|
133 Dinkes Kab Defgh |
DERMATITIS
SEBOROIK |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Dermatitis seboroik (DS) merupakan istilah yang digunakan untuk
segolongan kelainan kulit yang didasari oleh faktor konstitusi (predileksi di
tempat-tempat kelenjar sebum). Dermatitis seboroik berhubungan erat dengan
keaktifan glandula sebasea. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan dermatitis seboroik |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan Pasien datang dengan keluhan munculnya bercak merah
dan kulit kasar. Kelainan awal hanya berupa ketombe ringan pada kulit kepala
(pitiriasis sika) sampai keluhan lanjut berupa keropeng yang berbau tidak
sedap dan terasa gatal. Faktor Risiko Genetik, faktor kelelahan, stres emosional ,
infeksi, defisiensi imun, jenis kelamin pria lebih sering daripada wanita,
usia bayi bulan 1 dan usia 18-40 tahun, kurang tidur Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana
(Objective) Pemeriksaan Fisik Tanda patognomonis 1. Papul
sampai plak eritema 2. Skuama
berminyak agak kekuningan 3. Berbatas
tidak tegas Lokasi predileksi Kulit kepala, glabela, belakang telinga, belakang
leher, alis mata, kelopak mata, liang telinga luar, lipat naso labial,
sternal, areola mammae, lipatan bawah mammae pada wanita, interskapular,
umbilikus, lipat paha, daerah angogenital Bentuk klinis lain Lesi berat: seluruh kepala tertutup oleh krusta,
kotor, dan berbau (cradle cap). Pemeriksaan Penunjang Pada umumnya tidak diperlukan pemeriksaan penunjang. Penegakan Diagnostik (Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik. Diagnosis Banding Psoriasis (skuamanya berlapis-lapis, tanda Auspitz,
skuama tebal seperti mika), Kandidosis (pada lipat paha dan perineal, eritema
bewarna merah cerah berbatas tegas dengan lesi satelit disekitarnya),
Otomikosis, Otitis eksterna. Komplikasi Pada anak, lesi bisa meluas menjadi penyakit Leiner
atau eritroderma. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan 1. Pasien
diminta untuk memperhatikan faktor
predisposisi terjadinya keluhan, misalnya stres emosional dan kurang
tidur. Diet juga disarankan untuk mengkonsumsi makanan rendah lemak. 2.
Farmakoterapi dilakukan dengan: a. Topikal Bayi: • Pada lesi
di kulit kepala bayi diberikan asam salisilat 3% dalam minyak kelapa atau vehikulum yang larut air
atau kompres minyak kelapa
hangat 1 kali
sehari selama beberapa hari. • Dilanjutkan
dengan krim hidrokortison 1%
atau lotion selama beberapa
hari. • Selama pengobatan, rambut tetap dicuci. Dewasa: •Pada
lesi di kulit
kepala, diberikan shampo
selenium sulfida 1,8 atau shampo ketokonazol 2%, zink pirition (shampo
anti ketombe), atau pemakaian preparat ter (liquor carbonis detergent) 2-5 %
dalam bentuk salep dengan frekuensi 2-3 kali seminggu selama 5-15 menit per
hari. •Pada lesi di badan diberikan kortikosteroid
topikal: Desonid krim 0,05% (catatan: bila tidak tersedia dapat digunakan
fluosinolon asetonid krim 0,025%) selama maksimal 2 minggu. •Pada kasus dengan manifestasi dengan inflamasi yang
lebih berat diberikan kortikosteroid kuat misalnya betametason valerat krim
0,1%. • Pada kasus dengan infeksi jamur, perlu
dipertimbangkan pemberian ketokonazol krim 2%. b. Oral
sistemik • Antihistamin sedatif yaitu: klorfeniramin maleat 3
x 4 mg per hari selama 2 minggu,
setirizin 1 x 10 mg per hari selama 2 minggu. • Antihistamin non sedatif yaitu: loratadin 1x10
mgselama maksimal 2 minggu. Konseling dan Edukasi 1.
Memberitahukan kepada orang
tua untuk menjaga
kebersihan bayi dan rajin merawat kulit kepala bayi. 2.
Memberitahukan kepada orang tua bahwa kelainan ini umumnya
munculpada bulan-bulan pertama
kehidupan dan membaik seiring dengan pertambahan usia. 3.
Memberikan informasi bahwa
penyakit ini sukar
disembuhkan tetapi dapat terkontrol dengan mengontrol emosi dan
psikisnya. Kriteria Rujukan Pasien
dirujuk apabila tidak
ada perbaikan dengan
pengobatan standar. Peralatan: - Prognosis Prognosis pada umumnya bonam, sembuh tanpa
komplikasi. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment