MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP LEPTOSPIROSIS TANPA KOMPLIKASI

 

94

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

LEPTOSPIROSIS

TANPA KOMPLIKASI

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang menyerang manusia disebabkan oleh mikroorganisme Leptospira interogans dan memiliki manifestasi klinis yang luas. Spektrum klinis mulai dari infeksi yang tidak jelas sampai fulminan dan fatal.

Pada jenis yang ringan, leptospirosis dapat muncul seperti influenzadengan sakit kepala dan myalgia.

Tikus adalah reservoir yang utama dan kejadian leptospirosis lebih banyak ditemukan pada musim hujan.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan leptospirosis tanpa komplikasi

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

Keluhan:

 

Demam disertai menggigil, sakit kepala, anoreksia, mialgia yang hebat pada betis, paha dan pinggang disertai nyeri tekan. Mual, muntah, diare dan nyeri abdomen, fotofobia, penurunan kesadaran

 

Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang sederhana (Objective)

 

PemeriksaanFisik

1.  Febris

2.  Ikterus

3.  Nyeri tekan pada otot

4.  Ruam kulit

5.  Limfadenopati

6.  Hepatomegali dan splenomegali

7.  Edema

8.  Bradikardi relatif

9.  Konjungtiva suffusion

10. Gangguan  perdarahan  berupa  petekie,  purpura,  epistaksis  dan perdarahan gusi

11. Kaku kuduk sebagai tanda meningitis

 

 

Pemeriksaan Penunjang

 

Pemeriksaan Laboratorium

1. Darah rutin: jumlah leukosit antara 3000-26000/µL, dengan pergeseran ke kiri, trombositopenia yang ringan terjadi pada 50% pasien dan dihubungkan dengan gagal ginjal.

2. Urin rutin: sedimen urin (leukosit, eritrosit, dan hyalin atau granular) dan   proteinuria   ringan,   jumlah   sedimen   eritrosit biasanya meningkat.

 

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

 

Diagnosis dapat ditegakkan pada pasien dengan demam tiba-tiba, menggigil terdapat tanda konjungtiva suffusion, sakit kepala, mialgia, ikterus dan nyeri tekan pada otot. Kemungkinan tersebut meningkat jika ada riwayat bekerja atau terpapar dengan lingkungan yang terkontaminasi dengan kencing tikus.

 

Diagnosis Banding

1.  Demam dengue,

2.  Malaria,

3.  Hepatitis virus,

4.  Penyakit rickettsia.

 

Penatalaksanaan komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan

1.  Pengobatan suportif dengan observasi ketat untuk mendeteksi dan mengatasi keadaan dehidrasi, hipotensi, perdarahan dan gagal ginjal sangat penting pada leptospirosis.

2.  Pemberian antibiotik harus dimulai secepat mungkin.Pada kasus- kasus ringan dapat diberikan antibiotik oral seperti doksisiklin, ampisilin, amoksisilin  atau eritromisin. Pada kasus leptospirosis berat diberikan dosis tinggi penisilin injeksi.

 

Komplikasi

1.  Meningitis

2.  Distress respirasi

3.  Gagal ginjal karena renal interstitial tubular necrosis

4.  Gagal hati

5.  Gagal jantung

 

Konseling dan Edukasi

1.  Pencegahan leptospirosis khususnya didaerah tropis sangat sulit, karena banyaknya hospes perantara dan jenis serotipe. Bagi mereka yang mempunyai risiko tinggi untuk tertular leptospirosis harus diberikan perlindungan berupa pakaian khusus yang dapat melindunginya        dari  kontak  dengan  bahan-bahan  yang  telah terkontaminasi dengan kemih binatang reservoir.

2. Keluarga harus melakukan pencegahan leptospirosis dengan menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus,  mencuci  tangan  dengan  sabun  sebelum  makan, mencuci tangan, kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah bekerja di sawah/ kebun/ sampah/ tanah/ selokan dan tempat tempat yang tercemar lainnya.

 

Rencana Tindak Lanjut

Kasus harus dilaporkan ke dinas kesehatan setempat. Kriteria Rujukan

Pasien  segera  dirujuk  ke  pelayanan  sekunder  (spesialis  penyakit dalam)   yang   memiliki   fasilitas   hemodialisa   setelah   penegakan diagnosis dan terapi awal.

 

 

Peralatan

Pemeriksaan darah dan urin rutin

 

Prognosis

Prognosis jika pasien tidak mengalami komplikasi umumnya adalahdubia ad bonam.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment