|
|
PERITONITIS |
|
||||||||||||||||||||||||
|
SOP |
No. Dokumen : SOP/VII/UKP/ /16 |
|||||||||||||||||||||||||
|
No. Revisi : |
||||||||||||||||||||||||||
|
Tanggal Terbit :4 April 2016 |
||||||||||||||||||||||||||
|
Halaman :1/3 |
||||||||||||||||||||||||||
|
Puskesmas . |
|
. |
||||||||||||||||||||||||
|
1.
Pengertian |
No. ICPC-2 : D99 Disease
digestive system, other No. ICD-10 : K65.9
Peritonitis, unspecified Tingkat Kemampuan 3B Masalah Kesehatan Peritonitis adalah
inflamasi dari peritoneum. Peritonitis dapat disebabkan oleh kelainan di
dalam abdomen berupa inflamasi dan penyulitnya misalnya perforasi
apendisitis, perforasi tukak lambung, perforasi tifus abdominalis. Ileus
obstruktif dan perdarahan oleh karena perforasi organ berongga karena trauma
abdomen. |
|||||||||||||||||||||||||
|
2.
Tujuan |
Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas
mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur |
|||||||||||||||||||||||||
|
3.
Kebijakan |
Keputusan
Kepala Puskesmas Banyumas Nomor 068/C.VII/04/16/006 tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis Puskesmas Banyumas |
|||||||||||||||||||||||||
|
4.
Referensi |
Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
|||||||||||||||||||||||||
|
5.
Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan 1.
Nyeri
hebat pada abdomen yang dirasakan terus-menerus selama beberapa jam, dapat
hanya di satu tempat ataupun tersebar di seluruh abdomen. Intensitas nyeri
semakin kuat saat penderita bergerak seperti jalan, bernafas, batuk, atau
mengejan. 2.
Bila
telah terjadi peritonitis bakterial, suhu badan penderita akan naik dan
terjadi takikardia, hipotensi dan penderita tampak letargik dan syok. 3.
Mual
dan muntah timbul akibat adanya kelainan patologis organ visera atau akibat
iritasi peritoneum. 4.
Kesulitan
bernafas disebabkan oleh adanya cairan dalam abdomen, yang dapat mendorong
diafragma. Hasil Pemeriksaan Fisik dan
Penunjang Sederhana (Objective) Pemeriksaan Fisik 1.
Pasien
tampak letargik dan kesakitan 2.
Dapat
ditemukan demam 3.
Distensi
abdomen disertai nyeri tekan dan nyeri lepas abdomen 4.
Defans
muskular 5.
Hipertimpani
pada perkusi abdomen 6.
Pekak
hati dapat menghilang akibat udara bebas di bawah diafragma 7.
Bising
usus menurun atau menghilang 8.
Rigiditas
abdomen atau sering disebut perut papan 9.
Pada
colok dubur akan terasa nyeri di semua arah, dengan tonus muskulus sfingter
ani menurun dan ampula rekti berisi udara. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang tidak
dilakukan di layanan tingkat pertama untuk menghindari keterlambatan dalam
melakukan rujukan. Penegakan Diagnostik (Assessment)
Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan
berdasar anamnesis dan pemeriksaan fisik dari tanda-tanda khas yang ditemukan
pada pasien. Diagnosis Banding: - Komplikasi 1.
Septikemia
2.
Syok
Penatalaksanaan
Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan
2/3 1.
Memperbaiki
keadaan umum pasien 2.
Pasien
puasa 3.
Dekompresi
saluran cerna dengan pipa nasogastrik atau intestinal 4.
Penggantian
cairan dan elektrolit yang hilang yang dilakukan secara intravena 5.
Pemberian
antibiotik spektrum luas intravena. 6.
Tindakan-tindakan
menghilangkan nyeri dihindari untuk tidak menyamarkan gejala Kriteria Rujukan Rujuk ke layanan sekunder
yang memiliki dokter spesialis bedah. Peralatan Nasogastric Tube Prognosis Prognosis untuk peritonitis
adalah dubia ad malam. |
|||||||||||||||||||||||||
|
6.
Bagan Alir |
|
|||||||||||||||||||||||||
7.
Unit Terkait |
Pemeriksaan Umum, R.Tindakan, KIA-KB-Imunisasi |
|||||||||||||||||||||||||
|
8.
Rekaman Historis Perubahan |
|
|||||||||||||||||||||||||
3/3


No comments:
Post a Comment