MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Tuesday, March 10, 2026

SOP HEMOROID GRADE 1 - 2

 

61

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

HEMOROID GRADE 1 - 2

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Hemoroid adalah pelebaran vena-vena didalam pleksus hemoroidalis.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan hemoroid grade 1-2

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

Keluhan

 

1.    Perdarahan   pada waktu defekasi, darah berwarna merah segar.

2.    Darah  dapat  menetes  keluar  dari  anus  beberapa  saat  setelah defekasi.

3.    Prolaps suatu massa pada waktu defekasi. Massa ini mula-mula dapat kembali spontan sesudah defekasi, tetapi kemudian harus dimasukkan secara manual dan akhirnya tidak dapat dimasukkan lagi.

4.    Pengeluaran lendir.

5.    Iritasi didaerah kulit perianal.

6.    Gejala-gejela anemia (seperti : pusing, lemah, pucat).

 

Faktor Risiko

1.    Penuaan

2.    Lemahnya dinding pembuluh darah

3.    Wanita hamil

4.    Konstipasi

5.    Konsumsi makanan rendah serat

6.    Peningkatan tekanan intraabdomen

7.    Batuk kronik

8.    Sering mengedan

9.    Penggunaan toilet yang berlama-lama (misal : duduk dalam waktu yang lama di toilet)

 

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

 

Pemeriksaan Fisik

1.  Periksa tanda-tanda anemia

2.  Pemeriksaan status lokalis

a. Inspeksi:

•Hemoroid  derajat  1,    tidak  menunjukkan  adanya  suatu kelainan diregio anal.

• Hemoroid derajat 2, tidak terdapat benjolan mukosa yang keluar melalui anus, akan tetapi bagian hemoroid yang tertutup kulit dapat terlihat sebagai pembengkakan.

• Hemoroid derajat 3 dan 4 yang besar akan segera dapat dikenali dengan adanya massa yang menonjol dari lubang anusyang  bagian  luarnya  ditutupi  kulit  dan  bagian dalamnya oleh mukosa yang berwarna keunguan atau merah.

b.  Palpasi:

• Hemoroid interna pada stadium awal merupaka pelebaran vena yang lunak dan mudah kolaps sehingga tidak dapat dideteksi dengan palpasi.

• Setelah  hemoroid  berlangsung  lama  dan  telah  prolaps, jaringan ikat    mukosa    mengalami    fibrosis    sehingga hemoroid dapat diraba ketika jari tangan meraba sekitar rektum bagian bawah.

 

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan  darah  rutin,  bertujuan  untuk  mengetahui  adanya anemia dan infeksi.

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

 

Klasifikasi hemoroid, dibagi menjadi :

1.Hemoroid internal, yang berasal dari bagian proksimal dentate line dan dilapisi mukosa

Hemoroid internal dibagi menjadi 4 grade, yaitu :

a. Grade 1  : hemoroid mencapai lumen anal kanal

b. Grade 2  : hemoroid mencapai sfingter eksternal dan tampak

                     pada   saat   pemeriksaan   tetapi   dapat   masuk

                     kembali secara spontan.

c. Grade 3  : hemoroid telah keluar dari anal canal dan hanya

                     dapat masuk kembali secara manual oleh pasien.

d. Grade 4  : hemoroid selalu keluar dan tidak dapat masuk ke

                     anal kanal meski dimasukkan secara manual

 

2. Hemoroid eksternal, berasal dari bagian dentate line dan dilapisi oleh epitel   mukosa  yang   telah   termodifikasi   serta  banyak persarafan serabut saraf nyeri somatik.

 

Diagnosis Banding

Kondiloma Akuminata, Proktitis, Rektal prolaps

 

Komplikasi

Anemia

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan Hemoroid di layanan tingkat pertama hanya untuk hemoroid grade 1 dengan terapi konservatif medis dan menghindari obat-obat anti-inflamasi non-steroid, serta makanan pedas atau berlemak.

 

Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengurangi rasa nyeri dan konstipasi pada pasien hemoroid.

 

Konseling dan Edukasi

Melakukan   edukasi   kepada   pasien   sebagai   upaya   pencegahan hemoroid. Pencegahan hemoroid dapat dilakukan dengan cara:

1.    Konsumsi serat 25-30 gram perhari. Hal ini bertujuan untuk membuat feses   menjadi   lebih   lembek   dan   besar,   sehingga mengurangi proses mengedan dan tekanan pada vena anus.

2.    Minum air sebanyak 6-8 gelas sehari.

3.    Mengubah kebiasaan buang air besar. Segerakan ke kamar mandi saat merasa akan buang air besar, jangan ditahan karena akan memperkeras feses. Hindari mengedan.

 

Kriteria Rujukan:

Hemoroid   interna   grade   2,   3,   dan   4   dan   hemoroid  eksterna memerlukan penatalaksanaan di pelayanan kesehatan sekunder.

 

 

Peralatan

Sarung tangan

 

Prognosis

Prognosis pada umumnya bonam

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment