MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Wednesday, March 11, 2026

SOP ABORTUS SPONTAN KOMPLIT

 

74

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

ABORTUS SPONTAN KOMPLIT

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Abortus spontan komplit adalah pengeluaran seluruh hasil konsepsi dari kavum uteri sebelum janin dapat hidupdi luar kandungan, dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20 minggu atau anak kurang dari 500 gram

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan abortus spontan komplit

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

Keluhan

a.  Perdarahan sedikit

b.  Nyeri perut atau kram ringan c.  Mulut rahim sudah tertutup

d.  Pengeluaran seluruh hasil konsepsi

 

Faktor Risiko

1.  Faktor Maternal

a.  Penyakit infeksi

b.  Kelainan hormonal, seperti hipotiroidisme c.  Gangguan nutrisi yang berat

d.  Penyakit menahun dan kronis

e.  Alkohol, merokok dan penggunaan obat-obatan f.   Anomali uterus dan serviks

g.  Gangguan imunologis

h.  Trauma fisik dan psikologis

2.  Faktor Janin

Adanya kelainan genetik pada janin

3.  Faktor ayah

Terjadinya kelainan sperma

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

 

Pemeriksaan Fisik

1.  Penilaian tanda vital (tekanan darah, nadi, respirasi, suhu)

2.  Penilaian tanda-tanda syok

3.  Periksa konjungtiva untuk tanda anemia

4.  Mencari ada tidaknya massa abdomen

5.  Tanda-tanda akut abdomen dan defans musculer

6.  Pemeriksaan ginekologi, ditemukan:

   Osteum uteri tertutup

   Perdarahan sedikit

   Ukuran uterus lebih kecil usia kehamilan

 

Pemeriksaan Penunjang

1.  Pemeriksaan USG.

2.  Pemeriksaan tes kehamilan (BHCG): biasanya masih positif sampai

7-10 hari setelah abortus.

3.  Pemeriksaan  darah  perifer lengkap

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

Diagnosis  ditegakkan  berdasar  anamnesis,  pemeriksaan  fisik,  dan pemeriksaam penunjang.

 

Diagnosis Banding

Kehamilan ektopik, Mola hidatidosa, Missed abortion

 

Komplikasi

Komplikasi yang dapat terjadi pada abortus ialah perdarahan, infeksi, perforasi, syok

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan Umum

 

Pada keadaan abortus kondisi ibu bisa memburuk dan menyebabkan komplikasi. Hal pertama yang harus dilakukan adalah penilaian cepat terhadap tanda vital (nada, tekanan darah, pernasapan dan suhu). Pada kondisi di jumpai tanda sepsis atau dugaan abortus dengan komplikasi, berikan antibiotika dengan kombinasi:

1.  Ampicilin 2 gr IV /IM kemudian 1 gr setiap 6 jam

2.  Gentamicin 5 mg/KgBB setiap 24 jam

3.  Metronidazole 500 mg IV setiap 8 jam

4.  Segera melakukan rujukan ke pelayanan kesehatan Sekunder / RS

 

Penatalaksaan

Tidak memerlukan pengobatan khusus, hanya apabila menderita anemia perlu diberikan sulfas ferosus dan dianjurkan supaya makanannya mengandung banyak protein, vitamin dan mineral.

 

Pencegahan

1.  Pemeriksaan rutin antenatal

2.  Makan makanan yang bergizi (sayuran, susu,ikan, daging,telur).

3. Menjaga kebersihan diri, terutama daerah kewanitaan dengan tujuan mencegah infeksi yang bisa mengganggu proses implantasi janin.

4.  Hindari rokok, karena nikotin mempunyai efek vasoaktif sehingga menghambat sirkulasi uteroplasenta.

5.  Apabila terdapat anemia sedang berikan tablet Sulfas Ferosus 600 mg/hari         selama  2  minggu,bila  anemia  berat  maka  berikan transfusi darah.

 

Rencana Tindak Lanjut

1.  Melakukan konseling untuk memberikan dukungan emosional

2.  Menganjurkan penggunaan kontrasepsi pasca keguguran karena kesuburan dapat kembali kira-kira 14 hari setelah keguguran. Untuk mencegah  kehamilan,  Alat  Kontrasepsi  Dalam  Rahim (AKDR) umumnya dapat dipasang secara aman setelah aborsi spontan atau diinduksi. Kontraindikasi pemasangan AKDR pasca keguguran antara lain adalah infeksi pelvik, abortus septik, atau komplikasi serius lain dari abortus.

3.  Follow up dilakukan setelah 2 minggu.

 

Kriteria Rujukan

-

 

Peralatan

1.  Inspekulo

2.  Laboratorium sederhana untuk pemeriksan tes kehamilan .

3.  Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan darah rutin.

 

Prognosis

Prognosis umumnya bonam.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment

Popular Posts