MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Wednesday, March 11, 2026

SOP SALPHINGITIS

 

72

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

SALPHINGITIS

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. kapus

 

A. Pengertian

Salphingitis merupakan infeksi saluran tuba fallopi yang penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun diyakini penyebab utamanya adalah infeksi menular seksual yang agennya berupa Neisseria gonnorhoeae dan Chlamydia trachomatis tetapi tidak menutup keungkinan disebabkan oleh kuman patogen yang lain.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan salphinitis

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

1.    Tanda dan gejala:

-       Nyeri abdomen bagian bawah

-       Keputihan

-       Perdarahan yang tidak teratur

-       Keluhan kencing

-       muntah

2.    Pemeriksaan Penunjang:

LED>15

3.    Penatalaksanaan:

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

  1. Memberitahu pasien untuk tidak melakukan kontak seksualhingga dinyatakan sembuh dan menjaga kebersihan genital.
  2. Pemberian farmakologi dengan antibiotik: Tiamfenikol, 3,5 gr per oral (p.o) dosis tunggal, atau Ofloksasin 400 mg (p.o) dosis tunggal,atau Kanamisin 2 gram Intra Muskular (I.M) dosis tunggal.

Tiamfenikol, ofloksasin dan siprofloksasin merupakan kontraindikasi pada kehamilan dan tidak dianjurkan pada anak dan dewasa muda.

Rencana Tindak Lanjut :-

Konseling dan Edukasi :-

Kriteria Rujukan

  1. Apabila tidak dapat melakukan tes laboratorium.

Apabila pengobatan di atas tidak menunjukkan perbaikan dalamjangka waktu 2 minggu, penderita dirujuk ke dokter spesialiskarena kemungkinan terdapat resistensi obat.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment

Popular Posts