|
134 Dinkes Kab Defgh |
PITIRIASIS
ROSEA |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Pitiriasis rosea merupakan suatu kondisi pada
kulit tubuh yang berupa ruam, berwarna merah muda atau merah, dan berbentuk
seperti bekas luka atau benjolan merah menyerupai tambalan. Penyakit ini belum diketahui sebabnya, dimulai dengan sebuah lesi inisial
berbentuk eritema dan skuama halus (mother patch), kemudian disusul oleh
lesi-lesi yang lebih kecil di badan, lengan dan paha atas, yang tersusun
sesuai dengan lipatan kulit. Penyakit ini biasanya sembuh dalam
waktu 3-8 minggu.
Pitiriasis rosea didapati
pada semua usia, terutama antara 15-40 tahun, dengan rasio pria dan
wanita sama besar. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan pitiriasis rosea |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan Pasien datang dengan keluhan lesi kemerahan yang
awalnya satu kemudian diikuti dengan lesi yang lebih kecil yang menyerupai
pohon cemara terbalik. Lesi ini kadang-kadang dikeluhkan terasa gatal ringan. Faktor Risiko Etiologi belum diketahui, ada yang mengatakan hal
ini merupakan infeksi virus karena merupakan self limited disease. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana
(Objective) Pemeriksaan Fisik Gejala konstitusi pada umumnya tidak terdapat,
sebagian penderita mengeluh gatal ringan. Penyakit dimulai dengan lesi
pertama (herald patch), umumnya di badan, soliter, berbentuk oval, dan
anular, diameternya sekitar 3 cm. Lesi terdiri atas eritema dan skuama halus
di atasnya. Lamanya beberapa hari sampai dengan beberapa minggu. Lesi
berikutnya timbul 4-10 hari setelah lesi pertama dengan gambaran serupa
dengan lesi pertama,
namun lebih kecil, susunannya sejajar dengan tulang
iga, sehingga menyerupai pohon cemara terbalik. Tempat predileksi yang sering
adalah pada badan, lengan atas bagian proksimal dan paha atas. Pemeriksaan Penunjang Bila
diperlukan, pemeriksaan mikroskopis
KOH dilakukan untuk menyingkirkan Tinea Korporis. Penegakan Diagnostik (Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik. Diagnosis Banding Tinea korporis, Erupsi obat Komplikasi Tidak ada komplikasi yang bermakna. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan Pengobatan
bersifat simptomatik, misalnya
untuk gatal diberikan antipruritus seperti bedak asam
salisilat 1-2% atau mentol 0,25-0,5%. Konseling dan Edukasi Edukasi pasien dan keluarga bahwa penyakit ini
swasirna. Kriteria Rujukan Tidak perlu dirujuk Peralatan Lup Prognosis Prognosis pada umumnya bonam karena penyakit sembuh
spontan dalam waktu 3-8 minggu. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment