|
73 Dinkes Kab Defgh |
KEHAMILAN
NORMAL |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai
lahir. Lama kehamilan normal 40 minggu dihitung dari hari pertama haid
terahir (HPHT). Untuk menghindari terjadinya komplikasi pada
kehamilan dan persalinan, maka setiap ibu hamil dianjurkan untuk melakukan
pemeriksaan secara rutin
minimal 4 kali kunjungan selama
masa kehamilan. Antenatal care (ANC) adalah pelayanan
kesehatan yang diberikan pada ibu hamil dan selama kehamilannya untuk
mempersiapkan ibu agar memahami pentingnya pemeliharaan kesehatan selama
hamil, bersalin dan nifas serta mendeteksi dini
factor resiko dan menangani masalah tersebut secara dini. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan kehamilan normal |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) 1. Haid
yang terhenti 2. Mual
dan muntah pada pagi hari 3.
Ngidam 4.
Sering buang air kecil 5.
Pengerasan dan pembesaran payudara 6.
Puting susu lebih hitam Faktor Risiko Pada kehamilan perlu diwaspadai hal-hal di
bawah ini: 1.
Bila pada kehamilan
sebelumnya terdapat riwayat
obstetrik sebagai berikut: a.
Lahir mati atau bayi mati umur < 28 hari b. > 3 abortus spontan c.
Berat badan bayi < 2500 gram d.
Berat badan bayi > 4500 gram e.Dirawat di rumah sakit karena hipertensi,
preeklampsia atau eklampsia f.Operasi
pada saluran reproduksi khususnya operasi seksiosesaria 2. Bila
pada kehamilan saat ini: a. Usia
ibu di bawah 16 tahun atau di atas 35 tahun b. Ibu memiliki rhesus (-) c. Ada
keluhanperdarahan vagina 3. Bila
ibu memiliki salah satu masalah kesehatan di bawah ini: a.
Diabetes Mellitus/ kencing manis b.
Penyakit jantung c.
Penyakit ginjal d.
Penyalahgunaan obat e.
Konsumsi rokok, alkohol dan bahan adiktif lainnya f. Penyakit menular TB, malaria, HIV/AIDS dan
penyakit menular seksual, g.
Penyakit kanker Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang
Sederhana (Objective) Pemeriksaan Fisik Periksa tanda vital ibu (tekanan darah, nadi,
suhu, frekuensi nafas), ukur berat badan, tinggi badan, serta lingkar lengan
atas (LLA) pada setiap kedatangan. Pada trimester 1 1.
LLA> 33 cm, maka diduga obesitas, memiliki risiko preeklampsia dan
diabetes maternal, memiliki risiko melahirkan bayi dengan berat badan lebih 2.
LLA< 23 cm, maka diduga undernutrisi atau memiliki penyakit kronis,
biasanya memiliki bayi yang lebih kecil dari ukuran normal 3.
Keadaan muka diperhatikan adanya edema palpebra atau pucat, mata dan
konjungtiva dapat pucat,kebersihan mulut
dan gigi dapat terjadi karies
dan periksa kemungkinan pembesaran kelenjar tiroid. 4. Pemeriksaan payudara: puting susu dan
areola menjadi lebih menghitam. 5.
Pemeriksaan dada:perhatikan suara paru dan bunyi jantung ibu 6.
Pemeriksaan ekstremitas: perhatikan edema dan varises Pemeriksaan obstetrik : 1.
Abdomen: a.
Observasi adanya bekas operasi. b.
Mengukur tinggi fundus uteri. c.
Melakukan palpasi dengan manuever Leopold I-IV. d.
Mendengarkan bunyi jantung janin (120-160x/menit). 2.
Vulva/vagina a. Observasi
varises, kondilomata, edema,
haemorhoid atau abnormalitas
lainnya. b.
Pemeriksaan vaginal toucher:
memperhatikan tanda-tanda
tumor. c. Pemeriksaan inspekulo untuk memeriksa
serviks,tanda-tanda infeksi, ada/tidaknya cairan keluar dari osteum uteri. Tinggi fundus sesuai usia kehamilan 12 minggu: Teraba di atas simfisis pubis 16 minggu : Diantara simfisis pubis dan
umbilikus 20 minggu : Setinggi
umbilikus = (20 ± 2) cm 22-27 minggu : (minggu gestasi ± 2) cm 28 minggu : Antara umbilikus dan processus
xiphoideus =(28 ± 2) cm 29-35 minggu : (minggu gestasi ± 2) cm 36 minggu : Pada processus xiphoideus = (36 ± 2) cm Pemeriksaan Penunjang 1. Tes
kehamilan menunjukkan HCG (+) 2. Pemeriksaan darah: Golongan darah ABO dan
Rhesus pada trimester 1, Hb dilakukan
pada trimester 1 dan 3, kecuali bila tampak adanya tanda-tanda anemia berat. 3.
Pemeriksaan lain: kadar glukosa darah dan protein urin sesuai indikasi. 4. Pada
ibu hamil dengan faktor risiko, dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan: BTA,
TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalo virus, herpes and
others), sifilis, malaria
danHIV dilakukan pada trimester 1 terutama untuk daerah
endemik untuk skrining faktor risiko. 5. USG
sesuai indikasi. Penegakan Diagnostik (Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosisi
ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik/obstetrik, dan
pemeriksaan penunjang. Tanda tak pasti kehamilan: Tes kehamilan
menunjukkan HCG (+) Tanda pasti kehamilan: 1.
Bunyi jantung janin/BJJ (bila
umur kehamilan/UK> 8 minggu) dengan BJJ normal 120-160 kali per menit, 2.
Gerakan janin (bila UK> 12 minggu) 3.
Bila ditemukan adanya
janin pada pemeriksaan
Ultrasonografi (USG) dan pemeriksaan obstetrik. Kehamilan normal apabila memenuhi kriteria
dibawah ini: 1.
Keadaan umum baik 2.
Tekanan darah <140/90 mmHg 3.
Pertambahan berat badan sesuai minimal 8 kg selama kehamilan (1 kg perbulan) atau sesuai Indeks Masa Tubuh
(IMT) ibu 4.
Edema hanya pada ekstremitas 5. BJJ
=120-160 x/menit 6.
Gerakan janin dapat dirasakan setelah usia 18 -20 minggu hingga
melahirkan 7.
Ukuran uterus sesuai umur kehamilan 8.
Pemeriksaan fisik dan laboratorium dalam batas normal 9.
Tidak ada riwayat kelainan obstetrik. Diagnosis Banding 1.
Kehamilan palsu 2.
Tumor kandungan 3.
Kista ovarium 4.
Hematometra 5.
Kandung kemih yang penuh Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan Non Medikamentosa 1.
Memberikan jadwal pemeriksaan berkala kepada calon ibu selama masa
kehamilan Kunjungan pada pemeriksaan antenatal Trimester I : minimal 1 x, Sebelum minggu ke 16 Trimester II : minimal 1 x, Antara minggu ke
24 – 28 Trimester III :
minimal 2 x, Antara minggu ke 30 -32 dan Antara minggu ke 36 – 38 2. Memberikan nasihat dan petunjuk yang
berkaitandengan kehamilan, persalinan, kala nifas dan laktasi. 3.
Tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai: sakit kepala lebih dari
biasa,perdarahan per vaginam, gangguan penglihatan, pembengkakan pada
wajah/tangan, nyeri abdomen (epigastrium), mual dan muntah
berlebihan, demam, janin
tidak bergerak sebanyak
biasanya. 4.
Pemberian makanan bayi, air susu ibu (ASI) eksklusif, dan inisiasi
menyusu dini (IMD). 5. Penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan
ibu dan janin misalnya hipertensi, TBC, HIV, serta infeksi menular seksual
lainnya. 6.
Perlunya menghentikan kebiasaan yang beresiko bagi kesehatan, seperti
merokok dan minum alkohol. 7.
Program KB terutama penggunaan kontrasepsi pascasalin. 8.
Minum cukup cairan. 9.
Peningkatan konsumsi makanan hingga 300 kalori/hari dari menu
seimbang. Contoh: nasi tim dari 4 sendok makan beras, ½ pasang hati
ayam, 1 potong
tahu, wortel parut, bayam, 1 sendok teh minyak goreng,
dan 400 ml air. 10. Latihan fisik normal tidak berlebihan,
istirahat jika lelah. 11. Ajarkan metoda mudah untuk menghitung
gerakan janin dalam 12 jam, misalnya dengan menggunakan karet gelang 10 buah
pada pagi hari pukul 08.00 yang dilepaskan satu per satu saat ada gerakan
janin. Bila pada pukul 20.00, karet gelang habis, maka gerakan janin baik. Medikamentosa 1.
Memberikan zat besi dan asam folat (besi 60 mg/hari dan folat 250
mikogram 1-2 kali/hari), bila Hb<7,0 gr/dl dosis ditingkatkan menjadi dua
kali. Apabila dalam follow up selama 1 bulan tidak ada perbaikan, dapatdipikirkan kemungkinan penyakit
lain (talasemia, infeksi cacing tambang, penyakit kronis TBC) 2.
Memberikanimunisasi TT (Tetanus Toxoid) apabila pasien memiliki
risikoterjadinya tetanus pada
proses melahirkan dan
buku catatan kehamilan. Pada
Ibu yang riwayat
imunisasi tidak diketahui,
pemberian sesuai dengan tabel di berikut ini. Pemberian TT untuk ibu yang belum pernah
imunisasi atau tidak mengetahui status imunisasinya TT1 = Sedini mungkin saat kunjungan pertama TT2 = 4 minggu setelah TT1 (pada kehamilan) TT3 = 6 Bulan setelah TT2 (pada kehamilan,
jika selang minimalterpenuhi) TT4 = 1 tahun setelah TT3 TT5 = 1 Tahun setelah TT4 Dosis booster dapat diberikan pada ibu yang
sudah pernah diimunisasi.
Pemberian dosis booster
0,5 ml IM
dan disesuaikan degan jumlah
vaksinani yang telah diterima sebelumnya. Sesuai dengan tabel di berikut ini.
Pemberian TT untuk ibu yang sudah pernah
imunisasi Pernah Pemberian dan selang waktu
minimal 1 kali TT2, 4 minggu seteleah
TT1 (pada kehamilan) 2 kali TT3, 6 bulan setelah TT2
(pada kehamilan, jika selang waktu minimal terpenuhi) 3 kali TT4, 1 tahun setelah
TT3 4 kali TT5, 1 tahun setelah
TT4 5 kali Tidak Perlu lagi Konseling dan Edukasi 1. Persiapan persalinan, meliputi: siapa yang
akan menolong persalinan, dimana akan melahirkan, siapa yang akan membantu
dan menemani dalam persalinan, kemungkinan kesiapan donor darah bila
timbul permasalahan, metode
transportasi bila diperlukan
rujukan, dukungan biaya. 2. Pentingnya peran suami dan keluarga selama
kehamilan dan persalinan. 3. Jika
ibu merasakan tanda – tanda bahaya kehamilan, harus di waspadai dan segera
mengunjungi pelayanan kesehatan terdekat. Tanda bahaya yang wajib diwaspadai
: a.
Sakit kepala yang tidak biasanya b.
Keluarnya darah dari jalan lahir c.
Terjadi gangguan penglihatan d. Pembengkakan pada wajah / tangan e. Mual dan muntah yang berlebihan f.
Demam g. Gerakan janin
yang tidak biasanya
atau cenderung tidak bergerak 4.
Keluarga diajak untuk mendukung ibu hamil secara psikologis maupun
finansial, bila memungkinkan siapkan suami siaga 5.
Dukung intake nutrisi yang seimbang bagi ibu hamil. 6.
Dukung ibu hamil untuk menghentikan pemberian ASI bila masih menyusui. 7.
Dukung memberikan ASI
eksklusif untuk bayi
yang nanti dilahirkan. 8.
Siapkan keluarga untuk
dapat menentukan kemana
ibu hamil harus dibawa bila ada
perdarahan, perut dan/atau kepala terasa sangat nyeri, dan tanda-tanda bahaya
lainnya, tulis dalam buku pemeriksaan alamat rujukan yang dapat dituju bila
diperlukan. 9.
Dengan pasangan ibu
hamil didiskusikan mengenai
aktifitas seksual selama kehamilan. Aktifitas seksual biasa dapat
dilakukan selama kehamilan, posisi dapat bervariasi sesuai pertumbuhan janin dan
pembesaran perut. Kalau
ibu hamil merasa
tidak nyaman ketika melakukan aktifitas seksual, sebaiknya dihentikan.
Aktifitas seksual tidak dianjurkan pada keadaan: a.
riwayat melahirkan prematur b.
riwayat abortus c.
perdarahan vagina atau keluar duhtubuh d. plasenta previa atau plasenta letak rendah
e. serviks inkompeten Peralatan 1. Alat
ukur tinggi badan dan berat badan 2.
Meteran 3.
Laenec atau Doppler 4.
Tempat tidur periksa 5.
Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan tes kehamilan, darah rutin,
urinalisa dan golongan darah 6. Buku
catatan pemeriksaan 7. Buku
pegangan ibu hamil Kriteria Rujukan Konsultasikan dan rujuk pada kunjungan
trimester 1 atau 2 bila ditemukan keadaan di bawah ini: Kriteria rujukan ibu hamil : Diabetes melitus = Rujuk untuk memperolehpelayanan sekunder Penyakit jantung = Konsultasikan dan rawat
ataspengawasan dokter ahli di tingkat sekunder Penyakit ginjal = Konsultasikan dan rawat atas
pengawasan dokter ahli di tingkat sekunder Epilepsi = Nasehati untuk meneruskanpengobatan Pengguna narkoba, obatterlarang dan bahan
adiksi lainnya = Rujukuntuk perawatan
khusus Tanda anemia berat dan Hb <70g/l = Naikkan
dosis besi dan rujuk bila ibu hamil sesak nafas Primigravida
= Nasehati untuk melahirkan ditempat pelayanan kesehatan Riwayat still birth/lahir mati = Konsultasikan
dan rawat ataspengawasan dokter ahli di tingkat sekunder Riwayat
(validated IUGR= intrauterin growth retardation) =
Konsultasikan dan rawat ataspengawasan dokter ahli di tingkat sekunder Riwayat dirawat untuk eklampsia atau
preeklampsia = Konsultasikan
dan rawat ataspengawasan dokter ahli di tingkat
sekunder Riwayat seksio sesaria = Tekankan untuk
melahirkan di RS Tekanan
darah tinggi (>140/90mm Hg) = Rujuk untuk di evaluasi MUAC
(lingkar perut bagiantengah) = Rujuk untuk evaluasi (pertimbangkan
standar ukuran yang sesuai
untuk kondisi setempat) Konsultasikan dan rujuk pada kunjungan
trimester 1 bila ditemukan keadaan di bawah ini: 1.
hiperemesis 2.
perdarahan per vaginam atau spotting 3.
trauma Konsultasikan dan rujuk pada kunjungan
trimester 2 bila ditemukan keadaan di bawah ini: 1.
Gejala yang tidak diharapkan 2.
Perdarahan pervaginam atau spotting 3. Hb
selalu berada di bawah 7 gr/dl 4.
Gejala preeklampsia, hipertensi, proteinuria 5.
Diduga adanya fetal growth retardation (gangguan pertumbuhan janin) 6. Ibu
tidak merasakan gerakan bayi Konsultasikan dan rujuk pada kunjungan
trimester 3 bila ditemukan keadaan di bawah ini: 1. Sama
dengan keadaan tanda bahaya pada semester 2 ditambah 2.
Tekanan darah di atas 130 mmHg 3.
Diduga kembar atau lebih Prognosis 1. Ad
vitam : Bonam 2. Ad
functionam : Bonam 3. Ad
sanationam : Bonam |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment