|
109 Dinkes Kab Defgh |
ERISIPELAS |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Erisipelas adalah penyakit infeksi
bakteri akut, biasanya disebabkan oleh Streptococcus, melibatkan dermis atas
dengan tanda khas meluas ke limfatik kutaneus superfisial. Erisipelas pada
wajah kebanyakan disebabkan oleh streptococcus grup A, sedangkan erisipelas
pada ekstremitas bawah kebanyakan
disebabkan oleh streptococcus non grup A. Di perkirakan 85% kasus
erisipelas terjadi pada ekstremitas bawah. Erisipelas kebanyakan terjadi
pada wanita, akan tetapi pada
usia muda lebih sering terjadi pada pria. Insidens tertinggi dilaporkan pada pasien
berusia 60 – 80 tahun khususnya pada pasien dengan gangguan saluran limfatik. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan erisipelas |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan Terdapat gejala konstitusi seperti demam dan malaise
sebelum terjadinya lesi pada kulit. Gejala umum pada lesi didapatkan gatal,
rasa terbakar, nyeri dan bengkak. Didahului trauma atau riwayat faringitis. Faktor Risiko: 1. Penderita
Diabetes Mellitus 2. Higiene
buruk 3. Gizi
kurang 4. Gangguan
saluran limfatik Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana
(Objective) Pemeriksaan Fisik Lokasi
: kaki, tangan dan wajah Efloresensi : eritema yang berwarna merah cerah, berbatas
tegas, dan pinggirnya meninggi dengan tanda-tanda radang akut. Dapat disertai
edema, vesikel dan bula. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan darah didapatkan leukositosis Penegakan Diagnostik(Assessment) Diagnosis Klinis Penegakan diagnosis melalui hasil anamnesis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Diagnosis Banding: Selulitis, Urtikaria Komplikasi: Ganggren,
Edema kronis, terjadi
scar, sepsis, demam
Scarlet, Pneumonia, Abses, Emboli, Meningitis Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan 1. Istirahat 2. Tungkai
bawah dan kaki yang diserang ditinggikan Pengobatan sistemik : 1. Analgetik
antipiretik 2. Antibiotik
: a. Penisilin
0,6 – 1,5 mega unit 5-10 hari b.
Sefalosporin 4 x 400 mg selama 5 hari Rencana tindak lanjut : 1. Memantau
terjadinya komplikasi 2. Mencegah
faktor risiko Konseling dan Edukasi 1. Bagi
penderita diabetes, tetap mengontrol gula darah 2. Menjaga
kebersihan badan Kriteria Rujukan Jika terjadi komplikasi Peralatan Peralatan laboratorium untuk pemeriksaan darah
rutin. Prognosis Dubia ad bonam |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment