MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 13, 2026

SOP KOLESISTITIS

 


KOLESISTITIS

http://dinkes.ciamiskab.go.id/wp-content/uploads/2015/11/lambangbarupkm-324x235.jpg

SOP

No. Dokumen   :

SOP/VII/UKP/     /16

No. Revisi         :

Tanggal Terbit  :4 April 2016

Halaman           :1/4

Puskesmas

.

 

.

1.      Pengertian

No. ICPC-2 : D98 Cholecystitis/cholelithiasis

No. ICD-10 : K81.9 Cholecystitis, unspecified

Tingkat Kemampuan 3B

Masalah Kesehatan

Kolesistitis adalah reaksi inflamasi akut atau kronisdinding kandung empedu. Faktor yang mempengaruhi timbulnya serangan kolesistitis adalah stasis cairan empedu, infeksi kuman dan iskemia dinding kandung empedu. Penyebab utama kolesistitis akut adalah batu kandung empedu (90%) yang terletak di duktus sistikus yang menyebabkan stasis cairan empedu.

2.      Tujuan

Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur

3.      Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas Banyumas Nomor 068/C.VII/04/16/006 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Banyumas

4.      Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5.      Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan

Kolesistitis akut:

1.    Demam

2.    Kolik perut di sebelah kanan atas atau epigastrium dan teralihkan ke bawah angulus scapula dexter, bahu kanan atau yang ke sisi kiri, kadang meniru nyeri angina pektoris, berlangsung 30-60 menit tanpa peredaan, berbeda dengan spasme yang cuma berlangsung singkat pada kolik bilier.

3.    Serangan muncul setelah konsumsi makanan besar atau makanan berlemak di malam hari.

4.    Flatulens dan mual

 

Kolesistitis kronik

1.    Gangguan pencernaan menahun

2.    Serangan berulang namun tidak mencolok.

3.    Mual, muntah dan tidak tahan makanan berlemak

4.    Nyeri perut yang tidak jelas disertai dengan sendawa.

 

Faktor Risiko

1.    Wanita

2.    Usia >40 tahun

3.    Sering mengkonsumsi makanan berlemak

4.    Adanya riwayat kolesistitis akut sebelumnya.

 

Hasil Pemeriksaan dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

1.    Ikterik bila penyebab adanya batu di saluran empedu ekstrahepatik

2.    Teraba massa kandung empedu

3.    Nyeri tekan disertai tanda-tanda peritonitis lokal, tanda Murphy positif

 

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium darah menunjukkan adanya leukositosis

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium.

 

Diagnosis Banding

Angina pektoris, Apendisitis akut, Ulkus peptikum perforasi, Pankreatitis akut

 

Komplikasi

Gangren atau empiema kandung empedu, Perforasi kandung empedu, Peritonitis umum, Abses hepar

2/4

 
 


Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

1.    Tirah baring

2.    Puasa

3.    Pemasangan infus

4.    Pemberian anti nyeri dan anti mual

5.    Pemberian antibiotik:

5.1. Golongan penisilin: Ampisilin injeksi 500 mg/6 jam dan Amoksilin 500 mg/8 jam IV, atau

5.2. Sefalosporin: Seftriakson 1 gram/ 12 jam, Sefotaksim 1 gram/ 8 jam, atau

5.3. Metronidazol 500 mg/ 8 jam

 

Konseling dan Edukasi

Keluarga diminta untuk mendukung pasien untuk menjalani diet rendah lemak dan menurunkan berat badan.

 

Rencana Tindak Lanjut

1.    Pada pasien yang pernah mengalami serangan kolesistitis akut dan kandung empedunya belum diangkat kemudian mengurangi asupan lemak dan menurunkan berat badannya harus dilihat apakah terjadi kolesistitis akut berulang.

2.    Perlu dilihat ada tidak indikasi untuk dilakukan pembedahan.

 

Kriteria rujukan

Pasien yang telah terdiagnosis kolesistitis dirujuk ke layanan sekunder (spesialis penyakit dalam) sedangkan bila terdapat indikasi untuk pembedahan pasien dirujuk pula ke spesialis bedah.

 

Peralatan

Laboratorium untuk pemeriksaan darah rutin

 

Prognosis

3/4

 
Prognosis umumnya dubia ad bonam, tergantung komplikasi dan beratnya penyakit.

6.      Bagan Alir

Oval: Plan
Oval: Subjective

 

 

 

 

 

 

 

 

 


7.      Unit Terkait

Pemeriksaan Umum, R.Tindakan, KIA-KB-Imunisasi

8.      Rekaman Historis Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4/4

 
 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER