MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP HERPES SIMPLEKS TANPA KOMPLIKASI

 

103

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

HERPES SIMPLEKS

TANPA KOMPLIKASI

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Herpes simpleks merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe 1 atau tipe 2, yang ditandai oleh adanya vesikel yang berkelompok di atas kulit yang sembab dan eritematosa pada daerah mukokutan. Penularan melalui kontak langsung dengan agen penyebab. Infeksi primer oleh Virus Herpes Simpleks (HSV) tipe 1 biasanya dimulai pada usia anak-anak, sedangkan HSV tipe 2 biasanya terjadi pada dekade II atau III, dan berhubungan dengan peningkatan aktivitas seksual.

Diperkiraan ada 536 juta orang yang berusia 15-49 tahun yang terinfeksi HSV-2 di seluruh dunia pada tahun 2003 atau sekitar16% dari populasi dunia pada rentang usia tersebut. Prevalensi penyakit ini lebih tinggi pada wanita dibandingkan pada pria dan umumnya lebih tinggi di negara berkembang daripada di negara maju.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan Herpes simpleks tanpa komplikasi

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

Keluhan

Infeksi primer HSV-1 biasanya terjadi pada anak dan subklinis pada

90% kasus, biasanya ditemukan perioral. Pada 10% sisanya, dapat terjadi gingivostomatitis akut.

 

Infeksi primer HSV-2 terjadi setelah kontak seksual pada remaja dan dewasa, menyebabkan vulvovaginitis akut dan atau  peradangan pada kulit batang penis. Infeksi primer biasanya disertai dengan gejala sistemik seperti demam, malaise, mialgia, nyeri kepala, dan adenopati regional. Infeksi HSV-2 dapat juga mengenai bibir.

 

Infeksi rekuren biasanya didahului gatal atau sensasi terbakar setempat   pada   lokasi   yang   sama   dengan   lokasi   sebelumnya. Prodromal ini biasanya terjadi mulai dari 24 jam sebelum timbulnya erupsi.

 

Faktor Risiko

1.  Individu yang aktif secara seksual.

2.  Imunodefisiensi.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

 

Pemeriksaan Fisik

Papul eritema yang diikuti oleh munculnya vesikel berkelompok dengan dasar eritem. Vesikel ini dapat cepat menjadi keruh, yang kemudian pecah, membasah, dan berkrusta. Kadang-kadang timbul erosi/ulkus.

 

Tempat predileksi adalah di daerah pinggang ke atas terutama daerah mulut dan hidung untuk HSV-1, dan daerah pinggang ke bawah terutama daerah genital untuk HSV-2. Untuk infeksi sekunder, lesi dapat timbul pada tempat yang sama dengan lokasi sebelumnya.

 

Pemeriksaan Penunjang

Pada umumnya tidak diperlukan pemeriksaan penunjang.

 

Penegakan Diagnosis (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

Herpes simpleks tipe 1

Herpes simpleks tipe 2

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Catatan untuk diperhatikan:

1. Infeksi primer.

2. Fase   laten:   tidak   terdapat   gejala   klinis,   tetapi   HSV   dapat ditemukan dalam keadaan tidak aktif pada ganglion dorsalis.

3. Infeksi rekurens.

 

Diagnosis Banding

1.  Impetigo vesikobulosa.

2.  Ulkus genitalis pada penyakit menular seksual.

 

Komplikasi dapat terjadi pada individu dengan gangguan imun, berupa:

1.  Herpes simpleks ulserativa kronik.

2.  Herpes simpleks mukokutaneus akut generalisata.

3.  Infeksi sistemik pada hepar, paru, kelenjar adrenal, dan sistem saraf pusat.

4.  Pada   ibu   hamil,   infeksi   dapat   menular   pada   janin,   dan menyebabkan neonatal herpes yang sangat berbahaya.

 

Penatalaksana Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

1.  Terapi diberikan dengan antiviral, antara lain:

a.Asiklovir, dosis 5 x 200 mg/hari selama 5 hari, atau b.   Valasiklovir, dosis 2 x 500 mg/hari selama 7-10 hari.

2. Pada herpes genitalis: edukasi tentang pentingnya abstinensia pasien harus tidak melakukan hubungan seksual ketika masih ada lesi atau ada gejala prodromal.

3.  Gejala prodromal diatasi sesuai dengan indikasi. Aspirin dihindari oleh karena dapat menyebabkan Reye’s syndrome.

 

Konseling dan Edukasi

Edukasi untuk infeksi  herpes simpleks merupakan infeksi swasirna pada populasi imunokompeten. Edukasi untuk herpes genitalis ditujukan terutama terhadap pasien dan pasangannya, yaitu berupa:

1.  Informasi  perjalanan  alami  penyakit  ini,  termasuk  informasi bahwa penyakit ini menimbulkan rekurensi.

2.  Tidak melakukan hubungan seksual ketika masih ada lesi atau gejala prodromal.

3.  Pasien sebaiknya memberi informasi kepada pasangannya bahwa ia memiliki infeksi HSV.

4.  Transmisi seksual dapat terjadi pada masa asimtomatik.

5. Kondom  yang  menutupi  daerah  yang  terinfeksi,  dapat menurunkan risiko transmisi dan sebaiknya digunakan dengan konsisten.

 

Kriteria Rujukan

Pasien dirujuk apabila:

1.  Penyakit tidak sembuh pada 7-10 hari setelah terapi.

2.  Terjadi pada pasien bayi dan geriatrik (imunokompromais).

3.  Terjadi komplikasi.

4.  Terdapat penyakit penyerta yang menggunakan multifarmaka.

 

Peralatan

Tidak diperlukan peralatan khusus untuk mendiagnosis penyakit herpes simpleks.

 

Prognosis

Prognosis umumnya bonam, namun quo ad sanationam adalah dubia ad malam karena terdapat risiko berulangnya keluhan serupa.

F. Diagram Alir

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER