MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP Cardiorespiratory Arrest

 

Cardiorespiratory Arrest

Description: C:\Users\DJOENI\Pictures\logo-puskesmas.png

SPO

No. Dokumen :

No. Revisi       :

Tanggal Terbit:

Halaman         :

PUSKESMAS ABCD

 

 

 

Nama Kepala Puskesmas

1. Pengertian

No. ICPC-2 : K80 cardiac arrhytmia NOS

No. ICD-10 : R09.2 Respiratory arrest/ Cardiorespiratory failure

Tingkat Kemampuan 3B

 

Cardiorespiratory Arrest (CRA) adalah kondisi kegawatdaruratan karena berhentinya aktivitas jantung paru secara mendadak yang mengakibatkan kegagalan sistem sirkulasi. Hal ini disebabkan oleh malfungsi mekanik jantung paru atau elektrik jantung. Kondisi yang mendadak dan berat ini mengakibatkan kerusakan organ.

Henti jantung adalah konsekuensi dari aktivitas otot jantung yang tidak terkoordinasi. Dengan EKG, ditunjukkan dalam bentuk Ventricular Fibrillation (VF). Satu menit dalam keadaan persisten VF, aliran darah koroner menurun hingga tidak ada sama sekali. Dalam 4 menit, aliran darah katoris tidak ada sehingga menimbulkan kerusakan neurologi secara permanen.

Jenis henti jantung

1. Pulseless Electrical Activity (PEA)

2. Takikardia Ventrikel

3. Fibrilasi Ventrikel

4. Asistole

2. Tujuan

Semua pasien Cardiorespiratory Arrest  yang datang ke Puskesmas Somagede mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur

3. Kebijakan

SK Nomor : ……………. Tentang

4. Referensi

1.     KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/514/2015 TENTANG PANDUAN PRAKTIK KLINIS BAGI DOKTER DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN TINGKAT PERTAMA

2.     Bigatello, L.M. et al. Adult and Pediatric Rescucitation in Critical Care Handbook of the Massachusetts General Hospital. 4Ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. 2006. p: 255-279. (Bigatello, 2006)

3.     O’Rouke. Walsh. Fuster. Hurst’s The Heart Manual of Cardiology.12th Ed.McGraw Hill. 2009.

4.       3. Sudoyo, W. Aaru, B.S. Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Jakarta: FKUI. 2007.

5. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)   

Keluhan

Pasien dibawa karena pingsan mendadak dengan henti jantung dan paru. Sebelumnya, dapat ditandai dengan fase prodromal berupa nyeri dada, sesak, berdebar dan lemah.

Hal yang perlu ditanyakan kepada keluarga pasien adalah untuk mencari penyebab terjadinya CRA antara lain oleh:

1. 5 H (hipovolemia, hipoksia, hidrogen ion atau asidosis, hiper atau hipokalemia dan hipotermia)

2. 5 T (tension pneumothorax, tamponade, tablet atau overdosis obat, trombosis koroner, dan thrombosis pulmoner), tersedak, tenggelam, gagal jantung akut, emboli paru, atau keracunan karbon monoksida.

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan tanda vital ditemukan:

1. Pasien tidak sadar

2. Tidak ada nafas

3. Tidak teraba denyut nadi di arteri-arteri besar (karotis dan femoralis).

 

Pemeriksaan Penunjang

EKG

Gambaran EKG biasanya menunjukkan gambaran VF (Ventricular Fibrillation). Selain itu dapat pula terjadi asistol, yang survival rate-nya lebih rendah daripada VF.

Penegakan Diagnostik (Assessment)

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik sedangkan anamnesis berguna untuk mengidentifikasi penyebabnya.

Diagnosis Banding: -

Komplikasi

Konsekuensi dari kondisi ini adalah hipoksia ensefalopati, kerusakan neurologi permanen dan kematian.

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

1. Melakukan resusitasi jantung paru pada pasien, sesegera mungkin tanpa menunggu anamnesis dan EKG.

2. Pasang oksigen dan IV line

 

Konseling dan Edukasi

Memberitahu keluarga mengenai kondisi pasien dan tindak lanjut dari tindakan yang telah dilakukan, serta meminta keluarga untuk tetap tenang pada kondisi tersebut.

Rencana Tindak Lanjut

Monitor selalu kondisi pasien hingga dirujuk ke spesialis.

 

Kriteria rujukan

Setelah sirkulasi spontan kembali (Return of Spontaneous Circulation/ROSC) pasien dirujuk ke layanan sekunder untuk tatalaksana lebih lanjut.

Peralatan

1. Elektrokardiografi (EKG)

2. Tabung oksigen

3. Bag valve mask

 

Prognosis

Prognosis umumnya dubia ad malam, tergantung pada waktu dilakukannya penanganan medis.

6. Diagram Alur

 

7. Unit terkait

 

8.Rekaman Historis Perubahan

 

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment