Dinas Kesehatan Kota Surakarta |
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
IBU
HAMIL DENGAN KDRT (KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA) |
UPTD Puskesmas Gajahan |
|||||||
No. Dokumen
|
:
|
||||||||
|
No. Revisi |
:
00 |
||||||||
|
Tgl. MulaiBerlaku |
:
Januari 2016 |
||||||||
|
Halaman |
:
1 / 1 |
||||||||
|
DitetapkanOleh : Plt. Kepala UPTD Puskesmas Gajahan
dr. Tutik Asmi NIP. 19730812 200501 2 013 |
|||||||||
|
1. Pengertian |
Upaya untuk menangani dan melakukan rujukan pada
ibu hamil dengan kekerasan di dalam rumah tangga yaitu kekerasan baik fisik
maupun psikis yang dilakukan di lingkup keluarga ibu. |
|
2. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah
untuk penatalaksanaan ibu hamil dengan kekerasan dalam rumah tangga. |
|
3. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Gajahan No ...... |
|
4. Referensi |
Kaslam, Pancho. 2012.
PEDOMAN PELAYANAN ANTENATAL TERPADU
EDISI KEDUA. KEMENTRIAN KESEHATAN RI : Jakarta. |
|
5. Prosedur |
1.
Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan
atau keluarga. 2.
Memberi KIE (Konseling, Informasi, dan Edukasi)
tentang tanda-tanda fisiologis dan patologis kehamilan. 3.
Menganjurkan ibu untuk ke fasilitas kesehatan
apabila mengalami salah satuatau lebih tanda bahaya pada kehamilan. 4.
Melakukan pendampinganapabila ibu menghendaki. 5.
Melakukan rujukan ke rumah sakit yang memiliki
fasilitas Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) terhadap korban kekerasan. 6.
Melakukan dokumentasi. |
|
6. Unit Terkait |
Semua Unit Pelayanan |


No comments:
Post a Comment