MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Tuesday, March 31, 2026

SOP INDUKSI PERSALINAN DENGAN OKSITOSIN DRIP

 

Status Dokumen

  Induk                           Salinan                        No.Distribusi

 

 

 

 

 

Puskesmas XXX

SOP/PROTAP

INDUKSI PERSALINAN DENGAN OKSITOSIN DRIP

No Dokumen

PT-XXX KABER - 32

No Revisi

01

Halaman

1/1

 

PROTAP

UNIT KABER

 

Tanggal Terbit

XXX

Disetujui oleh,

Kepala UPTD Puskesmas XXX

 

 

 

XXX

 

 

Pengertian

 

 

Induksi persalinan adalah persalinan yang dirangsang dengan obat oksitosin melalui infus

 

Tujuan

 

 

Sebagai acuan dalam penatalaksanaan Induksi persalinan dengan oksitosin

 

Kebijakan

 

 

Dibawah tanggungjawab dan pengawasan Bidan Puskesmas

 

Prosedur

 

Indikasi

-        Inersin uteri

-        Kehamilan lewat waktu

-        Ketuban pecah dini

-        Janin mati

 

Kontra Indikasi

Mutlak :

-        Disproporsi safalopalvik

-        Catat rahim (bekas SC atau miomektomi)

-        Letak lintang

-        Hydramnion

-        Insuffisiensi plasenta

-        Placenta previa

Relatif :

-        Gemelli

-        Grande multi Sravida

-        Letak sungsang (bokong sempurna)

-        Kelainan posisi

 

 

PROSEDUR :

  1. Induksi sebaiknya dilakukan pagi hari untuk memperoleh pengawasan yang lebih baik
  2. Siapkan cairan Dextrose 5 % 500 cc berisi 5 IU oksitosin.
  3. Pasang saluran infus pada lengan bawah dengan jarum No. 20 G.
  4. Tetesan permulaan dibuat dengan kadar oksitosin 4 tetesan permenit
  5. Timbulnya kontraksi rahim dinilai setiap 15 menit. Bila his masih lemah dapat dinaikan 4 tetesan lagi, demikian seterusnya sampai teteson maksimal 36 tetes/menit Bila sudah makeaimal, his masih belum baik, tidak ada gunanya menambah tetesan dan induksi sebaiknya dihentikan dan dimulai kembali keesokan harinya setelah semalam istirahat, atau persalinan diselesaikan dengan 36 tetesan sesuai indikasi.
  6. Bila his timbul secara teratur dan adekuat tetesan dipertahankan, bila his terlalu kuat dan sexing, tetesan dapat diturunkan.
  7. Pasien yang diinduksi harus diawasi, secara cermat untuk kemungkinan ruptura uteri iminen (RUI) maupun gawat janin,
  8. Drips oksitosin sebaiknya tetap dipertahankan sampai 1 jam setelah placentanya lahir.
  9. Selama berlangsungnya induksi jika terjadi penyulit pada ibu maupun janin, induksi dihentikan dan dilakukan Rujukan Ke RS Pemerintah.

 

Keterangan :

Istilah induksi dipergunakan untuk merangsang proses persalinan pada ibu yang sudah inpartu disebut akselerasi/stimulasi persalinm Kontra indikasi relatif diatas tetap tidak dianjurkan untuk induk, tetapi dapat dipakai pada akselerasi dengan pengawasan ketat.

 

 

Unit terkait

 

 

KABER

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER