|
78 Dinkes Kab Defgh |
MASTITIS |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Mastitis adalah peradangan payudara yang
terjadi biasanya pada masa nifas atau sampai 3 minggu setelah persalinan. Kejadian
mastitis berkisar 2-33% dari ibu menyusui dan lebih kurang 10% kasus mastitis
akan berkembang menjadi abses (nanah), dengan gejala yang makin berat. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan mastitis |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan 1.
Nyeri dan bengkak pada daerah payudara, biasa pada salah satu payudara. 2.
Adanya demam >38 derajat celcius 3.
Paling sering terjadi di minggu ke 3 - 4 postpartum Gejala klinis 1.
Demam disertai menggigil 2.
Dapat disertai demam > 38 derajat celcius 3.
Mialgia 4.
Nyeri didaerah payudara 5.
Sering terjadi di minggu ke–3 dan ke–4 postpartum, namun dapat terjadi
kapan saja selama menyusui Faktor Risiko 1.
Primipara 2.
Stress 3. Tehnik menyusui
yang tidak benar, sehingga proses pengosongan payudara tidak terjadi dengan
baik. (menyusui hanya pada satu posisi)
4.
Penghisapan bayi yang kurang kuat, dapat menyebabkan statisdan
obstruksi kelenjar payudara. 5.
Pemakaian bra yang terlalu ketat 6.
Bentuk mulut bayi yang abnormal (ex:
cleft lip or palate), dapat menimbulkan trauma pada puting susu. 7.
Terdapat luka pada payudara. 8.
Riwayat mastitis sebelumnya saat menyusui. Pemeriksaan fisik 1.
Pemeriksaan tanda vital : nadi meningkat (takikardi). 2. Pemeriksaan payudara a.
payudara membengkak b.
lebih teraba hangat c.
kemerahan dengan batas tegas d.
adanya rasa nyeri e.
unilateral f.
dapat pula ditemukan luka pada payudara Pemeriksaan penunjang : - Diagnosis klinis Berdasarkan
tempatnya, mastitis dapat dibedakan menjadi 3 macam, antara lain : 1. Mastitis yang
menyebabkan abses dibawah areola mammae. 2. Mastitis
ditengah payudara yang menyebabkan abses ditempat itu. 3. Mastitis pada jaringan dibawah dorsal
kelenjar-kelenjar yang menyebabkan abses antara payudara dan otot-otot dibawahnya.
Diagnosis Banding:- Penatalaksanaan Non Medikamentosa 1. Ibu
sebaiknya tirah baring dan mendapat asupan cairan yang lebih banyak. 2.
Sampel ASI sebaiknya dikultur dan diuji sensitivitas. 3.
Sangga payudara ibu dengan bebat atau bra yang pas Medikamentosa 1. Berikan antibiotika a.
Kloksasilin 500 mg per oral per 6 jam selama 10-14 hari b.
ATAU Eritromisin 250 mg per oral 3 x 1 sehari selama10 hingga 14
hari 2.
Analgetik parasetamol 3x500 mg per oral 3.
Lakukan evaluasi setelah 3 hari.
Komplikasi: 1.
Abses mammae 2.
Sepsis Konseling dan Edukasi 1.
Memberikan pengetahuan akan pentingnya ASI dan mendorong ibu untuk
tetap menyusui. 2.
Menyusui dapat dimulai dengan payudara yang tidak sakit. 3.
Pompa payudara dapat di lakukan pada payudara yang sakit jika belum
kosong setelah bayi menyusui. 4. Ibu
dapat melakukan kompres dingin untuk mengurangi bengkak dan nyeri. 5. Ibu
harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk menghindari infeksi yang tidak
diinginkan. Kriteria Rujukan Jika terjadi komplikasi abses mammae dan
sepsis. Prognosis Prognosis pada umumnya bonam. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment