Wednesday, June 25, 2025

832E SOP MANAJEMEN RESIKO PELAYANAN RADIODIAGNOSTIK

 

 

 

 

 

 

PUSKESMAS KECAMATAN GAMBIR

MANAJEMEN RESIKO PELAYANAN RADIODIAGNOSTIK

 

 

 

 

 

 

 

Ditetapkan oleh :

Kepala Puskesmas

Kecamatan Gambir

 

 

 

drg. I.G.A RUSMALA D, MPH

NIP.196607241993012001

 

 

SOP

 

 

No. Dokumen

: SOP/06/GBR/RAD/09/2015

No. Revisi

  : 00

Tanggal terbit

: 18 September 2015

Halaman

1 dari 3

 

1. Pengertian

1.    Manajemen resiko adalah sistem atau cara yang mengatur resiko atau bahaya yang terjadi akibat paparan radiasi. 

2.   Setiap pengguna, penguasa ataupun pelaksana pelayanan Radiologi harus senantiasa menjamin mutu pelayanannya yaitu harus tepat dan aman baik bagi pasien, pekerja maupun lingkungan atau masyarakat sekitarnya.

2.  Tujuan

-       Untuk memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan. Serta prinsip-prinsip bahwa kegiatan pemanfaatan radiasi pengion direncanakan dan dioperasikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Undang-Undang dan menjamin paparan ditekan serendah rendahnya

3.  Kebijakan

- SK Kepala Puskesmas Kecamatan Gambir

4. Referensi

1.   PERKA BAPETEN NO. 4 Tahun 2013 Tentang Proteksi dan Keselamatan Radiasi.

2.   PP No. 33 Tahun 2007 Tentang Keselamatan Radiasi Pegion dan Keamanan Sumber Radioaktif

5.    Alat dan bahan

1.    Alat :

a.  Dinding yang dilapisi Pb setebal 2 mm

b.  Lead Apron 0,5mmPb

c.  Tabir Pelindung  setara 2mmPb + kaca Pb tebal 2mmPb

d.  Lampu merah untuk peringatan bahaya radiasi

e.  Lambang atau tanda peringatan bahaya radiasi

2.    Bahan :

Film Badge/TLD

 

 

 

 

 

 

 

 

6.  Langkah – langkah

 

1.     Petugas harus memakai film Badge / TLD dalam bekerja

 

2. Mengatur luas lapangan penyinaran sesuai dengan kebutuhan

 

3.     Atur faktor exposi sesuai dengan jenis dan ketebalan objek

 

4.     Petugas harus selalu berada di balik tabir pelindung dalam proses penyinaran

 

5.     Keluarga pasien yang mendampingi dalam proses penyinaran harus memakai Apron

 

6 Nyalakan lampu merah sebagai indikator sedang ada proses penyinaran

 

7  Pencucian Film badge / TLD oleh Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan  (BPFK).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rectangle: Rounded Corners: Petugas harus memakai film badge / TLD dalam bekerjaRectangle: Rounded Corners: Pencucian film badge / TLD oleh Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan ( BPFK )Rectangle: Rounded Corners: Nyalakan lampu merah sebagai indicator sedang ada proses penyinaranRectangle: Rounded Corners: Keluarga pasien yang mendampingi dalam proses penyinaran harus memakai ApronRectangle: Rounded Corners: Petugas harus selalu berada di balik tabir pelindung dalam proses penyinaranRectangle: Rounded Corners: Mengatur luas lapangan penyinaran sesuai dengan kebutuhanRectangle: Rounded Corners: Atur faktor exposi sesuai dengan jenis dan ketebalan objek

7.    Hal-hal yang perlu diperhatikan

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah monitoring alat Rontgen berupa uji kesesuaian secara rutin oleh BPFK untuk memastikan keandalan alat sehingga dipastikan tidak ada kebocoran radiasi. Di samping itu dilakukan juga survey paparan radiasi di ruang Radiologi dan ruangan sekitarnya guna memastikan tingkat paparan radiasi aman bagi pasien, petugas serta lingkungan sekitar.

8.    Unit Terkait

Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan (BPFK)

9.    Dokumen terkait

1. Sertifikat Uji fungsi dan kesesuaian alat

2. Sertifikat Kalibrasi alat

3. Buku Registrasi Radiologi

4. Lembar Dosis Paparan Radiasi

 

10.   Riwayat Perubahan Dokumen

No

Yang dirubah

Isi Perubahan

Tgl.mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment