MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Tuesday, March 10, 2026

SOP VULVITIS

 

69

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

VULVITIS

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Vulvitis adalah suatu peradangan pada vulva (organ kelamin luar wanita).

Bagi setiap wanita selain masalah keputihan, adapun masalah sering dihadapi adalah vaginitis dan vulvitis. Vulvitis adalah suatu peradangan pada vulva (organ kelamin luar wanita),sedangkan vulvovaginitis adalah peradangan pada vulva dan vagina. Gejala yang paling  sering  ditemukan  adalah  keluarnya  cairan  abnormal  dari vagina, dikatakan abnormal jika jumlahnya sangat banyak serta baunya menyengat atau disertai gatal-gatal dan nyeri.

Penyebab :

1.  Alergi,  khususnya  sabun,  kertas  toilet  berwarna,  semprotan vagina, deterjen, gelembung mandi, atau wewangian

2.  Dermatitis jangka panjang, seborrhea atau eksim

3.  Infeksi seperti infeksi pedikulosis, atau kudis jamur dan bakteri

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan vulvitis

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Anamnesis (Subjective)

 

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan

Rasa gatal dan perih di kemaluan, serta keluarnya cairan kental dari kemaluan yang berbau.

 

Gejala Klinis:

1. Rasa terbakar di daerah kemaluan

2. Gatal

3. Kemerahan dan iritasi

4. Keputihan

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

 

Pemeriksaan Fisik

Dari inspeksi daerah genital didapati kulit vulva yang menebal dan kemerahan, dapat ditemukan juga lesi di sekitar vulva. Adanya cairan kental dan berbau yang keluar dari vagina.

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

Diagnosis Klinis

Diagnosis klinis ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Diagnosis Banding: Dermatitis alergika

 

Komplikasi

Infertilitas, Infeksi sekunder karena sering digaruk, Vulva distrofi

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

1.    Menghindari penggunaan bahan yang dapat menimbulkan iritasi di sekitar daerah genital.

2.    Menggunakan salep kortison. Jika vulvitis disebabkan infeksi vagina, dapat dipertimbangkan pemberian antibiotik sesuai penatalaksanaan vaginitis atau vulvovaginitis.

 

Kriteria Rujukan

Pasien dirujuk ke dokter spesialis kulit dan kelamin jika pemberian salep kortison tidak memberikan respon.

 

Peralatan

Lup

 

Prognosis

1.    Prognosis pada umumnya bonam.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment