MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP ERISIPELAS

 

109

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

ERISIPELAS

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Erisipelas adalah penyakit infeksi bakteri akut, biasanya disebabkan oleh Streptococcus, melibatkan dermis atas dengan tanda khas meluas ke limfatik kutaneus superfisial. Erisipelas pada wajah kebanyakan disebabkan oleh streptococcus grup A, sedangkan erisipelas pada ekstremitas  bawah  kebanyakan  disebabkan  oleh  streptococcus  non grup A. Di perkirakan 85% kasus erisipelas terjadi pada ekstremitas bawah.

Erisipelas kebanyakan  terjadi  pada  wanita, akan tetapi pada usia muda lebih sering terjadi pada pria. Insidens tertinggi dilaporkan pada pasien berusia 60 – 80 tahun khususnya pada pasien dengan gangguan saluran limfatik.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan erisipelas

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

Keluhan

Terdapat gejala konstitusi seperti demam dan malaise sebelum terjadinya lesi pada kulit. Gejala umum pada lesi didapatkan gatal, rasa terbakar, nyeri dan bengkak. Didahului trauma atau riwayat faringitis.

 

Faktor Risiko:

1.  Penderita Diabetes Mellitus

2.  Higiene buruk

3.  Gizi kurang

4.  Gangguan saluran limfatik

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

 

Pemeriksaan Fisik

Lokasi           :  kaki, tangan dan wajah

Efloresensi   :  eritema yang berwarna merah cerah, berbatas tegas, dan pinggirnya meninggi dengan tanda-tanda radang akut. Dapat disertai edema, vesikel dan bula.

 

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan darah didapatkan leukositosis

 

Penegakan Diagnostik(Assessment)

 

Diagnosis Klinis

Penegakan diagnosis melalui hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

 

Diagnosis Banding: Selulitis, Urtikaria

 

Komplikasi:

Ganggren,   Edema   kronis,   terjadi   scar,   sepsis,   demam   Scarlet, Pneumonia, Abses, Emboli, Meningitis

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan

1.  Istirahat

2.  Tungkai bawah dan kaki yang diserang ditinggikan

 

Pengobatan sistemik :

1.  Analgetik antipiretik

2.  Antibiotik :

a.  Penisilin 0,6 – 1,5 mega unit 5-10 hari b.  Sefalosporin 4 x 400 mg selama 5 hari

 

Rencana tindak lanjut :

1.  Memantau terjadinya komplikasi

2.  Mencegah faktor risiko

 

Konseling dan Edukasi

1.  Bagi penderita diabetes, tetap mengontrol gula darah

2.  Menjaga kebersihan badan

 

Kriteria Rujukan

Jika terjadi komplikasi

 

Peralatan

Peralatan laboratorium untuk pemeriksaan darah rutin.

 

Prognosis

Dubia ad bonam

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER