|
110 Dinkes Kab Defgh |
SKROFULODERMA |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Skrofuloderma adalah suatu bentuk reaktivasi infeksi tuberkulosis akibat
penjalaran per kontinuitatum dari organ di bawah kulit seperti limfadenitis
atau osteomielitis yang membentuk abses dingin dan melibatkan kulit di
atasnya, kemudian pecah dan membentuk sinus di permukaan kulit. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan Skrofuloderma |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan Skrofuloderma biasanya dimulai dengan pembesaran
kelenjar getah bening tanpa tanda-tanda radang akut. Mula-mula hanya beberapa
kelenjar diserang, lalu makin banyak sampai terjadi abses memecah dan menjadi
fistel kemudian meluas menjadi ulkus. Jika penyakitnya telah menahun, maka
didapatkan gambaran klinis yang lengkap. Faktor Risiko Sama dengan TB Paru Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana
(Objective) Pemeriksaan Fisik Lokasi
: leher, ketiak, lipat paha Efloresensi :
pembesaran kelenjar getah bening tanpa radang akut kecuali tumor
dengan konsistensi bermacam-macam, periadenitis,abses dan fistel multipel,
ulkus-ulkus khas, sikatriks-sikatriks yang memanjang dan tidak teratur
serta jembatan kulit. Pemeriksaan Penunjang 1.
Pemeriksaan dahak 2.
Pemeriksaan biakan Mycobacterium tuberculosis Penegakan Diagnostik (Assessment) Diagnosis Klinis Penegakan diagnosis melalui hasil anamnesis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Diagnosis Banding Limfosarkoma,
Limfoma maligna, Hidradenitis supurativa, Limfogranuloma venerum Komplikasi :- Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan Sama dengan TB Paru Pengobatan sistemik: Sama dengan TB Paru Rencana tindak lanjut: Memantau kriteria penyembuhan skrofuloderma, antara
lain: 1. Semua
fistel dan ulkus sudah menutup 2. Seluruh
kelenjar limfe sudah mengecil (< 1 cm, konsistensi keras) 3. Sikatriks
tidak eritematous 4. Laju Endap
Darah menurun Konseling dan Edukasi Sama dengan TB Paru Peralatan 1.
Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan laju endap darah dan
pemeriksaan BTA 2. Tes
tuberkulin Prognosis Bonam |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment