|
69 Dinkes Kab Defgh |
VULVITIS |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Vulvitis adalah suatu peradangan pada vulva (organ kelamin luar wanita). Bagi setiap wanita selain masalah keputihan, adapun masalah sering
dihadapi adalah vaginitis dan vulvitis. Vulvitis adalah suatu peradangan pada
vulva (organ kelamin luar wanita),sedangkan vulvovaginitis adalah peradangan
pada vulva dan vagina. Gejala yang paling
sering ditemukan adalah
keluarnya cairan abnormal
dari vagina, dikatakan abnormal jika jumlahnya sangat banyak serta
baunya menyengat atau disertai gatal-gatal dan nyeri. Penyebab : 1. Alergi, khususnya
sabun, kertas toilet
berwarna, semprotan vagina,
deterjen, gelembung mandi, atau wewangian 2. Dermatitis jangka panjang,
seborrhea atau eksim 3. Infeksi seperti infeksi
pedikulosis, atau kudis jamur dan bakteri |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan vulvitis |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Anamnesis (Subjective)
Hasil
Anamnesis (Subjective) Keluhan Rasa gatal dan
perih di kemaluan, serta keluarnya cairan kental dari kemaluan yang berbau. Gejala Klinis: 1. Rasa
terbakar di daerah kemaluan 2. Gatal 3. Kemerahan
dan iritasi 4. Keputihan Hasil
Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective) Pemeriksaan
Fisik Dari inspeksi
daerah genital didapati kulit vulva yang menebal dan kemerahan, dapat
ditemukan juga lesi di sekitar vulva. Adanya cairan kental dan berbau yang
keluar dari vagina. Penegakan
Diagnostik (Assessment) Diagnosis
Klinis Diagnosis
klinis ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Diagnosis
Banding: Dermatitis alergika Komplikasi Infertilitas,
Infeksi sekunder karena sering digaruk, Vulva distrofi Penatalaksanaan
Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan 1. Menghindari
penggunaan bahan yang dapat menimbulkan iritasi di sekitar daerah genital. 2. Menggunakan
salep kortison. Jika vulvitis disebabkan infeksi vagina, dapat
dipertimbangkan pemberian antibiotik sesuai penatalaksanaan vaginitis atau
vulvovaginitis. Kriteria
Rujukan Pasien dirujuk
ke dokter spesialis kulit dan kelamin jika pemberian salep kortison tidak
memberikan respon. Peralatan Lup Prognosis 1.
Prognosis pada umumnya bonam. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment