|
|
INFARK MIOKARD |
|
|||||||||
|
SOP |
No. Dokumen : SOP/PU.VII/UKP/ /16 |
||||||||||
|
No. Revisi : |
|||||||||||
|
Tanggal Terbit :4 April 2016 |
|||||||||||
|
Halaman :1/4 |
|||||||||||
|
Puskesmas . |
|
. |
|||||||||
|
1.
Pengertian |
No. ICPC-2 : K75 Acute Myocardial Infarction No. ICD-10 : I21.9 Acute Myocardial Infarction,
Unspecified Tingkat Kemampuan 3B Infark miokard (IM) adalah perkembangan cepat dari
nekrosis otot jantung yang disebabkan oleh ketidakseimbangan kritis antara
suplai oksigen dan kebutuhan miokardium. Umumnya disebabkan ruptur plak dan
trombus dalam pembuluh darah koroner dan mengakibatkan kekurangan suplai
darah ke miokardium. |
||||||||||
|
2.
Tujuan |
Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas
mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur |
||||||||||
|
3.
Kebijakan |
Keputusan
Kepala Puskesmas Banyumas Nomor 068/C.VII/04/16/006 tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis Puskesmas Banyumas |
||||||||||
|
4.
Referensi |
Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||||||
|
5.
Prosedur |
Petugas
Melakukan Anamnesis (Subjective) Keluhan 1. Nyeri
dada retrosternum seperti tertekan atau tertindih benda berat. 2. Nyeri
menjalar ke dagu, leher, tangan, punggung, dan epigastrium. Penjalaran ke
tangan kiri lebih sering terjadi. 3. Disertai
gejala tambahan berupa sesak, mual, muntah, nyeri epigastrium, keringat
dingin, dan cemas. Faktor Risiko Yang tidak dapat diubah: 1. Usia Risiko meningkat pada pria diatas 45 tahun dan wanita
diatas 55 tahun (umumnya setelah menopause) 2. Jenis kelamin Morbiditas akibat penyakit jantung koroner (PJK) pada
laki-laki dua kali lebih besar dibandingkan pada perempuan, hal ini berkaitan
dengan estrogen endogen yang bersifat protektif pada perempuan. Hal ini
terbukti insidensi PJK meningkat dengan cepat dan akhirnya setara dengan
laki-laki pada wanita setelah masa menopause. 3. Riwayat keluarga Riwayat keluarga PAK (Penyakit Arteri Koroner) dini yaitu
ayah usia < 55 tahun dan ibu < 65 tahun. Yang dapat diubah: 1. Mayor
1.1. Peningkatan
lipid serum 1.2. Hipertensi
1.3. Merokok
1.4. Konsumsi
alkohol 1.5. Diabetes
Melitus 1.6. Diet
tinggi lemak jenuh,kolesterol dan kalori 2. Minor
2.1. Aktivitas
fisik kurang 2.2. Stress
psikologik 2.3. Tipe
kepribadian Petugas Melakukan Pemeriksaan Fisik dan Penunjang (Objective)
Pemeriksaan Fisik 1. Pasien
biasanya terbaring dengan gelisah dan kelihatan pucat 2. Hipertensi/hipotensi
3. Dapat
terdengar suara murmur dan gallop S3 4. Ronki
basah disertai peningkatan vena jugularis dapat ditemukan pada AMI yang
disertai edema paru 5. Dapat
ditemukan aritmia Pemeriksaan Penunjang
2/4 1. Pada
ST Elevation Myocardial infarct (STEMI), terdapat elevasi segmen ST diikuti
dengan perubahan sampai inversi gelombang T, kemudian muncul peningkatan
gelombang Q minimal di dua sadapan. 2. Pada
NonST Elevation Myocardial infarct (NSTEMI), EKG yang ditemukan dapat berupa
depresi segmen ST dan inversi gelombang T, atau EKG yang normal. Petugas
Melakukan Penegakan Diagnostik(Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis, pemeriksaan
fisik dan penunjang. Kriteria diagnosis pasti jika terdapat 2 dari 3 hal di
bawah ini: 1. Klinis: nyeri dada khas angina 2. EKG: ST elevasi atau ST depresi atau T inverted. 3. Laboratorium: peningkatan enzim jantung Klasifikasi 1. STEMI 2. NSTEMI/UAP Diagnosis Banding Angina pektoris prinzmetal, Unstable angina pectoris,
Ansietas, Diseksi aorta, Dispepsia, Miokarditis, Pneumothoraks, Emboli paru Komplikasi 1. Aritmia letal 2. Perluasan infark dan iskemia paska infark 3. Disfungsi otot jantung 4. Ruptur miokard Petugas
Melakukan Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan Segera rujuk setelah pemberian : 1. Oksigen
2-4 liter/menit 2. Nitrat,
ISDN 5-10 mg sublingual maksimal 3 kali 3.
3/4 4. Dirujuk
dengan terpasang infus dan oksigen Pemeriksaan Penunjang Lanjutan EKG serial Konseling dan Edukasi 1. Edukasi untuk kemungkinan kegawatan dan segera dirujuk
2. Modifikasi gaya hidup Kriteria Rujukan Segera dirujuk ke layanan sekunder dengan spesialis
jantung atau spesialis penyakit dalam. Peralatan 1. Tabung oksigen 2. Masker oksigen 3. Elektrokardiografi Prognosis Prognosis umumnya dubia, tergantung pada pada tatalaksana
dini dan tepat. |
||||||||||
|
6.
Unit Terkait |
Pemeriksaan Umum, R.Tindakan, KIA-KB-Imunisasi |
||||||||||
|
7.
Rekaman Historis Perubahan |
|
||||||||||
4/4

No comments:
Post a Comment