MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 13, 2026

SOP POLIMIALGIA REUMATIK

 

POLIMIALGIA REUMATIK

SOP

No. Dokumen   : SOP/VII/

                           UKP/     /16

No. Revisi        : -

Tanggal Terbit : 4 April 2016

Halaman          : 1/4

Puskesmas

.

 

.

1.      Pengertian

No. ICPC-2 : L99 Musculosceletal disease other

No. ICD-10 : M53.3 Polymyalgia rheumatica

Tingkat Kemampuan 3A

Masalah Kesehatan

Poly Myalgia Rheumatica (PMR) adalah suatu sindrom klinis dengan etiologi yang tidak diketahui yang mempengaruhi individu usia lanjut. Hal ini ditandai dengan myalgia proksimal dari pinggul dan gelang bahu dengan kekakuan pagi hari yang berlangsung selama lebih dari 1 jam.

2.      Tujuan

Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur

3.      Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas Banyumas Nomor 068/C.VII/01/16/006 tentang kebijakan pelayanan klinis Puskesmas Banyumas

4.      Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5.      Prosedur

Petugas Melakukan  Anamnesis (Subjective)

Keluhan

Pada sekitar 50 % pasien berada dalam kesehatan yang baik sebelum onset penyakit yang tiba-tiba. Pada kebanyakan pasien, gejala muncul pertama kali pada bahu. Sisanya, pinggul atau leher yang terlibat saat onset. Gejala terjadi mungkin pada satu sisi tetapi biasanya menjadi bilateral dalam beberapa minggu.

Gejala-gejala termasuk nyeri dan kekakuan bahu dan pinggul. Kekakuan mungkin begitu parah sehingga pasien mungkin mengalami kesulitan bangkit dari kursi, berbalik di tempat tidur, atau mengangkat tangan mereka di atas bahu tinggi. Kekakuan setelah periode istirahat (fenomena gel) serta kekakuan pada pagi hari lebih

dari 1 jam biasanya terjadi. Pasien juga mungkin menggambarkan sendi distal bengkak atau

Faktor Risiko: -

 

Petugas Melakukan  pemeriksaan fisik dan penunjang sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik Patognomonis

Tanda-tanda dan gejala polymyalgia rheumatic tidak spesifik, dan temuan obyektif pada pemeriksaan fisik sering kurang.

Gejala umumsebagai berikut:

1. Penampilan lelah

2. Pembengkakan ekstremitas distal dengan pitting edema.

 

Temuan muskuloskeletal sebagai berikut:

1. Kekuatan otot normal, tidak ada atrofi otot

2. Nyeri pada bahu dan pinggul dengan gerakan

3. Sinovitis transien pada lutut, pergelangan tangan, dan sendi sterno klavikula.

 

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED)

 

Petugas Melakukan  Penegakan Diagnostik(Assessment)

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan satu set kriteria diagnostik berikut, yaitu:

1. Usia onset 50 tahun atau lebih tua

2. Laju endap darah ≥ 40 mm / jam

3. Nyeri bertahan selama ≥ 1 bulan dan melibatkan 2 dari daerah berikut: leher, bahu, dan korset panggul

4. Tidak adanya penyakit lain dapat menyebabkan gejala muskuloskeletal

5. Kekakuan pagi berlangsung ≥ 1 jam

6. Respon cepat terhadap prednison (≤ 20 mg)

 

Diagnosis Banding

2/4

Amiloidosis, AA (Inflammatory), Depresi, Fibromialgia, Giant Cell Arteritis, Hipotiroidism, Multipel mieloma, Osteoartritis, Sindroma paraneoplastik, Artritis reumatoid.

Komplikasi : yang lebih jarang berupa edema tungkai.  Carpal tunnel syndrome dapat terjadi pada beberapa pasien.

 

Petugas Melakukan Penatalaksanaan komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

1. Prednison dengan dosis 10-15 mg peroral setiap hari, biasanya menghasilkan perbaikan klinis dalam beberapa hari.

2. ESR biasanya kembali ke normal selama pengobatan awal, tetapi keputusan terapi berikutnya harus berdasarkan status ESR dan klinis.

3. Terapi glukokortikoid dapat diturunkan secara bertahap dengan dosis pemeliharaan 5-10 mg peroral setiap hari tetapi harus dilanjutkan selama minimal 1 tahun untuk meminimalkan risiko kambuh.

Konsultasi dan Edukasi

Edukasi keluarga bahwa penyakit ini mungkin menimbulkan gangguan dalam aktivitas penderita, sehingga dukungan keluarga sangatlah penting.

Kriteria Rujukan

Setelah ditegakkan dugaan diagnosis, pasien dirujuk ke pelayanan kesehatan sekunder.

Peralatan

Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan darah

Prognosis

Prognosis adalah dubia ad bonam, tergantung dari ada/tidaknya komplikasi

6.      Unit Terkait

Pemeriksaan Umum, Tindakan, KIA-KB-Imunisasi, Kesehatan Gigi dan Mulut, Promosi Kesehatan, Farmasi, Ruangan Persalinan, Laboratorium.

7.      Rekaman Historis Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4/4

No comments:

Post a Comment

Popular Posts