|
|
SOP Alur
Pengkajian Pasien Fisioterapi |
|
|||
|
SOP |
No. Dokumen |
: |
…………. |
||
|
No. Revisi |
: |
…………. |
|||
|
TanggalTerbit |
: |
………… |
|||
|
Halaman |
: |
……….. |
|||
|
PUSKESMAS KLATEN SELATAN |
|
drg.E Dwi Atmanti Nuswantari NIP. 19630717 199303 2 002 |
|||
|
1. Pengertian |
kegiatan yang dilakukan
fisioterapis mulai dari anamnesa, observasi dan pemeriksaan fisik sebagai
acuan untuk menentukan masalah, rencana, tujuan dan program terapi yang tepat
bagi pasien |
||||||||||||||
|
2. Tujuan |
-Untuk memperoleh data yang menyeluruh tentang
pasien. -Untuk
menentukan masalah yang ada pada pasien -Untuk
menentukan rencana, tujuan dan program terapi yang tepat bagi pasien |
||||||||||||||
|
3. Kebijakan |
Dalam melakukan tindakan Pengkajian
pasien fisioterapi harus berdasarkan S.O.P yang tersedia. |
||||||||||||||
|
4. Referensi |
-Kepmenkes RI nomor no 376/Menkes/SK/III/2007 -Guide Line SPO Fisioterapi |
||||||||||||||
|
5. Alat&Bahan |
1.Stetoskop 2.Midline 3.Tensi darah 4.Sinar Infra Merah 5.Tens |
||||||||||||||
|
6. Prosedur |
1. Pasien baru datang dengan surat
rujukan/Rekam medis dari BP atau KIA, lakukan pemeriksaan. 2. Pemeriksaan dilakukan menurut
keperluannya dan tidak mengubah posisi pasien berulang-ulang. 4.Lakukan anamnesa terhadap pasien atau
keluarga. 5.Lakukan observasi berhubungan dengan
alat bantu, bentuk, kulit, pola jalan, fungsional dan mobilitas. 6.Lakukan pemeriksaan fisik berhubungan
dengan AROM, PROM, neuropsikologis, tes melawan tahanan, tes khusus. 7.Lakukan palpasi otot untuk mengetahui
adanya bengkak, spasme, dan keadaan tonus. 8.Lakukan pengukuran-pengukuran yang
diperlukan. 9.Tentukan masalah yang ada pada pasien.
10.Pasien tanpa surat rujukan dokter
yang kasusnya tidak dapat ditangani dirujuk 11.kepada Dokter Spesialis Rehabilitasi
Medik atau professional kesehatan lain yang lebih ahli dengan persetujuan
pasien. 12.Tentukan program terapi sesuai dengan
masalah yang ada dan kebutuhan pasien 13.Berikan edukasi dan program latihan
di rumah kepada pasien dan keluarga. 14. Lakukan pencatatan mengenai
pengkajian, program dan tujuan terapi pada catatan pemeriksaan fisioterapi
dan rekam medis pasien. |
||||||||||||||
|
7. BaganAlir |
Pemeriksaan
menurut keperluannya tidak mengubah posisi pasien dilakukan pemeriksaan Lakukan pencatatan program dan tujuan terapi Lakukan anamnesa terhadap
pasien atau keluarga. Lakukan pemeriksaan fisik,
neuropsikologis, tes melawan tahanan, tes khusus Lakukan observasi Lakukan palpasi Tentukan masalah pasien Pasien yang kasusnya tidak
dapat ditangani dirujuk kepada Dokter Spesialis
Rehabilitasi Medik Tentukan program terapi Berikan edukasi dan program
latihan di rumah Persetujuan Pasien baru datang dengan
surat rujukan, |
||||||||||||||
|
|
|
||||||||||||||
8. Hal-hal yang
perludiperhatikan |
a.
Indikasi dan
kontraindikasi tindakan atau intervensi. b.
monitoring |
||||||||||||||
|
9. Unit Terkait |
a. BP b. KIA c. Pustu d. Polindes |
||||||||||||||
|
10. Dokumen
Terkait |
a. Buku register Pasien b. Status rekam medis pasien |
|
11Rekam
Historis Perubahan |
|
No comments:
Post a Comment