|
61 Dinkes Kab Defgh |
HEMOROID
GRADE 1 - 2 |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Hemoroid adalah pelebaran vena-vena didalam pleksus hemoroidalis. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan hemoroid grade 1-2 |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan 1.
Perdarahan pada waktu defekasi, darah berwarna merah
segar. 2.
Darah dapat
menetes keluar dari
anus beberapa saat
setelah defekasi. 3.
Prolaps suatu massa pada
waktu defekasi. Massa ini mula-mula dapat kembali spontan sesudah defekasi,
tetapi kemudian harus dimasukkan secara manual dan akhirnya tidak dapat
dimasukkan lagi. 4.
Pengeluaran lendir. 5.
Iritasi didaerah kulit
perianal. 6.
Gejala-gejela anemia
(seperti : pusing, lemah, pucat). Faktor Risiko 1.
Penuaan 2.
Lemahnya dinding pembuluh
darah 3.
Wanita hamil 4.
Konstipasi 5.
Konsumsi makanan rendah
serat 6.
Peningkatan tekanan
intraabdomen 7.
Batuk kronik 8.
Sering mengedan 9.
Penggunaan toilet yang
berlama-lama (misal : duduk dalam waktu yang lama di toilet) Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana
(Objective) Pemeriksaan Fisik 1. Periksa
tanda-tanda anemia 2.
Pemeriksaan status lokalis a. Inspeksi: •Hemoroid
derajat 1, tidak
menunjukkan adanya suatu kelainan diregio anal. • Hemoroid derajat 2, tidak terdapat benjolan mukosa
yang keluar melalui anus, akan tetapi bagian hemoroid yang tertutup kulit
dapat terlihat sebagai pembengkakan. • Hemoroid derajat 3 dan 4 yang besar akan segera
dapat dikenali dengan adanya massa yang menonjol dari lubang anusyang bagian
luarnya ditutupi kulit
dan bagian dalamnya oleh mukosa
yang berwarna keunguan atau merah. b. Palpasi: • Hemoroid interna pada stadium awal merupaka
pelebaran vena yang lunak dan mudah kolaps sehingga tidak dapat dideteksi
dengan palpasi. • Setelah
hemoroid berlangsung lama
dan telah prolaps, jaringan ikat mukosa
mengalami fibrosis sehingga hemoroid dapat diraba ketika
jari tangan meraba sekitar rektum bagian bawah. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan
darah rutin, bertujuan
untuk mengetahui adanya anemia dan infeksi. Penegakan Diagnostik (Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Klasifikasi hemoroid, dibagi menjadi : 1.Hemoroid internal, yang berasal dari bagian
proksimal dentate line dan dilapisi mukosa Hemoroid internal dibagi menjadi 4 grade, yaitu : a. Grade 1 : hemoroid mencapai lumen anal kanal b. Grade 2 : hemoroid mencapai sfingter eksternal dan
tampak pada saat
pemeriksaan tetapi dapat
masuk kembali
secara spontan. c. Grade 3 : hemoroid telah keluar dari anal canal dan
hanya dapat
masuk kembali secara manual oleh pasien. d. Grade 4 : hemoroid selalu keluar dan tidak dapat masuk
ke anal
kanal meski dimasukkan secara manual 2. Hemoroid eksternal, berasal dari bagian dentate
line dan dilapisi oleh epitel
mukosa yang telah
termodifikasi serta banyak persarafan serabut saraf nyeri
somatik. Diagnosis Banding Kondiloma Akuminata, Proktitis, Rektal prolaps Komplikasi Anemia Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan Hemoroid di layanan tingkat pertama
hanya untuk hemoroid grade 1 dengan terapi konservatif medis dan menghindari
obat-obat anti-inflamasi non-steroid, serta makanan pedas atau berlemak. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengurangi rasa
nyeri dan konstipasi pada pasien hemoroid. Konseling dan Edukasi Melakukan
edukasi kepada pasien
sebagai upaya pencegahan hemoroid. Pencegahan hemoroid
dapat dilakukan dengan cara: 1. Konsumsi serat 25-30 gram perhari. Hal ini bertujuan
untuk membuat feses menjadi lebih
lembek dan besar,
sehingga mengurangi proses mengedan dan tekanan pada vena anus. 2. Minum air sebanyak 6-8 gelas sehari. 3. Mengubah kebiasaan buang air besar. Segerakan ke
kamar mandi saat merasa akan buang air besar, jangan ditahan karena akan
memperkeras feses. Hindari mengedan. Kriteria Rujukan: Hemoroid
interna grade 2,
3, dan 4
dan hemoroid eksterna memerlukan penatalaksanaan di
pelayanan kesehatan sekunder. Peralatan Sarung tangan Prognosis Prognosis pada umumnya bonam |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment