MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 13, 2026

SOP RABIES

 

Description: C:\Users\Rawat Inap\Desktop\images.png

 

 

 

 

 

 

RABIES

Description: C:\Users\Rawat Inap\Desktop\images.jpg

 

SPO

No. Dokumen  :

SPO/ VII/ UKP/ 01/ 16

No. Revisi        :

Tanggal Terbit :

4 April 2016

  Halaman         : 1/4

Puskesmas I

.

 

.

Pengertian

Rabies adalah penyakit infeksi akut sistem saraf pusat (ensefalitis) yang disebabkan oleh virus rabies yang termasuk genus Lyssa-virus, family Rhabdoviridae dan menginfeksi manusia, terutama melalui gigitan hewan yang terinfeksi (anjing, monyet, kucing, serigala, kelelawar).

Tujuan

Agar petugas dapat menegakkan diagnosis rabies, melakukan penanganan pertama rabies dan melakukan pencegahan rabies.

Kebijakan

 

Referensi

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/514/2015

Prosedur

a.    Petugas memanggil pasien yang telah dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital oleh perawat,

b.    Petugas melakukan anamnesa pada pasien:

·    Terdapat riwayat tergigit, tercakar atau kontak dengan anjing, kucing, atau binatang lainnya yang:

1.  Positif rabies (hasil pemeriksaan otak hewan tersangka).

2. Mati dalam waktu 10 hari sejak menggigit bukan dibunuh).

3.  Tak dapat diobservasi setelah menggigit (dibunuh, lari, dan sebagainya).

4.  Tersangka rabies (hewan berubah sifat, malas makan, dan lain-lain).

Stadium Rabies:

·    Terdapat berupa demam, malaise, mual dan rasa nyeri di tenggorokan selama beberapa hari (stadium prodormal).

·    Penderita merasa nyeri, merasa panas disertai

 

Description: C:\Users\Rawat Inap\Desktop\images.png

RABIES

Description: C:\Users\Rawat Inap\Desktop\images.jpg

 

 

SPO

No. Dokumen  :

SPO/ VII/ UKP/ 01/ 16

 

No. Revisi        :

 

Tanggal Terbit :

4 April 2016

 

  Halaman         : 2/4

 

 

kesemutan pada tempat bekas luka kemudian disusul dengan gejala cemas, dan reaksi yang berlebihan terhadap rangsang sensoris (stadium sensoris).

·    Tonus otot dan aktivitas simpatis menjadi meninggi dan gejala hiperhidrosis, hipersalivasi, hiperlakrimasi, dan pupil dilatasi, khas muncul fobia seperti hidrofobia. Kontraksi otot faring dan otot pernapasan dapat ditimbulkan oleh rangsangan sensoris misalnya dengan meniupkan udara ke muka penderita. Pada stadium ini dapat terjadi apneu, sianosis, konvulsan, dan takikardia. Tindak tanduk penderita tidak rasional kadang maniakal disertai dengan responsif. Gejala eksitasi terus berlangsung sampai penderita meninggal (stadium eksitasi).

·    Sebagian besar penderita rabies meninggal dalam stadium sebelumnya, namun kadang ditemukan pasien yang tidak menunjukkan gejala eksitasi melainkan paresis otot yang terjadi secara progresif karena gangguan pada medulla spinalis (stadium paralisis).

c. Petugas melakukan pemeriksaan fisik meliputi

1. Pada saat pemeriksaan, luka gigitan mungkin sudah sembuh bahkan mungkin telah dilupakan.

2. Pada pemeriksaan dapat ditemukan gatal dan parestesia pada luka bekas gigitan yang sudah sembuh (50%), mioedema (menetap selama perjalanan penyakit).

3. Jika sudah terjadi disfungsi batang otak maka terdapat: hiperventilasi, hipoksia, hipersalivasi, kejang, disfungsi

 

 

Description: C:\Users\Rawat Inap\Desktop\images.png

RABIES

Description: C:\Users\Rawat Inap\Desktop\images.jpg

 

SPO

No. Dokumen  :

SPO/ VII/ UKP/ 01/ 16

No. Revisi        :

Tanggal Terbit :

4 April 2016

  Halaman         : 3/4

 

saraf otonom, sindroma abnormalitas ADH, paralitik/ paralisis flaksid.

4. Pada stadium lanjut dapat berakibat koma dan kematian.

5. Tanda patognomonis

6. Encephalitis Rabies: agitasi, kesadaran fluktuatif, demam tinggi yang persisten, nyeri pada faring terkadang seperti rasa tercekik (inspiratoris spasme), hipersalivasi, kejang, hidrofobia dan aerofobia.

d.  Diagnosis ditegakkan dengan riwayat gigitan (+) dan hewan yang menggigit mati dalam 1 minggu.

·    Gejala fase awal tidak khas: gejala flu, malaise, anoreksia, kadang ditemukan parestesia pada daerah gigitan.

·    Gejala lanjutan: agitasi, kesadaran fluktuatif, demam tinggi yang persisten, nyeri pada faring terkadang seperti rasa tercekik (inspiratoris spasme), hipersalivasi, kejang, hidrofobia dan aerofobia. dengan takipneu.

e.    Petugas melakukan penatalaksanaan:

·    Fase awal: Luka gigitan harus segera dicuci dengan air sabun (detergen) 5-10 menit kemudian dibilas dengan air bersih, dilakukan debridement dan diberikan desinfektan seperti alkohol 40-70% atau povidon iodin. Jika terkena selaput lendir seperti mata, hidung atau mulut, maka cucilah kawasan tersebut dengan air lebih lama; pencegahan dilakukan dengan pembersihan luka dan vaksinasi.

·    Rujuk ke RS untuk dilakukan pemberian Serum Anti Rabies (SAR). Penderita rabies yang sudah menunjukkan gejala rabies dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan sekunder yang memiliki dokter spesialis saraf.

 

Description: C:\Users\Rawat Inap\Desktop\images.png

RABIES

Description: C:\Users\Rawat Inap\Desktop\images.jpg

 

SPO

No. Dokumen  :

SPO/ VII/ UKP/ 01/ 16

No. Revisi        :

Tanggal Terbit :

4 April 2016

  Halaman         : 4/4

 

f.  Petugas melakukan konseling kepada keluarga pasien:

1. Keluarga ikut membantu dalam hal penderita rabies yang sudah menunjukan gejala rabies untuk segera dibawa untuk penanganan segera ke fasilitas kesehatan. Pada pasien yang digigit hewan tersangka rabies, keluarga harus menyarankan pasien untuk vaksinasi.

2. Laporkan kasus rabies ke dinas kesehatan setempat.

g.  Petugas mencuci tangan sebelum dan setelah tindakan .

h. Petugas menulis hasil pemeriksaan fisik, diagnosis, menandatangani rekam medis, serta melengkapi lembar surat rujukan pada pasien yang sudah menunjukkan gejala rabies.

Diagram Alir

Petugas melakukan anamnesa, cuci tangan, pemeriksaan fisik secara lengkap, kemudian cuci tangan setelah pemeriksaan

 

 
Oval: Petugas memanggil pasien

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Unit terkait

Poli Umum, UGD, Laboratorium, Radiologi, Farmasi, RM.

Rekaman Historis Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

Popular Posts