MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 13, 2026

SOP INFARK MIOKARD

 


INFARK MIOKARD

http://dinkes.ciamiskab.go.id/wp-content/uploads/2015/11/lambangbarupkm-324x235.jpg

SOP

No. Dokumen   :

SOP/PU.VII/UKP/     /16

No. Revisi         :

Tanggal Terbit  :4 April 2016

Halaman           :1/4

Puskesmas

.

 

.

1.      Pengertian

No. ICPC-2 : K75 Acute Myocardial Infarction

No. ICD-10 : I21.9 Acute Myocardial Infarction, Unspecified

Tingkat Kemampuan 3B

Infark miokard (IM) adalah perkembangan cepat dari nekrosis otot jantung yang disebabkan oleh ketidakseimbangan kritis antara suplai oksigen dan kebutuhan miokardium. Umumnya disebabkan ruptur plak dan trombus dalam pembuluh darah koroner dan mengakibatkan kekurangan suplai darah ke miokardium.

2.      Tujuan

Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur

3.      Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas Banyumas Nomor 068/C.VII/04/16/006 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Banyumas

4.      Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5.      Prosedur

Petugas Melakukan Anamnesis (Subjective)   

Keluhan

1.    Nyeri dada retrosternum seperti tertekan atau tertindih benda berat.

2.    Nyeri menjalar ke dagu, leher, tangan, punggung, dan epigastrium. Penjalaran ke tangan kiri lebih sering terjadi.

3.    Disertai gejala tambahan berupa sesak, mual, muntah, nyeri epigastrium, keringat dingin, dan cemas.

Faktor Risiko

Yang tidak dapat diubah:

1. Usia

Risiko meningkat pada pria diatas 45 tahun dan wanita diatas 55 tahun (umumnya setelah menopause)

2. Jenis kelamin

Morbiditas akibat penyakit jantung koroner (PJK) pada laki-laki dua kali lebih besar dibandingkan pada perempuan, hal ini berkaitan dengan estrogen endogen yang bersifat protektif pada perempuan. Hal ini terbukti insidensi PJK meningkat dengan cepat dan akhirnya setara dengan laki-laki pada wanita setelah masa menopause.

3. Riwayat keluarga

Riwayat keluarga PAK (Penyakit Arteri Koroner) dini yaitu ayah usia < 55 tahun dan ibu < 65 tahun.

 

Yang dapat diubah:

1.    Mayor

1.1. Peningkatan lipid serum

1.2. Hipertensi

1.3. Merokok

1.4. Konsumsi alkohol

1.5. Diabetes Melitus

1.6. Diet tinggi lemak jenuh,kolesterol dan kalori

2.    Minor

2.1. Aktivitas fisik kurang

2.2. Stress psikologik

2.3. Tipe kepribadian

 

Petugas Melakukan Pemeriksaan Fisik dan Penunjang (Objective)

Pemeriksaan Fisik

1.    Pasien biasanya terbaring dengan gelisah dan kelihatan pucat

2.    Hipertensi/hipotensi

3.    Dapat terdengar suara murmur dan gallop S3

4.    Ronki basah disertai peningkatan vena jugularis dapat ditemukan pada AMI yang disertai edema paru

5.    Dapat ditemukan aritmia

 

 

Pemeriksaan Penunjang

2/4

 
EKG:

1.     Pada ST Elevation Myocardial infarct (STEMI), terdapat elevasi segmen ST diikuti dengan perubahan sampai inversi gelombang T, kemudian muncul peningkatan gelombang Q minimal di dua sadapan.

2.     Pada NonST Elevation Myocardial infarct (NSTEMI), EKG yang ditemukan dapat berupa depresi segmen ST dan inversi gelombang T, atau EKG yang normal.

 

Petugas Melakukan Penegakan Diagnostik(Assessment)

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang.

Kriteria diagnosis pasti jika terdapat 2 dari 3 hal di bawah ini:

1. Klinis: nyeri dada khas angina

2. EKG: ST elevasi atau ST depresi atau T inverted.

3. Laboratorium: peningkatan enzim jantung

 

Klasifikasi

1. STEMI

2. NSTEMI/UAP

 

Diagnosis Banding

Angina pektoris prinzmetal, Unstable angina pectoris, Ansietas, Diseksi aorta, Dispepsia, Miokarditis, Pneumothoraks, Emboli paru

Komplikasi

1. Aritmia letal

2. Perluasan infark dan iskemia paska infark

3. Disfungsi otot jantung

4. Ruptur miokard

 

Petugas Melakukan Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

Segera rujuk setelah pemberian :

1.    Oksigen 2-4 liter/menit

2.    Nitrat, ISDN 5-10 mg sublingual maksimal 3 kali

3.   

3/4

 
Aspirin, dosis awal 320 mg dilanjutkan dosis pemeliharaan 1 x 160 mg

4.    Dirujuk dengan terpasang infus dan oksigen

 

Pemeriksaan Penunjang Lanjutan

EKG serial

 

Konseling dan Edukasi

1. Edukasi untuk kemungkinan kegawatan dan segera dirujuk

2. Modifikasi gaya hidup

Kriteria Rujukan

Segera dirujuk ke layanan sekunder dengan spesialis jantung atau spesialis penyakit dalam.

 

Peralatan

1. Tabung oksigen

2. Masker oksigen

3. Elektrokardiografi

 

Prognosis

Prognosis umumnya dubia, tergantung pada pada tatalaksana dini dan tepat.

6.      Unit Terkait

Pemeriksaan Umum, R.Tindakan, KIA-KB-Imunisasi

7.      Rekaman Historis Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

 

4/4

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER