|
72 Dinkes Kab Defgh |
SALPHINGITIS |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. kapus |
|||
|
A. Pengertian |
Salphingitis merupakan infeksi saluran tuba fallopi yang penyebabnya
belum diketahui secara pasti, namun diyakini penyebab utamanya adalah infeksi
menular seksual yang agennya berupa Neisseria gonnorhoeae dan Chlamydia
trachomatis tetapi tidak menutup keungkinan disebabkan oleh kuman patogen
yang lain. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan salphinitis |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
1. Tanda dan gejala: -
Nyeri abdomen bagian
bawah -
Keputihan -
Perdarahan yang tidak
teratur -
Keluhan kencing -
muntah 2. Pemeriksaan Penunjang: LED>15 3. Penatalaksanaan: Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan
Tiamfenikol, ofloksasin dan siprofloksasin merupakan kontraindikasi pada
kehamilan dan tidak dianjurkan pada anak dan dewasa muda. Rencana Tindak Lanjut :- Konseling dan Edukasi :- Kriteria Rujukan
Apabila pengobatan di atas tidak
menunjukkan perbaikan dalamjangka waktu 2 minggu, penderita dirujuk ke dokter
spesialiskarena kemungkinan terdapat resistensi obat. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
|
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|

No comments:
Post a Comment