MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 13, 2026

SOP PNEUMOTORAKS

 

http://1.bp.blogspot.com/-zRa--V-lROU/VESO-LaPHfI/AAAAAAAAFEQ/SoM9IOfWkl8/s1600/kabupaten%2Bbanyumas.jpeg

PNEUMOTORAKS

http://dinkes.ciamiskab.go.id/wp-content/uploads/2015/11/lambangbarupkm-324x235.jpg

SOP

No. Dokumen   :

SOP/PU.VII/UKP/     /16

No. Revisi         :

Tanggal Terbit  :4 April 2016

Halaman           :1/4

Puskesmas

.

 

.

1.      Pengertian

No. ICPC-2 : R99 Respiratory Disease Other

No. ICD-10 : J93.9 Respiratory Disease other

Tingkat Kemampuan 4A

Masalah Kesehatan

Pneumotoraks adalah kondisi dimana terdapat udara bebas dalam rongga pleura. Insiden pneumotoraks sulit diketahui karena episodenya banyak yang tidak diketahui. Umumnya pria lebih banyak dari wanita.

Terdapat 2 jenis pneumotoraks, yaitu:

1.    Pneumotoraks spontan primer adalah pneumotoraks yang terjadi tanpa riwayat penyakit paru sebelumnya ataupun trauma, dan dapat terjadi pada individu yang sehat. Terutama lebih sering pada laki, tinggi dan kurus, dan perokok.

2.    Pneumotoraks spontan sekunder adalah pneumotoraks yang terjadi pada penderita yang memiliki riwayat penyakit paru sebelumnya seperti PPOK, TB paru dan lain-lain.

2.      Tujuan

Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur

3.      Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas Banyumas Nomor 068/C.VII/04/16/006 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Banyumas

4.      Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5.      Prosedur

Petugas Melakukan Anamnesis (Subjective)

Keluhan

1.    Pneumotoraks dapat menimbulkan keluhan atau tidak. Keluhan yang dapat timbul adalah sesak napas, yang dapat disertai nyeri dada pada sisi yang sakit. Nyeri dada tajam, timbul secara tiba-tiba, dan semakin nyeri jika menarik napas dalam atau terbatuk. Keluhan timbul mendadak ketika tidak sedang aktivitas.

2.    Faktor risiko, di antaranya:

2.1. Infeksi, misalnya: tuberkulosis, pneumonia

2.2. Trauma

2.3. Merokok

 

Petugas Melakukan Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

Gejala klinis :

1.    Hiperkapnia

2.    Hipotensi

3.    Takikardi

4.    Perubahan status mental

5.    Pemeriksaan fisik paru :

5.1. Inspeksi paru, tampak sisi yang sakit lebih menonjol dan tertinggal pada pernapasan

5.2. Palpasi paru, suara fremitus menurun di sisi yang sakit

5.3. Perkusi paru, ditemukan suara hipersonor dan pergeseran mediastinum ke arah yang sehat

5.4. Auskultasi paru, didapatkan suara napas yang melemah dan jauh

 

Pemeriksaan Penunjang:

1.    Foto toraks, didapatkan garis penguncupan paru yang sangat halus (pleural line), dan gambaran avaskuler di sisi yang sakit. Bila disertai darah atau cairan lainnya, akan tampak garis mendatar yang merupakan batas udara dan cairan (air fluid level).

2.    Pulse oxymetry. Pemeriksaan ini tidak untuk menegakkan diagnosis, namun untuk menilai apakah telah terjadi gagal napas.

 

Petugas Melakukan Penegakan Diagnostik (Assessment)

2/4

 
Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan untuk diagnosis definitif dengan pemeriksaan penunjang.

 

Komplikasi

1.    Kegagalan respirasi

2.    Kegagalan sirkulasi

3.    Kematian

 

Petugas Melakukan Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

1.    Oksigen

2.    Jika ada tanda kegagalan sirkulasi, dilakukan pemasangan IV line dengan cairan kristaloid

3.    Rujuk

 

Konseling dan Edukasi

Menjelaskan kepada pasien dan keluarga mengenai:

1.    Bahaya dan komplikasi pneumotoraks

2.    Pertolongan kegawatdaruratan pada pneumotoraks

3.    Perlunya rujukan segera ke RS

 

Kriteria Rujukan

Segera rujuk pasien yang terdiagnosis pneumotoraks, setelah dilakukan penanggulangan awal.

 

Peralatan

·       Infus set

·       Abbocath 14

·       Tabung oksigen

·       Kanul hidung

·       Sungkup sederhana

·       Lidocaine 2%

·       Spuit 3 cc, 5 cc, 10 cc, 20 cc, 50 cc

·       Three-way

·       Botol bervolume 500 cc

 

Prognosis

·      

3/4

 
Ad vitam : Dubia

·       Ad functionam : Dubia

·       Ad sanationam : Dubia

6.      Unit Terkait

Pemeriksaan Umum, R.Tindakan, KIA-KB-Imunisasi

7.      Rekaman Historis Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4/4

 
 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

Popular Posts