MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP MORBILI TANPA KOMPLIKASI

 

101

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

MORBILI TANPA KOMPLIKASI

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Morbili adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Measles. Nama lain dari penyakit ini adalah rubeola atau campak. Morbili merupakan penyakit yang sangat infeksius dan menular lewat udara melalui aktivitas bernafas, batuk, atau bersin. Pada bayi dan balita, morbili dapat menimbulkan komplikasi yang fatal, seperti pneumonia dan ensefalitis.

Salah satu strategi menekan mortalitas dan morbiditas penyakit morbili adalah dengan vaksinasi. Namun, berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2007, ternyata cakupan imunisasi  campak  pada  anak-anak  usia  di  bawah  6  tahun  di Indonesia masih relatif lebih rendah(72,8%) dibandingkan negara- negara lain di Asia Tenggara yang sudah mencapai 84%. Pada tahun 2010, Indonesia merupakan negara dengan tingkat insiden tertinggi ketiga di Asia Tenggara. World Health Organization melaporkan sebanyak 6300 kasus terkonfirmasi Morbili di Indonesia sepanjang tahun 2013.

Dengan demikian, hingga kini, morbili masih menjadi masalah kesehatan  yang  krusial  di  Indonesia.  Peran  dokter  di  fasilitas pelayanan   kesehatan   tingkat   pertama   sangat   penting   dalam mencegah, mendiagnosis, menatalaksana, dan menekan mortalitas morbili.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan morbili

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

1. Gejala  prodromal  berupa  demam,  malaise,  gejala  respirasi  atas

(pilek, batuk), dan konjungtivitis.

2. Pada  demam  hari  keempat,  biasanya  muncul  lesi  makula  dan papula eritem, yang dimulai pada kepala daerah perbatasan dahi rambut, di belakang telinga, dan menyebar secara sentrifugal ke bawah hingga muka, badan, ekstremitas, dan mencapai kaki pada hari ketiga.

3. Masa inkubasi 10-15 hari.

4. Belum mendapat imunisasi campak

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

1. Demam, konjungtivitis, limfadenopati general.

2. Pada   orofaring   ditemukan   koplik   spot   sebelum   munculnya eksantem.

3. Gejala eksantem berupa lesi makula dan papula eritem, dimulai pada kepala pada daerah perbatasan dahi rambut, di belakang telinga,  dan  menyebar  secara  sentrifugal  dan  ke  bawah  hingga muka, badan, ekstremitas, dan mencapai kaki

4. Pada hari ketiga, lesi ini perlahan-lahan menghilang dengan urutan sesuai urutan muncul, dengan warna sisa coklat kekuningan atau deskuamasi ringan. Eksantem hilang dalam 4-6 hari.

 

Pemeriksaan Penunjang

Pada umumnya tidak diperlukan. Pada pemeriksaan sitologi dapat ditemukan sel datia berinti banyak pada sekret. Pada kasus tertentu, mungkin diperlukan pemeriksaan serologi IgM anti-Rubella untuk mengkonfirmasi diagnosis.

 

Penegakan Diagnosis (Assessment)

1. Diagnosis  umumnya  dapat  ditegakkan  dengan  anamnesis  dan pemeriksaan fisik.

2. Diagnosis banding:

a. Erupsi obat

b. Eksantem virus yang lain (rubella, eksantem subitum), c.  Scarlet fever

d. Mononukleosis infeksiosa

e.  Infeksi Mycoplasma pneumoniae

 

Komplikasi

Komplikasi lebih umum terjadi pada anak dengan gizi buruk, anak yang belum mendapat imunisasi, dan anak dengan imunodefisiensi dan leukemia. Komplikasi berupa otitis media, pneumonia, ensefalitis, trombositopenia. Pada anak HIV yang tidak diimunisasi, pneumonia yang fatal dapat terjadi tanpa munculnya lesi kulit.

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan

1. Terapi suportif diberikan dengan menjaga cairan tubuh dan mengganti cairan yang hilang dari diare dan emesis.

2.  Obat   diberikan   untuk   gejala   simptomatis,   demam   dengan antipiretik. Jika terjadi infeksi  bakteri sekunder, diberikan antibiotik.

3.  Suplementasi vitamin A diberikan pada:

a. Bayi usia kurang dari 6 bulan 50.000 IU/hari PO diberi 2 dosis. b. Usia 6-11 bulan 100.000 IU/hari PO 2 dosis.

c. Usia di atas 1 tahun 200.000 IU/hari PO 2 dosis.

d. Anak dengan tanda defisiensi vitamin A, 2 dosis pertama sesuai usia, dilanjutkan dosis ketiga sesuai usia yang diberikan 2-4 minggu kemudian.

 

Konseling dan Edukasi

Edukasi keluarga dan pasien bahwa morbili merupakan penyakit yang menular. Namun demikian, pada sebagian besar pasien infeksi dapat sembuh  sendiri,  sehingga  pengobatan  bersifat  suportif.  Edukasi pentingnya memperhatikan cairan yang hilang dari diare/emesis. Untuk anggota keluarga/kontak yang rentan, dapat diberikan vaksin campak  atau  human  immunoglobulin  untuk  pencegahan.  Vaksin efektif  bila  diberikan  dalam  3  hari  terpapar  dengan  penderita. Imunoglobulin dapat diberikan pada individu dengan gangguan imun, bayi usia 6 bulan -1 tahun, bayi usia kurang dari 6 bulan yang lahir dari ibu tanpa imunitas campak, dan wanita hamil.

 

Kriteria Rujukan

Perawatan   di   rumah   sakit   untuk   campak   dengan   komplikasi

(superinfeksi bakteri, pneumonia, dehidrasi, croup, ensefalitis)

 

Peralatan

Tidak  diperlukan  peralatan  khusus  untuk  menegakkan  diagnosis morbili.

 

Prognosis

Prognosis  pada  umumnya  baik  karena  penyakit  ini  merupakan penyakit self-limiting disease.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER