MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP HERPES ZOSTER TANPA KOMPLIKASI

 

100

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

HERPES ZOSTER

TANPA KOMPLIKASI

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Herpes Zoster adalah infeksi kulit dan mukosa yang disebabkan oleh virus Varisela-zoster. Infeksi ini merupakan reaktivasi virus yang terjadi setelah infeksi primer. Herpes Zoster jarang terjadi pada anak- anak dan dewasa muda, kecuali pada pasien muda dengan AIDS, limfoma, keganasan, penyakit imunodefisiensi dan pada pasien yang menerima  transplantasi  sumsum  tulang  atau  ginjal.  Penyakit  ini terjadi  kurang  dari  10%  pada  pasien  yang berusia kurangdari 20 tahun dan hanya 5% terjadi pada pasien yang berusia kurang dari 15 tahun.Insiden herpes zoster meningkat seiring dengan pertambahan usia. Prevalensi penyakit ini pada pria dan wanita sama.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan Herpes Zoster tanpa komplikasi

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

Keluhan

Nyeri radikular dan gatal terjadi sebelum erupsi. Keluhan dapat disertai dengan gejala prodromal sistemik berupa demam, pusing, dan malaise. Setelah itu timbul gejala kulit kemerahan yang dalam waktu singkat menjadi vesikel berkelompok dengan dasar eritem dan edema.

 

Faktor Risiko

1.  Umumnya terjadi pada orang dewasa, terutama orang tua.

2.  Imunodefisiensi

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

 

Pemeriksaan Fisik

Sekelompok vesikel dengan dasar eritem yang terletak unilateral sepanjang distribusi saraf spinal atau kranial. Lesi bilateral jarang ditemui, namun seringkali, erupsi juga terjadi pada dermatom di dekatnya.

 

Pemeriksaan Penunjang

Pada umumnya tidak diperlukan pemeriksaan penunjang.

 

Penegakan Diagnosis (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Catatan untuk diperhatikan:

1. Herpes zoster hemoragik, yaitu jika vesikel mengandung darah.

2. Herpes  zoster  generalisata,  yaitu  kelainan  kulit  unilateral  dan segmental ditambah kelainan kulit generalisata berupa vesikel soliter yang berumbilikasi.

Keduanya    merupakan     tanda     bahwa     pasien     mengalami imunokompromais.

3. Herpes  zoster  oftalmikus,  yaitu  infeksi  cabang  pertama  nervus trigeminus    sehingga   menimbulkan   kelainan   pada   mata,   di samping itu juga cabang kedua dan ketiga menyebabkan kelainan kulit pada daerah persarafannya.

4. Herpes  zoster  abortif,  yaitu  penyakit  yang  hanya  berlangsung dalam waktu singkat dan kelainan kulit hanya berupa beberapa vesikel dan eritem.

 

Diagnosis Banding

1.  Herpes simpleks

2.  Dermatitis venenata

3.  Pada saat nyeri prodromal, diagnosis dapat menyerupai migrain, nyeri pleuritik, infark miokard, atau apendisitis.

 

Komplikasi

1.  Neuralgia pasca-herpetik

2.  Ramsay  Hunt  Syndrome:  herpes  pada  ganglion  genikulatum, ditandai       dengan   gangguan   pendengaran,   keseimbangan   dan paralisis parsial.

3.  Pada penderita dengan imunodefisiensi (HIV, keganasan, atau usia lanjut),  vesikel  sering  menjadi  ulkus  dengan  jaringan  nekrotik dapat terjadi infeksi sistemik.

4.  Pada  herpes  zoster  oftalmikus  dapat  terjadi  ptosis  paralitik, keratitis, skleritis, uveitis, korioretinitis, serta neuritis optik.

5.  Paralisis motorik.

 

Penatalaksanaan komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan

1.  Terapi suportif dilakukan dengan menghindari gesekan kulit yang mengakibatkan       pecahnya   vesikel,   pemberian   nutrisi   TKTP, istirahat dan mencegah kontak dengan orang lain.

2.  Gejala prodromal diatasi sesuai dengan indikasi. Aspirin dihindari oleh karena dapat menyebabkan Reye’s syndrome.

3.  Pengobatan topikal:

Stadium vesikel: bedak salisil 2% atau bedak kocok kalamin agar vesikel tidak pecah.

Apabila erosif, diberikan kompres terbuka. Apabila terjadi ulserasi, dapat dipertimbangkan pemberian salep antibiotik.

4.  Pengobatan antivirus oral, antara lain dengan:

a. Asiklovir: dewasa 5 x 800 mg/hari, anak-anak 4 x 20 mg/kgBB (dosis maksimal 800 mg), selama 7 hari, atau

b.  Valasiklovir: dewasa 3 x 1000 mg/hari.

Pemberian obat tersebut selama 7-10 hari dan efektif diberikan pada 24 jam pertama setelah timbul lesi.

 

Konseling dan Edukasi

Konseling dan edukasi dilakukan kepada pasien mengenai:

1.  Edukasi tentang perjalanan penyakit Herpes Zoster.

2.  Edukasi bahwa lesi biasanya membaik dalam 2-3 minggu pada individu imunokompeten.

3.  Edukasi mengenai seringnya komplikasi neuralgia pasca-herpetik.

 

Kriteria Rujukan

Pasien dirujuk apabila:

1.  Penyakit tidak sembuh pada 7-10 hari setelah terapi.

2.  Terjadi pada pasien bayi, anak  dan geriatri (imunokompromais).

3.  Terjadi komplikasi.

4.  Terdapat penyakit penyerta yang menggunakan multifarmaka.

 

Peralatan

Tidak  diperlukan  peralatan  khusus  untuk  mendiagnosis  penyakit

Herpes Zoster.

 

Prognosis

Pasien dengan imunokompeten, prognosis umumnya adalah bonam, sedangkan  pasien  dengan  imunokompromais,  prognosis  menjadi dubia ad bonam.

F. Diagram Alir

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER