MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 13, 2026

SOP PIODERMA

 


PIODERMA

http://dinkes.ciamiskab.go.id/wp-content/uploads/2015/11/lambangbarupkm-324x235.jpg

SOP

No. Dokumen   :

SOP/VII/UKP/     /16

No. Revisi         :

Tanggal Terbit  :4 April 2016

Halaman           :1/4

Puskesmas

.

 

.

1.      Pengertian

No. ICPC-2 : S84 Impetigo

                     S76 Skin infection other

No. ICD-10 : L01 Impetigo

                     L02 Cutaneous abscess, furuncle and carbuncle

                     L08.0 Pyoderma

Tingkat Kemampuan :

Folikulitis superfisialis 4A

Furunkel, Furunkulosis dan Karbunkel 4A

Impetigo krustosa (impetigo contagiosa) dan Impetigo bulosa 4A

Ektima (impetigo ulseratif) 4A

Pioderma adalah infeksi kulit (epidermis, dermis dan subkutis) yang disebabkan oleh bakteri gram positif dari golongan Stafilokokus dan Streptokokus.

2.      Tujuan

Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur

3.      Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas Banyumas Nomor 068/C.VII/04/16/006 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Banyumas

4.      Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5.      Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan

Pasien datang mengeluh adanya koreng atau luka di kulit

1.    Awalnya berbentuk seperti bintil kecil yang gatal, dapat berisi cairan atau nanah dengan dasar dan pinggiran sekitarnya kemerahan. Keluhan ini dapat meluas menjadi bengkak disertai dengan rasa nyeri.

2.    Bintil kemudian pecah dan menjadi keropeng/koreng yang mengering, keras dan sangat lengket.

 

Faktor risiko:

1.    Higiene yang kurang baik

2.    Defisiensi gizi

3.    Imunodefisiensi (CD4 dan CD8 yang rendah)

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Folikulitis adalah peradangan folikel rambut yang ditandai dengan papul eritema perifolikuler dan rasa gatal atau perih.

Furunkel adalah peradangan folikel rambut dan jaringan sekitarnya berupa papul, vesikel atau pustul perifolikuler dengan eritema di sekitarnya dan disertai rasa nyeri.

Furunkulosis adalah beberapa furunkel yang tersebar.

Karbunkel adalah kumpulan dari beberapa furunkel, ditandai dengan beberapa furunkel yang berkonfluensi membentuk nodus bersupurasi di beberapa puncak.

Impetigo krustosa (impetigo contagiosa) adalah peradangan yang memberikan gambaran vesikel yang dengan cepat berubah menjadi pustul dan pecah sehingga menjadi krusta kering kekuningan seperti madu. Predileksi spesifik lesi terdapat di sekitar lubang hidung, mulut, telinga atau anus.

Impetigo bulosa adalah peradangan yang memberikan gambaran vesikobulosa dengan lesi bula hipopion (bula berisi pus).

Ektima adalah peradangan yang menimbulkan kehilangan jaringan dermis bagian atas (ulkus dangkal).

Pemeriksaan Penunjang

1.    Pemeriksaan dari apusan cairan sekret dari dasar lesi dengan pewarnaan Gram

2.    Pemeriksaan darah rutin kadang-kadang ditemukan leukositosis.

 

Penegakan diagnostik (Assessment)

Diagnosis Klinis

1. Folikulitis

2. Furunkel

2/4

 
3. Furunkulosis

4. Karbunkel

5. Impetigo bulosa dan krustosa

6. Ektima

 

Komplikasi

1.Erisipelas

2.Selulitis

3. Ulkus

4. Limfangitis

5. Limfadenitis supuratif

6. Bakteremia (sepsis)

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

1.    Terapi suportif dengan menjaga higiene, nutrisi TKTP dan stamina tubuh.

2.    Farmakoterapi dilakukan dengan:

2.1. Topikal:

2.1.1.     Bila banyak pus/krusta, dilakukan kompres terbuka dengan permanganas kalikus (PK) 1/5.000 atau yodium povidon 7,5% yang dilarutkan 10 kali.

2.1.2.     Bila tidak tertutup pus atau krusta, diberikan salep atau krim asam fusidat 2% atau mupirosin 2%, dioleskan 2-3 kali sehari selama 7-10 hari.

2.2. Antibiotik oral dapat diberikan dari salah satu golongan di bawah ini:

2.2.1.     Penisilin yang resisten terhadap penisilinase, seperti: kloksasilin. - Dosis dewasa: 3 x 250-500 mg/hari, selama 5-7 hari, selama 5-7 hari.

Dosis anak: 50 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 dosis, selama 5-7 hari.

2.2.2.     Amoksisilin dengan asam klavulanat. - Dosis dewasa: 3 x 250-500 mg

Dosis anak: 25 mg/kgBB/hari terbagi dalam 3 dosis, selama 5-7 hari

2.2.3.    

3/4

 
Klindamisin 4 x 150 mg per hari, pada infeksi berat dosisnya 4 x 300-450 mg per hari.

2.2.4.     Eritromisin: dosis dewasa: 4 x 250-500 mg/hari, anak: 20- 50 mg/kgBB/hari terbagi 4 dosis, selama 5-7 hari.

2.2.5.     Sefalosporin, misalnya sefadroksil dengan dosis 2 x 500 mg atau 2 x 1000 mg per hari. c. Insisi untuk karbunkel yang menjadi abses untuk membersihkan eksudat dan jaringan nekrotik.

 

Konseling dan Edukasi

Edukasi pasien dan keluarga untuk pencegahan penyakit dengan menjaga kebersihan diri dan stamina tubuh.

 

Kriteria Rujukan

Pasien dirujuk apabila terjadi:

1.    Komplikasi mulai dari selulitis.

2.    Tidak sembuh dengan pengobatan selama 5-7 hari.

3.    Terdapat penyakit sistemik (gangguan metabolik endokrin dan imunodefisiensi).

Prognosis

Apabila penyakit tanpa disertai komplikasi, prognosis umumnya bonam, bila dengan komplikasi, prognosis umumnya dubia ad bonam.

6.      Bagan Alir

Oval: Plan
Oval: Subjective

 

 

 

 

 

 

 

 

 


7.      Unit Terkait

Pemeriksaan Umum, R.Tindakan, KIA-KB-Imunisasi

8.      Rekaman Historis Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

4/4

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

Popular Posts