|
79 Dinkes Kab Defgh |
CRACKED
NIPPLE |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Nyeri pada puting merupakan masalah yang sering ditemukan pada ibu
menyusui dan menjadi salah satu penyebab ibu memilih untuk berhenti menyusui
bayinya. Diperkirakan sekitar 80-90%
ibu menyusui mengalami nipple
pain dan 26% di antaranya mengalami lecet pada puting yang biasa
disebut dengan nipple crack. Cracked Nipple merupakan suatu kerusakan atau lecet pada puting yang
mungkin terjadi karena trauma pada puting akibat cara menyusui yang salah. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan cracked nipple |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan Adanya nyeri pada puting susu dan nyeri
bertambah jika menyusui bayi. Penyebab Dapat disebabkan oleh teknik menyusui yang
salah atau perawatan yang tidak benar pada payudara. Infeksi monilia dapat
mengakibatkan lecet. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang
Sederhana (Objective) Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Fisik didapatkan : 1.
Nyeri pada daerah putting susu 2.
Lecet pada daerah putting susu Pemeriksaan Penunjang Tidak diperlukan pemeriksaan penunjang dalam
penegakan diagnosis. Penegakan Diagnostik (Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis bisa ditegakkan berdasarkan
anamnesis, pemeriksaan fisik. Komplikasi Risiko
yang sering muncul
adalah ibu menjadi
demam dan pembengkakan pada
payudara. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan Non-Medikamentosa 1.
Teknik menyusui yang benar 2.
Puting harus kering 3.
Mengoleskan colostrum atau ASI yang keluar di sekitar puting susu dan
membiarkan kering. 4.
Mengistiraharkan payudara apabila lecet sangat berat selama 24 jam 5.
Lakukan pengompresan dengan kain basah dan hangat selama 5 menit jika
terjadi bendungan payudara Medikamentosa 1.
Memberikan tablet Parasetamol tiap 4–6 jam untuk menghilangkan nyeri. 2.
Pemberian Lanolin dan vitamin E 3.
Pengobatan terhadap monilia Konseling dan Edukasi 1.
Tetap memberikan semangat pada ibu untuk tetap menyusui jika nyeri
berkurang. 2. Jika
masih tetap nyeri, sebagian ASI sebaiknya diperah. 3.
Tidak melakukan pembersihan puting susu dengan sabun atau zat iritatif
lainnya. 4.
Menggunakan bra dengan penyangga yang baik. 5.
Posisi menyusui harus benar, bayi menyusui sampai ke kalang payudara dan
susukan secara bergantian di
antara kedua payudara. Posisi tubuh yang baik 1. Posisi muka bayi menghadap ke payudara
(Chin to Breast) 2. Perut atau dada bayi menempel padaperut/dada
ibu (Chest to Chest) 3. Seluruh badan Bai menghadap ke badan ibu
hungga telinga bayi membentuk garis lurus dengan lengan bayi dan leher bayi 4. Seluruh punggung bayi tersanggah dengan
bayi 5. Ada kontak mata antara ibu dengan bayi 6. Pegang belakang bahu, jangan kepala bayi 7. Kepala terletak di lengan bukan di daerah siku Posisi menyusui yang tidak benar 1. Leher bayi terputar dan cenderung ke depan 2. Badan bayi menjauh dari ibu 3. Badan bayi tidak menghadap ke badan ibu 4. Hanya leher dan kepala tersanggah 5. Tidak ada kontak mata anatara ibu dan bayi 6. C – Hold tetap dipertahankan Kriteria Rujukan Rujukan
diberikan jika terjadi
kondisi yang mengakibatkan abses payudara Prognosis Ad vitam: Bonam ; Ad functionam: Bonam; Ad sanationam: Bonam |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment