|
E. Prosedur
|
Hasil Anamnesis
(Subjective)
Keluhan
Demam hilang
timbul, pada saat demam hilang disertai dengan
menggigil,
berkeringat, dapat disertai dengan sakit kepala, nyeri otot dan persendian,
nafsu makan menurun, sakit perut, mual muntah, dan diare.
Faktor Risiko
- Riwayat menderita malaria sebelumnya.
- Tinggal di daerah yang endemis malaria
- Pernah berkunjung 1-4 minggu di daerah endemik
malaria.
- Riwayat mendapat transfusi darah.
Hasil Pemeriksaan
Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik
- Tanda Patognomonis
- Pada periode demam:
- Kulit terlihat memerah, teraba panas, suhu
tubuh meningkat dapat sampai di atas 400C dan kulit kering.
- Pasien dapat juga terlihat pucat.
- Nadi teraba cepat
- Pernapasan cepat (takipneu)
- Pada periode dingin dan berkeringat:
- Kulit teraba dingin dan berkeringat.
- Nadi teraba cepat dan lemah
- Pada kondisi tertentu bisa ditemukan penurunan
kesadaran.
- Kepala : Konjungtiva anemis, sklera ikterik,
bibir sianosis, dan pada malaria serebral dapat ditemukan kaku kuduk.
- Toraks : Terlihat pernapasan cepat.
- Abdomen : Teraba pembesaran hepar dan limpa,
dapat juga ditemukan asites.
- Ginjal : bisa ditemukan urin berwarna coklat
kehitaman, oligouri atau anuria.
- Ekstermitas: akral teraba dingin merupakan
tanda-tanda menuju syok.
Pemeriksaan
Penunjang
- Pemeriksaan hapusan darah tebal dan tipis
ditemukan parasit Plasmodium.
- Rapid Diagnostic Test untuk malaria (RDT).
Penegakan
Diagnosis (Assessment)
Diagnosis Klinis
Diagnosis
ditegakkan berdasarkan anamnesis (Trias Malaria: panas – menggigil –
berkeringat), pemeriksaan fisik, dan ditemukannya parasit plasmodium pada
pemeriksaan mikroskopis hapusan darah tebal/tipis.
Klasifikasi
- Malaria falsiparum, ditemukan Plasmodium
falsiparum.
- Malaria vivaks ditemukan Plasmodium vivax.
- Malaria ovale, ditemukan Plasmodium ovale.
- Malaria malariae, ditemukan Plasmodium
malariae.
- Malaria knowlesi, ditemukan Plasmodium
knowlesi.
Diagnosis Banding
- Demam Dengue
- Demam Tifoid
- Leptospirosis
- Infeksi virus akut lainnya
Penatalaksanaan
komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
Pengobatan Malaria
falsiparum
- Lini pertama: dengan Fixed Dose Combination
(FDC) yang terdiri dari Dihydroartemisinin (DHA) + Piperakuin (DHP) tiap
tablet mengandung 40 mg Dihydroartemisinin dan 320 mg Piperakuin. Untuk
dewasa dengan Berat Badan (BB) sampai dengan 59 kg diberikan DHP per
oral 3 tablet satu kali per hari selama 3 hari dan Primakuin 2 tablet
sekali sehari satu kali pemberian, sedangkan untuk BB > 60 kg
diberikan 4 tablet DHP satu kali sehari selama 3 hari dan Primaquin 3
tablet sekali sehari satu kali pemberian. Dosis DHA = 2-4 mg/kgBB (dosis
tunggal), Piperakuin = 16-32 mg/kgBB (dosis tunggal), Primakuin = 0,75
mg/kgBB (dosis tunggal).
- Lini kedua (pengobatan malaria falsiparum yang
tidak respon terhadap pengobatan DHP): Kina + Doksisiklin/ Tetrasiklin +
Primakuin. Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali (3x/hari selama 7 hari),
Doksisiklin = 3,5 mg/kgBB per hari (dewasa, 2x/hari selama7 hari) , 2,2
mg/kgBB/hari ( 8-14 tahun, 2x/hari selama 7 hari) , Tetrasiklin = 4-5
mg/kgBB/kali (4x/hari selama 7 hari).
Pengobatan Malaria
vivax dan Malaria ovale
- Lini pertama: Dihydroartemisinin (DHA) +
Piperakuin (DHP), diberikan peroral satu kali per hari selama 3 hari,
primakuin= 0,25mg/kgBB/hari (selama 14 hari).
- Lini kedua (pengobatan malaria vivax yang tidak
respon terhadap pengobatan DHP): Kina + Primakuin. Dosis kina = 10
mg/kgBB/kali (3x/hari selama 7 hari), Primakuin = 0,25 mg/kgBB (selama
14 hari).
- Pengobatan malaria vivax yang relaps (kambuh):
- Diberikan lagi regimen DHP yang sama tetapi
dosis primakuin ditingkatkan menjadi 0,5 mg/kgBB/hari.
- Dugaan relaps pada malaria vivax adalah apabila
pemberian Primakiun dosis 0,25 mg/kgBB/hari sudah diminum selama 14 hari
dan penderita sakit kembali dengan parasit positif dalam kurun waktu 3
minggu sampai 3 bulan setelah pengobatan.
Pengobatan Malaria
malariae
Cukup diberikan
DHP 1 kali perhari selama 3 hari dengan dosis sama dengan pengobatan malaria
lainnya dan dengan dosis sama dengan pengobatan malaria lainnya dan tidak
diberikan Primakuin.
Pengobatan infeksi
campuran antara Malaria falsiparum dengan
Malaria vivax/
Malaria ovale dengan DHP
Pada penderita
dengan infeksi campuran diberikan DHP 1 kali perhari selama 3 hari, serta DHP
1 kali per hari selama 3 hari serta Primakuin dosis 0,25 mg/kgBB selama 14
hari.
Pengobatan malaria
pada ibu hamil
- Trimester pertama: Kina tablet 3 x 10mg/ kg BB
+ Klindamycin 10mg/kgBB selama 7 hari.
- Trimester kedua dan ketiga diberikan DHP tablet
selama 3 hari.
- Pencegahan/profilaksis digunakan Doksisiklin 1
kapsul 100 mg/hari diminum 2 hari sebelum pergi hingga 4 minggu setelah
keluar/pulang dari daerah endemis.
Pengobatan di atas
diberikan berdasarkan berat badan penderita.
Komplikasi
- Malaria serebral.
- Anemia berat.
- Gagal ginjal akut.
- Edema paru atau ARDS (Acute Respiratory
Distress Syndrome).
- Hipoglikemia.
- Gagal sirkulasi atau syok.
- Perdarahan spontan dari hidung, gusi, alat
pencernaan dan atau disertai kelainan laboratorik adanya gangguan
koagulasi intravaskular.
- Kejang berulang > 2 kali per 24 jam
pendidngan pada hipertermia.
- Asidemia (pH darah <7.25)atau asidosis
(biknat plasma < 15 mmol/L).
- Makroskopik hemoglobinuria karena infeksi
malaria akut.
Konseling dan
Edukasi
- Pada kasus malaria berat disampaikan kepada
keluarga mengenai prognosis penyakitnya.
- Pencegahan malaria dapat dilakukan dengan :
- Menghindari gigitan nyamuk dengan kelambu atau
repellen
- Menghindari aktivitas di luar rumah pada malam
hari
- Mengobati pasien hingga sembuh misalnya dengan
pengawasan minum obat
Kriteria Rujukan
- Malaria dengan komplikasi
- Malaria berat, namun pasien harus terlebih
dahulu diberi dosis awal Artemisinin atau Artesunat per Intra Muskular
atau Intra Vena dengan dosis awal 3,2mg /kg BB
|
No comments:
Post a Comment