MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Monday, March 30, 2026

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PENYULUHAN PASIEN TB

 

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PENYULUHAN PASIEN TB DI PUSKESMAS KLATEN SELATAN

 

1.   Pendahuluan

 

TB sampai sat ini masih merupakan permasalahan masyarakat didunia,meskipun pengendalian dengan strategi DOTS telah diterapkan sejak Tahun 1995

Diperkirakan sekitar sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi oleh.Mycobacterium tuberkulosis. Pada tahun 1995, diperkirakan ada 9 juta pasien TB baru dan 3 juta kematian akibat TB diseluruh dunia. Diperkirakan 95% Kasus TB dan 98% kematian akibat TB didunia, terjadi pada negara-negara berkembang. Demikian juga, kematian wanita akibat TB lebih banyak dari pada kematian karena kehamilan, persalinan dan nifas.

Sekitar 75% pasien TB adalah kelompok usia yang paling produktif secara ekonomis (15-50 tahun). Diperkirakan seorang pasien TB dewasa, akan kehilangan rata-rata waktu kerjanya 3 sampai 4 bulan. Hal tersebut berakibat pada kehilangan pendapatan tahunan rumah tangganya sekitar 20-30%. Jika ia meninggal akibat TB, maka akan kehilangan pendapatannya sekitar 15 tahun. Selain merugikan secara ekonomis, TB juga memberikan dampak buruk lainnya secara sosial ,stigma bahkan dikucilkan oleh masyarakat.

Pada tahun 1990-an, situasi TB didunia semakin memburuk, jumlah kasus TB meningkat dan banyak yang tidak berhasil disembuhkan, terutama pada negara yang dikelompokkan dalam 22 negara dengan masalah TB besar (high burden countries). Menyikapi hal tersebut, pada tahun 1993, WHO mencanangkan TB sebagai kedaruratan dunia (global)

Kegiatan penemuan pasien terdiri dari penjaringan suspek, diagnosis, penentuan klasifikasi penyakit dan tipe pasien.Penemuan pasien merupakan langkah pertama dalam kegiatan penanggulangan TB. Penemuan  dan penyembuhan pasien TB menular secara bermakna akan dapat menurunkan kesakitan dan kematian akibat TB,penularan TB dimasyarakat dan sekaligus merupakan kegiatan pencegahan penularan TB yang paling efektif dimasyarakat.

 

 

 

 

II. TUJUAN

A.   TUJUAN UMUM :

Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TB dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

 

B.  TUJUAN KHUSUS :

a.    Meningkat penemuan penderita TB dengan bta positive secara dini

b.   Meningkatkan  peran serta masyarakat dalam penanggulangan penyakit TBC

c.     Mengontrol pola hidup dan  cara minum obat yang benar sesuai dengan standart mutu.

d.    Mempermudah akses pelayanan penderita TB untuk mendapatkan   pelayanan  yang sesuai dengan standart mutu.

 

III.  TARGET

Merujuk pada target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang ditetapkan pemerintah setiap 5 tahun.Pada RPJMN 2010-2014 maka diharapkan penurunan jumlah kasus TB per 100,000penduduk dari 235 menjadi 224, Persentase kasus baru TB paru (BTA positif) yang ditemukan dari 73% menjadi 90% dan Persentase kasus baru TB paru (BTA positif) yang disembuhkan dari 85% menjadi 88%.

Target utama pengendalian TB pada tahun 2015-2019 adalah penurunan insidensi TB yang lebih cepat dari hanya sekitar 1-2per tahun menjadi 3-4% per tahun dan penurunan angka mortalitas > dari 4-5% pertahun.Diharapkan pada tahun 2020 Indonesia bisa mencapai target penurunan insidensi sebesar 20% dan angka mortalitas sebesar 25% dari angka insidensi tahun 2015.

 

 

IV. TIM PENANGGULANGAN TB PUSKESMAS KLATEN SELATAN

1.   Penanggung jawab             : drg. E. Dwi Atmanti N

2.   Dokter penanggung jawab  : dr. Sri Suhartanti A.

3.   Penangung jawab Program : Sri Maryanti

4.   Analis                               : Yuli Marsanti

 

 

 

 

 

V. KEGIATAN

1. Tatalaksana TB Paripurna

a. Promosi Tuberkulosis

b. Pencegahan Tuberkulosis

c. Penemuan pasien Tuberkulosis

d. Pengobatan pasien Tuberkulosis

e. Rehabilitasi pasien Tuberkulosis

2. Manajemen Program TB

a. Perencanaan program pengendalian Tuberkulosis

b. Monitoring dan evaluasi program pengendalian Tuberkulosis

c. Pengelolaan logistik program pengendalian Tuberkulosis

d. Pengembangan ketenagaan program pengendalian Tuberkulosis

e. Promosi program pengendalian Tuberkulosis.

3. Pengendalian TB Komprehensif

a. Penguatan layanan Laboratorium Tuberkulosis;

b. Public-Private Mix Tuberkulosis;

c. Kelompok rentan: pasien Diabetes Melitus (DM), ibu hamil, gizi buruk;

d. Kolaborasi TB-HIV;

e. TB Anak;

f. Pemberdayaan Masyarakat dan Pasien TB;

 

VI. TATA LAKSANAKAN PASIEN TB

1.   Strategi Penemuan

Ø  Penemuan pasien TB dilakukan secara pasif dengan promosi aktif

Ø  Pemeriksaan terhadap  kontak pasien TB terutama mereka yang BTA positif

2.   Pemeriksaan laboratorium

Pemeriksaan dahak mikroskopis langsung : S-P-S

3.   Diagnosis TB

Ø  Gejala utama : batuk berdahak 2-3 minggu

Ø  Gejala tambahan : batuk darah,sesak napas,napsu makan turun,malaise,demam/meriang lebih dari 1 bulan,keringat malam

Ø  Hasil dahak (BTA)

 

 

 

 

 

 

 

 

4.   Klasifikasi

a.     Berdasarkan organ tubuh yang terkena :

Ø  TB Paru

Ø  TB Ekstra Paru

b.     Berdasarkan hasil pemeriksaan dahak :

Ø  TB paru BTA Positif

Ø  TB Paru BTA Negatif

c.     Berdasarkan riwayat riwayat pengobatan

Ø  Baru                                   

Ø  Relaps

Ø  Default

Ø  Failure

Ø  Transfer in

5.   Pengobatan

Ø  Paduan OAT  FDC Kategori 1

Ø  Paduan OAT FDC  kategori 2

Ø  Paduan OAT FDC  kategori Anak

6.   Pemantauan dan pengawasan minum obat

7.   Pemantauan hasil pengobatan

Ø  Pemeriksaan cek dahak folow up bulan ke-2

Ø  Pemeriksaan cek dahak folow up bulan ke-5

Ø  Pemeriksaan cek dahak akhir pengobatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I.            JADUAL KEGIATAN PENGENDALIAN PROGRAM TB

 

No

Kegiatan

2016

No

Kegiatan

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Ags

Sep

Okt

Nov

Des

1

Penyuluhan

 

 

x

 

 

x

 

 

x

 

 

x

2

Penjaringan suspek

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

3

Pemeriksaan

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

X

4

Pengobatan

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

5

Pengiriman suspek

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

6

Paguyuban TB

 

 

 

x

 

 

 

x

 

 

 

x

7

Pemeriksaan kontak

 

 

x

 

 

x

 

 

x

 

 

x

8

pencatatan dan pelaporan

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

 

 

VI.     Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporannya

Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilakukan tiap bulan sesuai dengan jadual kegiatan, denganpelaporanhasil-hasil yang   dicapai pada bulantersebut

 

VII. Pencatatan, pelaporandanevaluasikegiatan

         Sensusharian indicator mutudanpelaporandilakukansetiapbulan

         Dilakukanpencatatan dan pelaporanindikator pelayanan klinis dari tiap unit kerja

         Dilakukan pelaporan hasil analisis penilaian kinerja pelayanan klinis tiap tiga bulan oleh ketua PMKP kepada Kepala Puskesmas, dan didistribusikan kepada unit-unit terkait untuk ditindak lanjut

         Dilakukan pelaporan tahunan hasil analisis penilaian kinerja pelayanan klinis oleh Ketua PMKP kepada Kepala Puskesmas.

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER