MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Wednesday, March 11, 2026

SOP KEHAMILAN NORMAL

 

73

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

KEHAMILAN NORMAL

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahir. Lama kehamilan normal 40 minggu dihitung dari hari pertama haid terahir (HPHT).

Untuk menghindari terjadinya komplikasi pada kehamilan dan persalinan, maka setiap ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan  secara  rutin  minimal  4 kali kunjungan selama masa kehamilan.

Antenatal care (ANC) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan pada ibu hamil dan selama kehamilannya untuk mempersiapkan ibu agar memahami pentingnya pemeliharaan kesehatan selama hamil, bersalin dan nifas serta mendeteksi dini factor resiko dan menangani masalah tersebut secara dini.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan kehamilan normal

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

1.  Haid yang terhenti

2.  Mual dan muntah pada pagi hari

3.  Ngidam

4.  Sering buang air kecil

5.  Pengerasan dan pembesaran payudara

6.  Puting susu lebih hitam

 

Faktor Risiko

 

Pada kehamilan perlu diwaspadai hal-hal di bawah ini:

1.  Bila  pada  kehamilan  sebelumnya  terdapat     riwayat  obstetrik sebagai berikut:

a.  Lahir mati atau bayi mati umur < 28 hari b.  > 3 abortus spontan

c.  Berat badan bayi < 2500 gram

d.  Berat badan bayi > 4500 gram

e.Dirawat di rumah sakit karena hipertensi, preeklampsia atau eklampsia

f.Operasi    pada    saluran    reproduksi    khususnya    operasi seksiosesaria

2.  Bila pada kehamilan saat ini:

a.  Usia ibu di bawah 16 tahun atau di atas 35 tahun b.  Ibu memiliki rhesus (-)

c.  Ada keluhanperdarahan vagina

3.  Bila ibu memiliki salah satu masalah kesehatan di bawah ini:

a.  Diabetes Mellitus/ kencing manis b.  Penyakit jantung

c.  Penyakit ginjal

d.  Penyalahgunaan obat

e.  Konsumsi rokok, alkohol dan bahan adiktif lainnya

f. Penyakit menular TB, malaria, HIV/AIDS dan penyakit menular seksual,

g.  Penyakit kanker

 

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

 

Pemeriksaan Fisik

 

Periksa tanda vital ibu (tekanan darah, nadi, suhu, frekuensi nafas), ukur berat badan, tinggi badan, serta lingkar lengan atas (LLA) pada setiap kedatangan.

 

Pada trimester 1

1.  LLA> 33 cm, maka diduga obesitas, memiliki risiko preeklampsia dan diabetes maternal, memiliki risiko melahirkan bayi dengan berat badan lebih

2.  LLA< 23 cm, maka diduga undernutrisi atau memiliki penyakit kronis, biasanya memiliki bayi yang lebih kecil dari ukuran normal

3.  Keadaan muka diperhatikan adanya edema palpebra atau pucat, mata  dan  konjungtiva  dapat  pucat,kebersihan  mulut  dan  gigi dapat terjadi   karies   dan   periksa   kemungkinan   pembesaran kelenjar tiroid.

4. Pemeriksaan payudara: puting susu dan areola menjadi lebih menghitam.

5.  Pemeriksaan dada:perhatikan suara paru dan bunyi jantung ibu

6.  Pemeriksaan ekstremitas: perhatikan edema dan varises

 

Pemeriksaan obstetrik :

1.  Abdomen:

a.  Observasi adanya bekas operasi. b.  Mengukur  tinggi fundus uteri.

c.  Melakukan palpasi dengan manuever Leopold I-IV.

d.  Mendengarkan bunyi jantung janin (120-160x/menit).

2.  Vulva/vagina

a. Observasi   varises,   kondilomata,   edema,   haemorhoid   atau abnormalitas lainnya.

b.  Pemeriksaan   vaginal   toucher:   memperhatikan   tanda-tanda tumor.

c. Pemeriksaan inspekulo untuk memeriksa serviks,tanda-tanda infeksi, ada/tidaknya cairan keluar dari osteum uteri.

 

Tinggi fundus sesuai usia kehamilan

12 minggu: Teraba di atas simfisis pubis

16 minggu : Diantara simfisis pubis dan umbilikus      

20 minggu : Setinggi umbilikus = (20 ± 2) cm

22-27 minggu : (minggu gestasi ± 2) cm

28 minggu : Antara umbilikus dan processus xiphoideus =(28 ± 2) cm

29-35 minggu : (minggu gestasi ± 2) cm

36 minggu : Pada processus xiphoideus           = (36 ± 2) cm

 

Pemeriksaan Penunjang

1.  Tes kehamilan menunjukkan HCG (+)

2. Pemeriksaan darah: Golongan darah ABO dan Rhesus   pada trimester 1, Hb dilakukan pada trimester 1 dan 3, kecuali bila tampak adanya tanda-tanda anemia berat.

3.  Pemeriksaan lain: kadar glukosa darah dan   protein urin sesuai indikasi.

4.  Pada ibu hamil dengan faktor risiko, dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan: BTA, TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalo virus, herpes   and   others),   sifilis,   malaria  danHIV   dilakukan  pada trimester 1 terutama untuk daerah endemik untuk skrining faktor risiko.

5.  USG sesuai indikasi.

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

 

Diagnosisi      ditegakkan      dengan      anamnesis,      pemeriksaan fisik/obstetrik, dan pemeriksaan penunjang.

 

Tanda tak pasti kehamilan: Tes kehamilan menunjukkan HCG (+)

 

Tanda pasti kehamilan:

1.  Bunyi jantung janin/BJJ (bila   umur kehamilan/UK> 8 minggu)

dengan BJJ normal 120-160 kali per menit,

2.  Gerakan janin (bila UK> 12 minggu)

3.  Bila  ditemukan  adanya  janin  pada  pemeriksaan  Ultrasonografi

(USG) dan pemeriksaan obstetrik.

 

Kehamilan normal apabila memenuhi kriteria dibawah ini:

1.  Keadaan umum baik

2.  Tekanan darah <140/90 mmHg

3.  Pertambahan berat badan sesuai minimal 8 kg selama kehamilan

(1 kg perbulan) atau sesuai Indeks Masa Tubuh (IMT) ibu

4.  Edema hanya pada ekstremitas

5.  BJJ =120-160 x/menit

6.  Gerakan janin dapat dirasakan setelah usia 18 -20 minggu hingga melahirkan

7.  Ukuran uterus sesuai umur kehamilan

8.  Pemeriksaan fisik dan laboratorium dalam batas normal

9.  Tidak ada riwayat kelainan obstetrik.

 

Diagnosis Banding

1.  Kehamilan palsu

2.  Tumor kandungan

3.  Kista ovarium

4.  Hematometra

5.  Kandung kemih yang penuh

 

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan

 

Non Medikamentosa

1.  Memberikan jadwal pemeriksaan berkala kepada calon ibu selama masa kehamilan

 

Kunjungan pada pemeriksaan antenatal

Trimester I : minimal 1 x, Sebelum  minggu ke 16

Trimester II : minimal 1 x, Antara minggu ke 24 – 28  

Trimester III : minimal 2 x, Antara minggu ke 30 -32 dan Antara minggu ke 36 – 38  

 

2. Memberikan nasihat dan petunjuk yang berkaitandengan kehamilan, persalinan, kala nifas dan laktasi.

3.  Tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai: sakit kepala lebih dari biasa,perdarahan per vaginam, gangguan penglihatan, pembengkakan pada wajah/tangan, nyeri abdomen (epigastrium), mual dan  muntah  berlebihan,  demam,  janin  tidak  bergerak sebanyak biasanya.

4.  Pemberian makanan bayi, air susu ibu (ASI) eksklusif, dan inisiasi menyusu dini (IMD).

5. Penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin misalnya hipertensi, TBC, HIV, serta infeksi menular seksual lainnya.

6.  Perlunya menghentikan kebiasaan yang beresiko bagi kesehatan, seperti merokok dan minum alkohol.

7.  Program KB terutama penggunaan kontrasepsi pascasalin.

8.  Minum cukup cairan.

9.  Peningkatan konsumsi makanan hingga 300 kalori/hari dari menu seimbang. Contoh: nasi tim dari 4 sendok makan beras, ½ pasang hati ayam,  1  potong  tahu,  wortel  parut, bayam, 1 sendok teh minyak goreng, dan 400 ml air.

10. Latihan fisik normal tidak berlebihan, istirahat jika lelah.

11. Ajarkan metoda mudah untuk menghitung gerakan janin dalam 12 jam, misalnya dengan menggunakan karet gelang 10 buah pada pagi hari pukul 08.00 yang dilepaskan satu per satu saat ada gerakan janin. Bila pada pukul 20.00, karet gelang habis, maka gerakan janin baik.

 

Medikamentosa

1.  Memberikan zat besi dan asam folat (besi 60 mg/hari dan folat 250 mikogram 1-2 kali/hari), bila Hb<7,0 gr/dl dosis ditingkatkan menjadi dua kali. Apabila dalam follow up selama 1 bulan tidak ada perbaikan,   dapatdipikirkan   kemungkinan   penyakit   lain (talasemia, infeksi cacing tambang, penyakit kronis TBC)

2.  Memberikanimunisasi TT (Tetanus Toxoid) apabila pasien memiliki risikoterjadinya  tetanus  pada  proses  melahirkan  dan  buku catatan kehamilan.

Pada  Ibu  yang  riwayat  imunisasi  tidak  diketahui,  pemberian sesuai dengan tabel di berikut ini.

 

Pemberian TT untuk ibu yang belum pernah imunisasi atau tidak mengetahui status imunisasinya

TT1 = Sedini mungkin saat kunjungan pertama

TT2 = 4 minggu setelah TT1 (pada kehamilan)

TT3 = 6 Bulan setelah TT2 (pada kehamilan, jika selang minimalterpenuhi)

TT4 = 1 tahun setelah TT3

TT5 = 1 Tahun setelah TT4

 

Dosis booster dapat diberikan pada ibu yang sudah pernah diimunisasi.  Pemberian  dosis  booster  0,5  ml  IM  dan  disesuaikan degan jumlah vaksinani yang telah diterima sebelumnya. Sesuai dengan tabel di berikut ini.

 

Pemberian TT untuk ibu yang sudah pernah imunisasi

 

Pernah                   Pemberian dan selang waktu minimal

 

1 kali                       TT2, 4 minggu seteleah TT1 (pada kehamilan)

2 kali                  TT3, 6 bulan setelah TT2 (pada kehamilan,

jika selang waktu minimal terpenuhi)

3 kali                       TT4, 1 tahun setelah TT3

4 kali                       TT5, 1 tahun setelah TT4

5 kali                       Tidak Perlu lagi

 

Konseling dan Edukasi

1. Persiapan persalinan, meliputi: siapa yang akan menolong persalinan, dimana akan melahirkan, siapa yang akan membantu dan menemani dalam persalinan, kemungkinan kesiapan donor darah  bila   timbul   permasalahan,   metode   transportasi   bila diperlukan rujukan, dukungan biaya.

2. Pentingnya peran suami dan keluarga selama kehamilan dan persalinan.

3.  Jika ibu merasakan tanda – tanda bahaya kehamilan, harus di waspadai dan segera mengunjungi pelayanan kesehatan terdekat. Tanda bahaya yang wajib diwaspadai :

a.  Sakit kepala yang tidak biasanya b.  Keluarnya darah dari jalan lahir c.  Terjadi gangguan penglihatan

d. Pembengkakan pada wajah / tangan e.  Mual dan muntah yang berlebihan

f.   Demam

g.  Gerakan  janin  yang  tidak  biasanya  atau  cenderung  tidak bergerak

4.  Keluarga diajak untuk mendukung ibu hamil secara psikologis maupun finansial, bila memungkinkan siapkan suami siaga

5.  Dukung intake nutrisi yang seimbang bagi ibu hamil.

6.  Dukung ibu hamil untuk menghentikan pemberian ASI bila masih menyusui.

7.  Dukung   memberikan   ASI   eksklusif   untuk   bayi   yang   nanti dilahirkan.

8.  Siapkan  keluarga  untuk  dapat  menentukan  kemana  ibu  hamil harus dibawa bila ada perdarahan, perut dan/atau kepala terasa sangat nyeri, dan tanda-tanda bahaya lainnya, tulis dalam buku pemeriksaan alamat rujukan yang dapat dituju bila diperlukan.

9.  Dengan  pasangan  ibu  hamil  didiskusikan  mengenai  aktifitas seksual selama kehamilan. Aktifitas seksual biasa dapat dilakukan selama kehamilan, posisi dapat bervariasi sesuai pertumbuhan janin  dan  pembesaran  perut.  Kalau  ibu  hamil  merasa  tidak nyaman ketika melakukan aktifitas seksual, sebaiknya dihentikan. Aktifitas seksual tidak dianjurkan pada keadaan:

a.  riwayat melahirkan prematur b.  riwayat abortus

c.  perdarahan vagina atau keluar duhtubuh d.  plasenta previa atau plasenta letak rendah e.  serviks inkompeten

 

 

Peralatan

 

1.  Alat ukur tinggi badan dan berat badan

2.  Meteran

3.  Laenec atau Doppler

4.  Tempat tidur periksa

5.  Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan tes kehamilan, darah rutin, urinalisa dan golongan darah

6.  Buku catatan pemeriksaan

7.  Buku pegangan ibu hamil

 

Kriteria Rujukan

 

Konsultasikan dan rujuk pada kunjungan trimester 1 atau 2 bila ditemukan keadaan di bawah ini:

 

Kriteria rujukan ibu hamil :

Diabetes melitus = Rujuk  untuk memperolehpelayanan sekunder

Penyakit jantung = Konsultasikan dan rawat ataspengawasan dokter ahli di tingkat sekunder

Penyakit ginjal = Konsultasikan dan rawat atas pengawasan dokter ahli di tingkat sekunder

Epilepsi = Nasehati untuk meneruskanpengobatan

Pengguna narkoba, obatterlarang dan bahan adiksi lainnya  = Rujukuntuk perawatan khusus

Tanda anemia berat dan Hb <70g/l = Naikkan dosis besi dan rujuk bila

ibu hamil sesak nafas

Primigravida = Nasehati untuk melahirkan ditempat pelayanan kesehatan

Riwayat still birth/lahir mati = Konsultasikan dan rawat ataspengawasan dokter ahli di tingkat sekunder

Riwayat  (validated  IUGR=  intrauterin growth retardation) = Konsultasikan dan rawat ataspengawasan dokter ahli di tingkat sekunder

Riwayat dirawat untuk eklampsia atau preeklampsia = Konsultasikan    dan    rawat    ataspengawasan dokter ahli di tingkat sekunder

Riwayat seksio sesaria = Tekankan   untuk   melahirkan   di RS

Tekanan  darah  tinggi  (>140/90mm Hg) = Rujuk untuk di evaluasi

MUAC    (lingkar    perut    bagiantengah) = Rujuk untuk evaluasi

(pertimbangkan  standar  ukuran yang  sesuai  untuk  kondisi setempat)

 

Konsultasikan dan rujuk pada kunjungan trimester 1 bila ditemukan keadaan di bawah ini:

1.  hiperemesis

2.  perdarahan per vaginam atau spotting

3.  trauma

 

Konsultasikan dan rujuk pada kunjungan trimester 2 bila ditemukan keadaan di bawah ini:

1.  Gejala yang tidak diharapkan

2.  Perdarahan pervaginam atau spotting

3.  Hb selalu berada di bawah 7 gr/dl

4.  Gejala preeklampsia, hipertensi, proteinuria

5.  Diduga adanya fetal growth retardation (gangguan pertumbuhan janin)

6.  Ibu tidak merasakan gerakan bayi

 

Konsultasikan dan rujuk pada kunjungan trimester 3 bila ditemukan keadaan di bawah ini:

1.  Sama dengan keadaan tanda bahaya pada semester 2 ditambah

2.  Tekanan darah di atas 130 mmHg

3.  Diduga kembar atau lebih

 

Prognosis

1.  Ad vitam             : Bonam

2.  Ad functionam    : Bonam

3.  Ad sanationam   : Bonam

 

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment

Popular Posts