MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP NAPKIN ECZEMA

 

132

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

NAPKIN ECZEMA

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Napkin eczema sering disebut juga dengan dermatitis popok atau diaper rash adalah dermatitis di daerah genito-krural sesuai dengan tempat kontak popok. Umumnya pada bayi pemakai popok dan juga orang dewasa yang sakit dan memakai popok. Dermatitis ini merupakan salah satu dermatitis kontak iritan akibat isi napkin (popok).

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan napkin eczema

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

Keluhan

Pasien datang dengan keluhan gatal dan bercak merah berbatas tegas mengikuti bentuk popok yang berkontak, kadang-kadang basah dan membentuk luka.

 

Faktor Risiko

1.  Popok jarang diganti.

2.  Kulit bayi yang kering sebelum dipasang popok.

3.  Riwayat atopi diri dan keluarga.

4.  Riwayat alergi terhadap bahan plastik dan kertas.

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

Tanda patognomonis

1.  Makula eritematosa berbatas agak tegas (bentuk mengikuti bentuk popok yang berkontak)

2.  Papul

3.  Vesikel

4.  Erosi

5.  Ekskoriasi

6.  Infiltran dan ulkus bila parah

7.  Plak eritematosa (merah cerah), membasah, kadang pustul, lesi satelit (bila terinfeksi jamur).

 

Pemeriksaan Penunjang

Bila diduga terinfeksi jamur kandida, perlu dilakukan pemeriksaanKOH atau Gram dari kelainan kulit yang basah.

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

 

Diagnosis Banding

1.  Penyakit Letterer-Siwe

2.  Akrodermatitis enteropatika

3.  Psoriasis infersa

4.  Eritrasma Komplikasi Infeksi sekunder

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan

1. Untuk mengurangi gejala dan mencegah bertambah beratnya lesi, perlu dilakukan hal berikut:

a.Ganti  popok  bayi  lebih  sering,  gunakan  pelembab  sebelum memakaikan popok bayi.

b. Dianjurkan   pemakaian   popok   sekali   pakai   jenis   highly absorbent.

2.  Prinsip pemberian farmakoterapi yaitu untuk menekan inflamasi dan mengatasi infeksi kandida.

a.Bila ringan: krim/salep bersifat protektif (zinc oxide/pantenol) dipakai 2 kali sehari selama 1 minggu atau kortikosteroid potensi  lemah  (hidrokortison  salep  1-2,5%)  dipakai  2  kali sehari selama 3-7 hari.

b.Bila terinfeksi kandida: berikan antifungal nistatin sistemik 1 kali sehari selama 7 hari atau derivat azol topikal dikombinasi dengan zinc oxide diberikan 2 kali sehari selama 7 hari.

 

Konseling dan Edukasi

1.Memberitahu keluarga mengenai penyebab dan menjaga higiene kulit.

2.Mengajarkan cara penggunaan popok dan mengganti secepatnya bila popok basah.

3. Mengganti popok sekali pakai bila kapasitas telah penuh.

 

Pemeriksaan Penunjang Lanjutan

Biasanya tidak perlu dilakukan, hanya dilakukan untuk mengekslusi diagnosis banding.

 

Rencana Tindak Lanjut

Bila gejala tidak menghilang setelah pengobatan standar selama 1 minggu, dilakukan:

1.  Pengobatan dapat diulang 7 hari lagi.

2.  Pertimbangkan untuk pemeriksaan ulang KOH atau Gram.

 

Kriteria Rujukan

Bila  keluhan  tidak  membaik  setelah  pengobatan  standarselama  2 minggu.

 

Peralatan

Peralatan laboratorium untuk pemeriksaan KOH dan Gram

 

Prognosis

Prognosis umumnya bonam dan dapat sembuh tanpa komplikasi.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment