MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Wednesday, March 11, 2026

SOP ABSES FOLIKEL RAMBUT ATAU KELENJAR SEBASEA

 

77

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

ABSES FOLIKEL RAMBUT ATAU KELENJAR SEBASEA

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Abses adalah akumulasi pus yang terdapat di kavitas yang baru terbuat dan dikelilingi oleh dinding abses.

Abses folikel rambut atau kelenjar sebasea adalah abses yang terjadi akibat infeksi dari kelenjar sebasea atau folikel rambut yang melibatkan jaringan subkutan. Biasanya disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Penyakit ini memiliki insidensi yang rendah.

Abses dapat keluar dari kulit secara spontan, maka sebelum itu terjadi sebaiknya dilakukan insisi atau drainase abses

Saat   sudah   terbentuk   abses   lakukan   insisi,   pemberian antibiotik hanya diberikan setelah keluar hasil kultur dan resistensi karena hanya akan menghambat respon imun yang menyebabkan abses bertambah besar.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan abses folikel rambut atau kelenjar sebasea

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Anamnesis

 

Keluhan

Pasien datang dengan keluhan adanya bisul di dalam hidung.

Gejala adanya bisul di dalam hidung kadang disertai rasa nyeri dan perasaan tidak nyaman. Kadang dapat disertai gejala rhinitis.

 

Faktor Risiko

a.    Sosio ekonomi rendah

b.    Higiene personal yang jelek

c.     Rhinitis kronis, akibat iritasi dari sekret rongga hidung.

d.    Kebiasaan mengorek-ngorek bagian dalam hidung.

 

Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana

 

Pemeriksaan Fisik

Pada lubang hidung tampak abses.

 

Pemeriksaan Penunjang: Tidak diperlukan

 

 

Penegakan Diagnosis (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

 

Diagnosis Banding: -

 

Komplikasi

a.    Abses pada hidung potensial berbahaya karena infeksi dapat menyebar ke vena fasialis, vena oftalmika, lalu ke sinus kavernosus sehingga menyebabkan tromboflebitis sinus kavernosus.

b.    Vestibulitis.

 

Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

a.    Dilakukan insisi abses

b.    Antibiotik diberikan dalam 7-10 hari, dengan pemberian Amoxicilin 500 mg, 3x/hari, Cephalexin 250 – 500 mg, 4x/hari, atau Eritromisin 250 – 500 mg, 4x/hari.

 

Konseling dan Edukasi

Memberitahukan individu dan keluarga untuk:

a.    Menghindari kebiasaan mengorek-ngorek bagian dalam hidung.

b.    Tidak memencet abses.

c.     selalu menjaga kebersihan diri.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment

Popular Posts