MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Wednesday, March 11, 2026

SOP CRACKED NIPPLE

 

79

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

CRACKED NIPPLE

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Nyeri pada puting merupakan masalah yang sering ditemukan pada ibu menyusui dan menjadi salah satu penyebab ibu memilih untuk berhenti   menyusui   bayinya.  

Diperkirakan   sekitar   80-90%   ibu menyusui mengalami nipple  pain dan 26% di antaranya mengalami lecet pada puting yang biasa disebut dengan nipple crack.

Cracked Nipple merupakan suatu kerusakan atau lecet pada puting yang mungkin terjadi karena trauma pada puting akibat cara menyusui yang salah.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan cracked nipple

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

Keluhan

Adanya nyeri pada puting susu dan nyeri bertambah jika menyusui bayi.

 

Penyebab

Dapat disebabkan oleh teknik menyusui yang salah atau perawatan yang tidak benar pada payudara. Infeksi monilia dapat mengakibatkan lecet.

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

 

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Fisik didapatkan :

1.  Nyeri pada daerah putting susu

2.  Lecet pada daerah putting susu

 

Pemeriksaan Penunjang

Tidak diperlukan pemeriksaan penunjang dalam penegakan diagnosis.

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

Diagnosis bisa ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik.

 

 

Komplikasi

Risiko   yang   sering   muncul   adalah   ibu   menjadi   demam   dan pembengkakan pada payudara.

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan

 

Non-Medikamentosa

1.  Teknik menyusui yang benar

2.  Puting harus kering

3.  Mengoleskan colostrum atau ASI yang keluar di sekitar puting susu dan membiarkan kering.

4.  Mengistiraharkan payudara apabila lecet sangat berat selama 24 jam

5.  Lakukan pengompresan dengan kain basah dan hangat selama 5 menit jika terjadi bendungan payudara

 

Medikamentosa

1.  Memberikan tablet Parasetamol tiap 4–6 jam untuk menghilangkan nyeri.

2.  Pemberian Lanolin dan vitamin E

3.  Pengobatan terhadap monilia

 

Konseling dan Edukasi

1.  Tetap memberikan semangat pada ibu untuk tetap menyusui jika nyeri berkurang.

2.  Jika masih tetap nyeri, sebagian ASI sebaiknya diperah.

3.  Tidak melakukan pembersihan puting susu dengan sabun atau zat iritatif lainnya.

4.  Menggunakan bra dengan penyangga yang baik.

5.  Posisi menyusui harus benar, bayi menyusui sampai ke kalang payudara     dan   susukan   secara   bergantian   di   antara  kedua payudara.

 

Posisi tubuh yang baik                         

1. Posisi muka bayi menghadap ke payudara (Chin to Breast)

2. Perut atau dada bayi menempel padaperut/dada ibu (Chest to Chest)

3. Seluruh badan Bai menghadap ke badan ibu hungga telinga bayi membentuk garis lurus dengan lengan bayi dan leher bayi

4. Seluruh punggung bayi tersanggah dengan bayi

5. Ada kontak mata antara ibu dengan bayi

6. Pegang belakang bahu, jangan kepala bayi

7. Kepala terletak di lengan bukan di

daerah siku

 

Posisi menyusui yang tidak benar

1. Leher bayi terputar dan cenderung ke depan

2. Badan bayi menjauh dari ibu

3. Badan bayi tidak menghadap ke badan ibu

4. Hanya leher dan kepala tersanggah

5. Tidak ada kontak mata anatara ibu dan bayi

6. C – Hold tetap dipertahankan

 

Kriteria Rujukan

Rujukan  diberikan  jika  terjadi  kondisi  yang  mengakibatkan  abses payudara

 

Prognosis

Ad vitam: Bonam ;  Ad functionam: Bonam;   Ad sanationam: Bonam

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment

Popular Posts