MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Monday, March 30, 2026

SOP PERTEMUAN JEJARING DENGAN BIDAN PRAKTEK MANDIRI/RUMAH BERSALIN

 

 

 

 

 

 


Dinas Kesehatan

Kota Surakarta

KAK

PERTEMUAN JEJARING DENGAN BIDAN PRAKTEK MANDIRI/RUMAH BERSALIN

 

 

 

 

UPTD Puskesmas

Pajang

No. Dokumen

: KA.PJ.UKM.KIA.

No. Revisi

: 00

Tgl. Terbit

:

Halaman

: 1 / 3

Ditetapkan Oleh

Kepala UPTD Puskesmas Pajang

 

 

 

dr. Wahyu Indianto

NIP. 19681118 200003 1 004

A.  Pendahuluan

Kejadian kematian ibu dan bayi yang terbanyak terjadi pada saat persalinan, pasca persalinan, dan hari-hari pertama kehidupan bayi masih menjadi tragedi yang terus terjadi di negeri ini. Untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir diperlukan upaya dan inovasi baru, tidak bisa dengan cara-cara biasa.

Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir harus melalui jalan yang terjal. Terlebih kala itu dikaitkan dengan target Millenium Development Goals (MDGs) 2015, yakni menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup, dan angka kematian bayi (AKB) menjadi 23 per 100.000 kelahiran hidup yang harus dicapai. Waktu yang tersisa hanya tinggal tiga tahun ini, tidak akan cukup untuk mencapai sasaran itu tanpa upaya-upaya yang luar biasa.

Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, penyebab langsung kematian ibu hampir 90 persen terjadi pada saat persalinan dan segera setelah persalinan. Sementara itu, risiko kematian ibu juga makin tinggi akibat adanya faktor keterlambatan, yang menjadi penyebab tidak langsung kematian ibu. Ada tiga risiko keterlambatan, yaitu terlambat mengambil keputusan untuk dirujuk (termasuk terlambat mengenali tanda bahaya), terlambat sampai di fasilitas kesehatan pada saat keadaan darurat dan terlambat memperoleh pelayanan yang memadai oleh tenaga kesehatan. Sedangkan pada bayi, dua pertiga kematian terjadi pada masa neonatal (28 hari pertama kehidupan). Penyebabnya terbanyak adalah bayi berat lahir rendah dan prematuritas, asfiksia (kegagalan bernapas spontan) dan infeksi.

Berbagai upaya memang telah dilakukan untuk menurunkan kematian ibu, bayi baru lahir, bayi dan balita. Antara lain melalui penempatan bidan di desa, pemberdayaan keluarga dan masyarakat dengan menggunakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA)  dan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), serta penyediaan fasilitas kesehatan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas perawatan dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di rumah sakit.

 

 

B.  Latar Belakang

Bidan praktek mandiri merupakan praktek pelayanan bidan perorangan (swasta), merupakan penyedia layanan kesehatan, yang memiliki kontribusi cukup besar dalam memberikan pelayanan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Untuk itu perlu dilaksanakan kegiatan Pertemuan Jejaring BPM untuk meningkatkan peran bidan

Upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi tidak hanya menjadi tanggung jawab Puskesmas, tetapi juga semua fasilitas kesehatan yang berkaitan dengan ibu dan anak. Di puskesmas Pajang terdapat …. Bidan Praktek mandiri, .. Rumah Bersalin.

Kerjasama dengan BPM dan RB sangat diperlukan untuk mendukung program-program Pemerintah di fasilitas kesehatan dasar.

 

C. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus.

1.    Tujuan Umum

Meningkatkan peran Bidan Praktek Mandiri/Rumah Bersalin dalam jejaring pelayanan persalinan yang aman

2.    Tujuan Khusus

a.  BPM dan RB mengetahui program berkaitan dengan Ibu dan anak yang dilaksanakan di Puskesmas Pajang

b.  Nya BPM dan RB mau bekerjasama untuk memberikan laporan berkaitan dengan program yang dilaksanakan di UPTD Puskesmas Pajang.

 

D. Tata Nilai Program

Dalam melakukan kegiatan pada program kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana maka harus berpegang pada nilai-nilai yang disepakati di UPTD Puskesmas Pajang :

1.             Santun

2.             Empati

3.             Handal

4.             Adil

5.             Terpercaya

 

 

 

E.  Tata hubungan kerja/Pembagian peran LP/LS

Puskesmas Pajang menyampaikan program Kesehatan Ibu dan Anak yang dilaksanakan di Puskesmas Pajang sehingga BPM maupun Rumah Bersalin yang berada di Wilayah Puskesmas Pajang juga bisa berperan.

F.  Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan.

Kegiatan pertemuan jejaring Bidan Praktek Mandiri/Rumah Bersalin dengan rincian kegiatan :

1.    Konsumsi

2.    Uang transport peserta pertemuan

 

G. Cara melaksanakan kegiatan.

Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pertemuan partisipatif

 

H. Sasaran

BPM dan Penanggung jawab RB

 

I.    Jadwal pelaksanaan kegiatan

KEGIATAN

JADWAL PELAKSANAAN RENCANA SERAPAN ANGGARAN

 

Jan

Feb

Mrt

Apr

Mei

Jun

Jul

Agt

Sep

Okt

Nov

Des

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

Pertemuan kelas hamil

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

J.   Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan

Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap akhir bulan oleh koordinator program KIA dan Penanggung Jawab UKM terutama untuk mengevaluasi apakah kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan jadual atau belum. Penanggung jawab UKM kemudian membuat laporan evaluasi dan ditanda tangani oleh kepala puskesmas

K.  Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan

Setiap selesai pelaksanaan kegiatan pertemuan jejaring BPM/RB hamil maka petugas pelaksana membuat laporan pelaksanaan. Laporan pelaksanaan meliputi daftar hadir, laporan pelaksanaan (pelaksanaan, hasil rekomendasi/kesepakatan dan evaluasi), dokumentasi dan bukti pendukung kegiatan lain.

Laporan pelaksanaan kegiatan kemudian disampaikan kepada Kepala Puskesmas. Jika hasil laporan kegiatan menunjukkan perlu pembahasan kegiatan pertemuan senam hamil maka pembahasan akan dilakukan saat minilokakarya.

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER