|
68 Dinkes Kab Defgh |
INFEKSI
SALURAN KEMIH BAGIAN
BAWAH |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Infeksi saluran kemih bagian bawah merupakan salah satu masalah kesehatan akut yang sering terjadi pada
perempuan. Masalah infeksi saluran kemih bagian bawah tersering adalah sistitis akut, sistitis kronik, dan uretritis. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan infeksi saluran
kemih
bagian bawah |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis
(Subjective) Keluhan Pada sistitis akut keluhan
berupa: 1. Demam 2. Susah buang air kecil 3. Nyeri saat di akhir BAK (disuria terminal) 4. Sering BAK (frequency) 5. Nokturia 6. Anyang-anyangan (polakisuria) 7. Nyeri suprapubik Faktor Risiko 1. Riwayat diabetes melitus 2. Riwayat kencing batu (urolitiasis) 3. Higiene pribadi buruk 4. Riwayat keputihan 5. Kehamilan 6. Riwayat infeksi saluran kemih sebelumnya 7. Riwayat pemakaian kontrasepsi diafragma 8. Kebiasaan menahan kencing 9. Hubungan seksual 10. Anomali struktur
saluran kemih Hasil Pemeriksaan Fisik
dan Penunjang Sederhana (Objective) Pemeriksaan Fisik 1. Demam 2. Flank pain (Nyeri ketok pinggang
belakang/costovertebral angle) 3. Nyeri tekan suprapubik Pemeriksaan Penunjang 1. Darah perifer lengkap 2. Urinalisis 3. Ureum dan kreatinin 4. Kadar gula darah Pemeriksaan penunjang
tambahan (di layanan sekunder) : 1. Urine mikroskopik berupa peningkatan
>103 bakteri per lapang pandang 2. Kultur urin (hanya
diindikasikan untuk pasien yang memiliki riwayat kekambuhan infeksi salurah
kemih atau infeksi dengan komplikasi). Penegakan Diagnostik
(Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan
berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Diagnosis Banding Recurrent cystitis,
Urethritis, Pielonefritis, Bacterial asymptomatic Komplikasi Gagal ginjal, Sepsis , ISK
berulang atau kronik kekambuhan Penatalaksanaan
Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan 1. Minum air putih minimal 2 liter/hari bila
fungsi ginjal normal. 2. Menjaga higienitas genitalia eksterna 3. Pada kasus nonkomplikata, pemberian
antibiotik selama 3 hari dengan pilihan antibiotik sebagai berikut: a. Trimetoprim sulfametoxazole b. Fluorikuinolon c. Amoxicillin-clavulanate d. Cefotaxime Konseling dan Edukasi Pasien dan
keluarga
diberikanpemahaman tentang infeksi
saluran kemih dan hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain: 1. Edukasi tentang
penyebab dan faktor
risiko penyakit infeksi saluran kemih. Penyebab infeksi
saluran kemih yang paling sering adalah karena masuknya flora anus ke kandung
kemih melalui perilaku atau higiene pribadi yang kurang baik.Pada saat
pengobatan infeksi saluran kemih, diharapkan tidak berhubungan seks. 2. Waspada terhadap
tanda-tanda infeksi saluran kemih bagian atas(nyeri pinggang) dan pentingnya
untuk kontrol kembali. 3. Patuh dalam pengobatan
antibiotik yang telah direncanakan. 4. Menjaga higiene pribadi
dan lingkungan. Kriteria Rujukan 1. Jika ditemukan komplikasi
dari ISK maka dilakukan ke layanan kesehatan sekunder 2. Jika gejala menetap dan
terdapat resistensi kuman, terapi antibiotikadiperpanjang berdasarkan antibiotika yang sensitifdengan pemeriksaan kultur
urin Peralatan Pemeriksaan laboratorium
urinalisa Prognosis Prognosis pada
umumnya baik, kecuali
bila higiene genital
tetap buruk, ISK dapat berulang atau menjadi kronis. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment