MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 13, 2026

SOP PERITONITIS

 


PERITONITIS

http://dinkes.ciamiskab.go.id/wp-content/uploads/2015/11/lambangbarupkm-324x235.jpg

SOP

No. Dokumen   :

SOP/VII/UKP/        /16

No. Revisi         :

Tanggal Terbit  :4 April 2016

Halaman           :1/3

Puskesmas

.

 

.

1.      Pengertian

No. ICPC-2 : D99 Disease digestive system, other

No. ICD-10 : K65.9 Peritonitis, unspecified

Tingkat Kemampuan 3B

Masalah Kesehatan

Peritonitis adalah inflamasi dari peritoneum. Peritonitis dapat disebabkan oleh kelainan di dalam abdomen berupa inflamasi dan penyulitnya misalnya perforasi apendisitis, perforasi tukak lambung, perforasi tifus abdominalis. Ileus obstruktif dan perdarahan oleh karena perforasi organ berongga karena trauma abdomen.

2.      Tujuan

Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur

3.      Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas Banyumas Nomor 068/C.VII/04/16/006 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Banyumas

4.      Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5.      Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan

1.    Nyeri hebat pada abdomen yang dirasakan terus-menerus selama beberapa jam, dapat hanya di satu tempat ataupun tersebar di seluruh abdomen. Intensitas nyeri semakin kuat saat penderita bergerak seperti jalan, bernafas, batuk, atau mengejan.

2.    Bila telah terjadi peritonitis bakterial, suhu badan penderita akan naik dan terjadi takikardia, hipotensi dan penderita tampak letargik dan syok.

3.    Mual dan muntah timbul akibat adanya kelainan patologis organ visera atau akibat iritasi peritoneum.

4.    Kesulitan bernafas disebabkan oleh adanya cairan dalam abdomen, yang dapat mendorong diafragma.

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

1.    Pasien tampak letargik dan kesakitan

2.    Dapat ditemukan demam

3.    Distensi abdomen disertai nyeri tekan dan nyeri lepas abdomen

4.    Defans muskular

5.    Hipertimpani pada perkusi abdomen

6.    Pekak hati dapat menghilang akibat udara bebas di bawah diafragma

7.    Bising usus menurun atau menghilang

8.    Rigiditas abdomen atau sering disebut perut papan

9.    Pada colok dubur akan terasa nyeri di semua arah, dengan tonus muskulus sfingter ani menurun dan ampula rekti berisi udara.

 

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang tidak dilakukan di layanan tingkat pertama untuk menghindari keterlambatan dalam melakukan rujukan.

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis dan pemeriksaan fisik dari tanda-tanda khas yang ditemukan pada pasien.

Diagnosis Banding: -

Komplikasi

1.    Septikemia

2.    Syok

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

2/3

 
Pasien segera dirujuk setelah penegakan diagnosis dan penatalaksanaan awal seperti berikut:

1.    Memperbaiki keadaan umum pasien

2.    Pasien puasa

3.    Dekompresi saluran cerna dengan pipa nasogastrik atau intestinal

4.    Penggantian cairan dan elektrolit yang hilang yang dilakukan secara intravena

5.    Pemberian antibiotik spektrum luas intravena.

6.    Tindakan-tindakan menghilangkan nyeri dihindari untuk tidak menyamarkan gejala

 

Kriteria Rujukan

Rujuk ke layanan sekunder yang memiliki dokter spesialis bedah.

 

Peralatan

Nasogastric Tube

 

Prognosis

Prognosis untuk peritonitis adalah dubia ad malam.

6.      Bagan Alir

Oval: Plan
Oval: Subjective

 

 

 

 

 

 

 

 

 


7.      Unit Terkait

Pemeriksaan Umum, R.Tindakan, KIA-KB-Imunisasi

8.      Rekaman Historis Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

 

3/3

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER