|
75 Dinkes Kab Defgh |
ANEMIA
DEFISIENSI BESI PADA
KEHAMILAN |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Anemia defisiensi besi dalam kehamilan adalah kelainan pada ibu hamil
dengan kadar hemoglobin < 11g/dl pada trimester I dan III atau <10,5
g/dl pada trimester II yang disebabkan karena defisiensi besi. Penyebab tersering anemia pada kehamilan adalah defisiensi besi,
perdarahan akut, dan defisiensi asam folat. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan anemia defisiensi
besi dalam kehamilan |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan 1.
Badan lemah, lesu 2.
Mudah lelah 3. Mata
berkunang-kunang 4.
Tampak pucat 5.
Telinga mendenging 6.
Pica: keinginan untuk memakan bahan-bahan yang tidak lazim Faktor Risiko : - Faktor Predisposisi 1.
Perdarahan kronis 2.
Riwayat keluarga 3.
Kecacingan 4.
Gangguan intake (diet rendah zat besi,) 5.
Gangguan absorbsi besi Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang
Sederhana (Objective ) Pemeriksaan Fisik Patognomonis 1.
Konjungtiva anemis 2.
Atrofi papil lidah 3.
Stomatitis angularis (cheilosis) 4.
Koilonichia: kuku sendok (spoon nail) Pemeriksaan Penunjang 1.
Kadar hemoglobin 2.
Apusan darah tepi Penegakan Diagnostik (Assessment) Diagnosis Klinis Kadar Hb < 11 g/dl (pada trimester I dan
III) atau< 10,5 g/dl (pada trimester II). Apabila diagnosis anemia telah
ditegakkan, lakukan pemeriksaan apusan darah tepi untuk melihat morfologi sel
darah merah. Diagnosis Banding Anemia
akibat penyakit kronik,
Trait Thalassemia, Anemia sideroblastik Komplikasi :
- Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan 1.
Lakukan penilaian pertumbuhan dan kesejahteraan janin dengan memantau
pertambahan ukuran janin 2. Bila
pemeriksaan apusan darah tepi tidak tersedia, berikan tablet tambah darah
yang berisi 60 mg besi elemental dan 250 µg asam folat.Pada ibu hamil dengan
anemia, tablet besi diberikan 3 kali sehari. 3. Bila
tersedia fasilitas pemeriksaan penunjang, tentukan penyebab anemia
berdasarkan hasil pemeriksaan darah perifer lengkap dan apus darah tepi. Bila tidak tersedia, pasien bisa di rujuk ke
pelayanan sekunder untuk penentuan jenis anemia dan pengobatan awal. 4.
Anemia mikrositik hipokrom dapat ditemukan pada keadaan: a. Defisiensi besi:
lakukan pemeriksaan ferritin. Apabila ditemukan kadar
ferritin < 15
ng/ml, berikan terapi
besi dengan dosis setara 180 mg besi elemental per hari. Apabila kadar
ferritin normal, lakukan pemeriksaan SI dan TIBC. b. Thalassemia: Pasien dengan kecurigaan
thalassemia perlu dilakukan tatalaksana
bersama dokter spesialis
penyakit dalam untuk perawatan yang lebih spesifik c. Anemia
normositik normokrom dapat
ditemukan pada keadaan: Perdarahan: tanyakan riwayat dan cari tanda
dan gejala aborsi, mola, kehamilan ektopik, atau perdarahan pasca persalinan
infeksi kronik d.
Anemia makrositik hiperkrom dapat ditemukan pada keadaan: Defisiensi
asam folat dan vitamin B12: berikan asam folat 1 x 2 mg dan vitamin B12 1 x
250 – 1000 µg Konseling dan Edukasi 1.
Prinsip konseling pada anemia defisiensi besi adalah memberikan
pengertian kepada pasien dan keluarganya tentang perjalanan penyakit dan tata
laksananya, sehingga meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berobat serta
meningkatkan kualitas hidup pasien untuk mencegah terjadinya anemia
defisiensi besi. 2.
Diet bergizi tinggi
protein terutama yang
berasal dari protein hewani (daging,ikan,susu,
telur,sayuran hijau) 3.
Pemakaian alas kaki untuk mencegah infeksi cacing tambang Kriteria Rujukan 1.
Pemeriksaan penunjang menentukan jenis anemia yang ibu derita 2.
Anemia yang tidak membaik dengan pemberian suplementasi besi selama 3
bulan 3.
Anemia yang disertasi
perdarahan kronis, agar
dicari sumber perdarahan dan
ditangani. Peralatan Laboratorium untuk pemeriksaan darah rutin Prognosis Prognosis umumnya adalah bonam, sembuh tanpa
komplikasi |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment