MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Wednesday, March 11, 2026

SOP ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA KEHAMILAN

 

75

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

ANEMIA DEFISIENSI BESI

PADA KEHAMILAN

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Anemia defisiensi besi dalam kehamilan adalah kelainan pada ibu hamil dengan kadar hemoglobin < 11g/dl pada trimester I dan III atau <10,5 g/dl pada trimester II yang disebabkan karena defisiensi besi.

Penyebab tersering anemia pada kehamilan adalah defisiensi besi, perdarahan akut, dan defisiensi asam folat.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan anemia defisiensi besi dalam kehamilan

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

Keluhan

1.  Badan lemah, lesu

2.  Mudah lelah

3.  Mata berkunang-kunang

4.  Tampak pucat

5.  Telinga mendenging

6.  Pica: keinginan untuk memakan bahan-bahan yang tidak lazim

 

Faktor Risiko :  - Faktor Predisposisi

1.  Perdarahan kronis

2.  Riwayat keluarga

3.  Kecacingan

4.  Gangguan intake (diet rendah zat besi,)

5.  Gangguan absorbsi besi

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective )

 

Pemeriksaan Fisik Patognomonis

1.  Konjungtiva anemis

2.  Atrofi papil lidah

3.  Stomatitis angularis (cheilosis)

4.  Koilonichia: kuku sendok (spoon nail)

 

Pemeriksaan Penunjang

1.  Kadar hemoglobin

2.  Apusan darah tepi

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

Kadar Hb < 11 g/dl (pada trimester I dan III) atau< 10,5 g/dl (pada trimester II). Apabila diagnosis anemia telah ditegakkan, lakukan pemeriksaan apusan darah tepi untuk melihat morfologi sel darah merah.

 

Diagnosis Banding

Anemia    akibat    penyakit    kronik,    Trait    Thalassemia,    Anemia sideroblastik

 

Komplikasi :  -

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan

1.  Lakukan penilaian pertumbuhan dan kesejahteraan janin dengan memantau pertambahan ukuran janin

2.  Bila pemeriksaan apusan darah tepi tidak tersedia, berikan tablet tambah darah yang berisi 60 mg besi elemental dan 250 µg asam folat.Pada ibu hamil dengan anemia, tablet besi diberikan 3 kali sehari.

3.  Bila tersedia fasilitas pemeriksaan penunjang, tentukan penyebab anemia berdasarkan hasil pemeriksaan darah perifer lengkap dan apus darah tepi.

Bila tidak tersedia, pasien bisa di rujuk ke pelayanan sekunder untuk penentuan jenis anemia dan pengobatan awal.

4.  Anemia mikrositik hipokrom dapat ditemukan pada keadaan:

a. Defisiensi    besi:    lakukan    pemeriksaan    ferritin.    Apabila ditemukan  kadar  ferritin  <  15  ng/ml,  berikan  terapi  besi dengan dosis setara 180 mg besi elemental per hari. Apabila kadar ferritin normal, lakukan pemeriksaan SI dan TIBC.

b. Thalassemia: Pasien dengan kecurigaan thalassemia perlu dilakukan tatalaksana   bersama   dokter   spesialis   penyakit dalam untuk perawatan yang lebih spesifik

c. Anemia   normositik   normokrom   dapat   ditemukan   pada keadaan:

Perdarahan: tanyakan riwayat dan cari tanda dan gejala aborsi, mola, kehamilan ektopik, atau perdarahan pasca persalinan infeksi kronik

d.  Anemia makrositik hiperkrom dapat ditemukan pada keadaan: Defisiensi asam folat dan vitamin B12: berikan asam folat 1 x 2 mg dan vitamin B12 1 x 250 – 1000 µg

 

Konseling dan Edukasi

1.  Prinsip konseling pada anemia defisiensi besi adalah memberikan pengertian kepada pasien dan keluarganya tentang perjalanan penyakit dan tata laksananya, sehingga meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berobat serta meningkatkan kualitas hidup pasien untuk mencegah terjadinya anemia defisiensi besi.

2.  Diet  bergizi  tinggi  protein  terutama  yang  berasal  dari  protein hewani (daging,ikan,susu, telur,sayuran hijau)

3.  Pemakaian alas kaki untuk mencegah infeksi cacing tambang

 

 

Kriteria Rujukan

1.  Pemeriksaan penunjang menentukan jenis anemia yang ibu derita

2.  Anemia yang tidak membaik dengan pemberian suplementasi besi selama 3 bulan

3.  Anemia  yang  disertasi  perdarahan  kronis,  agar  dicari  sumber perdarahan dan ditangani.

 

Peralatan

Laboratorium untuk pemeriksaan darah rutin

 

Prognosis

Prognosis umumnya adalah bonam, sembuh tanpa komplikasi

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment

Popular Posts