MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Tuesday, March 10, 2026

SOP INFEKSI SALURAN KEMIH BAGIAN BAWAH

 

68

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

INFEKSI SALURAN KEMIH

BAGIAN BAWAH

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Infeksi saluran kemih bagian bawah merupakan salah satu masalah kesehatan akut yang sering terjadi pada perempuan.

Masalah infeksi saluran kemih bagian bawah tersering adalah sistitis akut, sistitis kronik, dan uretritis.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan infeksi saluran kemih bagian bawah

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

Keluhan

Pada sistitis akut keluhan berupa:

1.  Demam

2.  Susah buang air kecil

3.  Nyeri saat di akhir BAK (disuria terminal)

4.  Sering BAK (frequency)

5.  Nokturia

6.  Anyang-anyangan (polakisuria)

7.  Nyeri suprapubik

 

Faktor Risiko

1.  Riwayat diabetes melitus

2.  Riwayat kencing batu (urolitiasis)

3.  Higiene pribadi buruk

4.  Riwayat keputihan

5.  Kehamilan

6.  Riwayat infeksi saluran kemih sebelumnya

7.  Riwayat pemakaian kontrasepsi diafragma

8.  Kebiasaan menahan kencing

9.  Hubungan seksual

10. Anomali struktur saluran kemih

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

 

Pemeriksaan Fisik

1.  Demam

2.  Flank pain (Nyeri ketok pinggang belakang/costovertebral angle)

3.  Nyeri tekan suprapubik

 

Pemeriksaan Penunjang

1.  Darah perifer lengkap

2.  Urinalisis

3.  Ureum dan kreatinin

4.  Kadar gula darah

 

Pemeriksaan penunjang tambahan (di layanan sekunder) :

1.  Urine mikroskopik berupa peningkatan >103  bakteri per lapang pandang

2. Kultur urin (hanya diindikasikan untuk pasien yang memiliki riwayat kekambuhan infeksi salurah kemih atau infeksi dengan komplikasi).

 

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

 

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

 

Diagnosis Banding

Recurrent cystitis, Urethritis, Pielonefritis, Bacterial asymptomatic

 

Komplikasi

Gagal ginjal, Sepsis , ISK berulang atau kronik kekambuhan

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan

1.  Minum air putih minimal 2 liter/hari bila fungsi ginjal normal.

2.  Menjaga higienitas genitalia eksterna

3.  Pada kasus nonkomplikata, pemberian antibiotik selama 3 hari dengan pilihan antibiotik sebagai berikut:

a.  Trimetoprim sulfametoxazole

b.  Fluorikuinolon

c.  Amoxicillin-clavulanate

d.  Cefotaxime

 

Konseling dan Edukasi

Pasien  dan  keluarga  diberikanpemahaman  tentang  infeksi  saluran kemih dan hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

1.    Edukasi  tentang  penyebab  dan  faktor  risiko  penyakit  infeksi saluran kemih. Penyebab infeksi saluran kemih yang paling sering adalah karena masuknya flora anus ke kandung kemih melalui perilaku atau higiene pribadi yang kurang baik.Pada saat pengobatan infeksi saluran kemih, diharapkan tidak berhubungan seks.

2.    Waspada terhadap tanda-tanda infeksi saluran kemih bagian atas(nyeri pinggang) dan pentingnya untuk kontrol kembali.

3.    Patuh dalam pengobatan antibiotik yang telah direncanakan.

4.    Menjaga higiene pribadi dan lingkungan.

 

Kriteria Rujukan

1.    Jika ditemukan komplikasi dari ISK maka dilakukan ke layanan kesehatan sekunder

2.    Jika gejala menetap dan terdapat resistensi kuman, terapi antibiotikadiperpanjang     berdasarkan     antibiotika     yang sensitifdengan pemeriksaan kultur urin

 

 

Peralatan

Pemeriksaan laboratorium urinalisa

 

Prognosis

Prognosis  pada  umumnya  baik,  kecuali  bila  higiene  genital  tetap buruk, ISK dapat berulang atau menjadi kronis.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment