|
|
KOLESISTITIS |
|
||||||||||||||||||||||||
|
SOP |
No. Dokumen : SOP/VII/UKP/ /16 |
|||||||||||||||||||||||||
|
No. Revisi : |
||||||||||||||||||||||||||
|
Tanggal Terbit :4 April 2016 |
||||||||||||||||||||||||||
|
Halaman :1/4 |
||||||||||||||||||||||||||
|
Puskesmas . |
|
. |
||||||||||||||||||||||||
|
1.
Pengertian |
No. ICPC-2 : D98 Cholecystitis/cholelithiasis
No. ICD-10 : K81.9 Cholecystitis,
unspecified Tingkat Kemampuan 3B Masalah Kesehatan Kolesistitis adalah reaksi
inflamasi akut atau kronisdinding kandung empedu. Faktor yang mempengaruhi
timbulnya serangan kolesistitis adalah stasis cairan empedu, infeksi kuman
dan iskemia dinding kandung empedu. Penyebab utama kolesistitis akut adalah
batu kandung empedu (90%) yang terletak di duktus sistikus yang menyebabkan
stasis cairan empedu. |
|||||||||||||||||||||||||
|
2.
Tujuan |
Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas
mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur |
|||||||||||||||||||||||||
|
3.
Kebijakan |
Keputusan
Kepala Puskesmas Banyumas Nomor 068/C.VII/04/16/006 tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis Puskesmas Banyumas |
|||||||||||||||||||||||||
|
4.
Referensi |
Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
|||||||||||||||||||||||||
|
5.
Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan Kolesistitis akut: 1.
Demam
2.
Kolik
perut di sebelah kanan atas atau epigastrium dan teralihkan ke bawah angulus
scapula dexter, bahu kanan atau yang ke sisi kiri, kadang meniru nyeri
angina pektoris, berlangsung 30-60 menit tanpa peredaan, berbeda dengan
spasme yang cuma berlangsung singkat pada kolik bilier. 3.
Serangan
muncul setelah konsumsi makanan besar atau makanan berlemak di malam hari. 4.
Flatulens
dan mual Kolesistitis kronik 1.
Gangguan
pencernaan menahun 2.
Serangan
berulang namun tidak mencolok. 3.
Mual,
muntah dan tidak tahan makanan berlemak 4.
Nyeri
perut yang tidak jelas disertai dengan sendawa. Faktor Risiko 1.
Wanita
2.
Usia
>40 tahun 3.
Sering
mengkonsumsi makanan berlemak 4.
Adanya
riwayat kolesistitis akut sebelumnya. Hasil Pemeriksaan dan
Penunjang Sederhana (Objective) Pemeriksaan Fisik 1.
Ikterik
bila penyebab adanya batu di saluran empedu ekstrahepatik 2.
Teraba
massa kandung empedu 3.
Nyeri
tekan disertai tanda-tanda peritonitis lokal, tanda Murphy positif Pemeriksaan Penunjang Laboratorium darah
menunjukkan adanya leukositosis Penegakan Diagnostik (Assessment)
Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan
berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Diagnosis Banding Angina pektoris,
Apendisitis akut, Ulkus peptikum perforasi, Pankreatitis akut Komplikasi Gangren atau empiema
kandung empedu, Perforasi kandung empedu, Peritonitis umum, Abses hepar
2/4 Penatalaksanaan
Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan 1.
Tirah
baring 2.
Puasa
3.
Pemasangan
infus 4.
Pemberian
anti nyeri dan anti mual 5.
Pemberian
antibiotik: 5.1.
Golongan
penisilin: Ampisilin injeksi 500 mg/6 jam dan Amoksilin 500 mg/8 jam IV, atau
5.2.
Sefalosporin:
Seftriakson 1 gram/ 12 jam, Sefotaksim 1 gram/ 8 jam, atau 5.3.
Metronidazol
500 mg/ 8 jam Konseling dan Edukasi Keluarga diminta untuk
mendukung pasien untuk menjalani diet rendah lemak dan menurunkan berat
badan. Rencana Tindak Lanjut 1.
Pada
pasien yang pernah mengalami serangan kolesistitis akut dan kandung empedunya
belum diangkat kemudian mengurangi asupan lemak dan menurunkan berat badannya
harus dilihat apakah terjadi kolesistitis akut berulang. 2.
Perlu
dilihat ada tidak indikasi untuk dilakukan pembedahan. Kriteria rujukan Pasien yang telah
terdiagnosis kolesistitis dirujuk ke layanan sekunder (spesialis penyakit
dalam) sedangkan bila terdapat indikasi untuk pembedahan pasien dirujuk pula
ke spesialis bedah. Peralatan Laboratorium untuk
pemeriksaan darah rutin Prognosis
3/4 |
|||||||||||||||||||||||||
|
6.
Bagan Alir |
|
|||||||||||||||||||||||||
7.
Unit Terkait |
Pemeriksaan Umum, R.Tindakan, KIA-KB-Imunisasi |
|||||||||||||||||||||||||
|
8.
Rekaman Historis Perubahan |
|
|||||||||||||||||||||||||
4/4


No comments:
Post a Comment