaksanaan surveilans pasif dan surveilans aktif sebagai berikut:

a.Peran Laboratorium dalam surveilans pasif yaitu melakukan pemeriksaan terhadap spesimen klinis pasien dan keluarga yang datang ke Puskesmas untuk mendukung penegakan diagnosis penyakit menular di klaster siklus hidup.

b.Peran laboratorium dalam surveilans aktif yaitu melakukan pemeriksaan terhadap spesimen klinis dan sampel yang diambil dari kegiatan surveilans aktif (penyelidikan epidemiologi/contact tracing).

1)Alur Pelayanan

a)Spesimen klinis

b)Sampel Lingkungan, Vektor, dan BPP

2)Mekanisme rujukan dan pembinaan:

a)Puskesmas dapat melakukan rujukan spesimen klinis dan rujukan sampel lingkungan, vektor dan BPP. Rujukan dapat dilakukan secara horizontal ke Puskesmas lain yang memiliki fasilitas pemeriksaan yang dibutuhkan. Selain itu, dapat juga dilakukan rujukan vertikal ke Labkesmas tingkat di atasnya atau ke laboratorium jejaring Labkesmas misalnya Rumah Sakit atau laboratorium medis lainnya.

b)Laboratorium akan mendapat pembinaan mutu, monitoring dan evaluasi dari Labkesmas Tingkat 2 (Labkesda kabupaten/kota) bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota setempat minimal 1 kali setahun.

3)Pencatatan dan Pelaporan

Setiap laboratorium Puskesmas wajib melaksanakan pencatatan dan pelaporan pelayanan laboratorium yang terintegrasi dengan sistem pencatatan dan pelaporan Puskesmas.



No comments:

Post a Comment