MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP FURUNKEL, KARBUNKEL

 

107

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

FURUNKEL, KARBUNKEL

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Furunkel  adalah peradangan folikel rambut dan jaringan sekitarnya berupa papul, vesikel atau pustul perifolikuler dengan eritema di sekitarnya dan disertai rasa nyeri.

Furunkulosis adalah beberapa furunkel yang tersebar.

Karbunkel adalah kumpulan dari beberapa furunkel, ditandai dengan beberapa furunkel yang berkonfluensi membentuk nodus bersupurasi di beberapa puncak.

Pioderma adalah infeksi kulit (epidermis, dermis dan subkutis) yang disebabkan oleh bakteri gram positif dari golongan Stafilokokus dan Streptokokus. Pioderma merupakan penyakit yang sering dijumpai. Di Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, insidennya menduduki peringkat ketiga, dan berhubungan erat  dengan keadaaan sosial ekonomi. Penularannya melalui kontak langsung dengan agen penyebab.

Diagnosis Klinis Pioderma diantaranya:

1.  Folikulitis

2.  Furunkel

3.  Furunkulosis

4.  Karbunkel

5.  Impetigo bulosa dan krustosa

6.  Ektima

 

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan furunkel dan karbunkel

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

Keluhan

Pasien datang mengeluh adanya koreng atau luka di kulit

1.  Awalnya  berbentuk  seperti  bintil  kecil  yang  gatal,  dapat  berisi cairanatau nanah dengan dasar dan pinggiran  sekitarnya kemerahan. Keluhan ini dapat meluas menjadi bengkak disertai dengan rasa nyeri.

2. Bintil kemudian pecah dan menjadi keropeng/koreng yang mengering, keras dan sangat lengket.

 

Faktor risiko:

1.  Higiene yang kurang baik

2.  Defisiensi gizi

3.  Imunodefisiensi (CD4 dan CD8 yang rendah)

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Furunkel  adalah peradangan folikel rambut dan jaringan sekitarnya berupa papul, vesikel atau pustul perifolikuler dengan eritema di sekitarnya dan disertai rasa nyeri.

 

Furunkulosis adalah beberapa furunkel yang tersebar.

 

Karbunkel adalah kumpulan dari beberapa furunkel, ditandai dengan beberapa furunkel yang berkonfluensi membentuk nodus bersupurasi di beberapa puncak.

 

Pemeriksaan Penunjang

1. Pemeriksaan dari apusan cairan sekret dari dasar lesi dengan pewarnaan Gram

2.  Pemeriksaan darah rutin kadang-kadang ditemukan leukositosis.

 

Penegakan diagnostik (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

Furunkel dan Karbunkel

 

Komplikasi

1. Erisipelas adalah peradangan epidermis dan dermis yang ditandai dengan infiltrat eritema, edema, berbatas tegas, dan disertai dengan rasa panas dan nyeri. Onset penyakit ini sering didahului dengan gejala prodromal berupa menggigil, panas tinggi, sakit kepala, mual muntah, dan nyeri sendi. Pada pemeriksaan darah rutin dapat dijumpai leukositosis 20.000/mm3 atau lebih.

2.Selulitis  adalah  peradangan  supuratif  yang  menyerang  subkutis, ditandai dengan peradangan lokal, infiltrate eritema berbatas tidak tegas, disertai dengan rasa nyeri tekan dan gejala prodromal tersebut di atas.

3.  Ulkus

4.  Limfangitis

5.  Limfadenitis supuratif

6.  Bakteremia (sepsis)

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan

1.  Terapi suportif dengan menjaga higiene, nutrisi TKTP dan stamina tubuh.

2.  Farmakoterapi dilakukan dengan:

a.  Topikal:

•Bila   banyak   pus/krusta,   dilakukan   kompres   terbuka dengan permanganas kalikus (PK) 1/5.000 atau yodium povidon 7,5% yang dilarutkan 10 kali.

• Bila tidak tertutup pus atau krusta, diberikan salep atau krim asam fusidat 2% atau mupirosin 2%, dioleskan 2-3 kali sehari selama 7-10 hari.

b.  Antibiotik  oral  dapat  diberikan  dari  salah  satu  golongan di bawah ini:

• Penisilin yang resisten terhadap penisilinase, seperti:kloksasilin.

-Dosis dewasa: 3 x 250-500 mg/hari, selama 5-7 hari, selama 5-7 hari.

-Dosis anak: 50 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 dosis, selama 5-7 hari.

   Amoksisilin dengan asam klavulanat.

- Dosis dewasa: 3 x 250-500 mg

-Dosis anak: 25 mg/kgBB/hari terbagi dalam 3 dosis, selama 5-7 hari

•Klindamisin  4  x  150  mg  per  hari,  pada  infeksi  berat dosisnya 4 x 300-450 mg per hari.

• Eritromisin: dosis dewasa: 4 x 250-500 mg/hari, anak: 20-50 mg/kgBB/hari terbagi 4 dosis, selama 5-7 hari.

•Sefalosporin, misalnya sefadroksil dengan dosis 2 x 500 mg atau 2 x 1000 mg per hari.

 

Konseling dan Edukasi

Edukasi  pasien  dan  keluarga  untuk  pencegahan  penyakit  dengan menjaga kebersihan diri dan stamina tubuh.

 

Kriteria Rujukan

Pasien dirujuk apabila terjadi:

1.  Komplikasi mulai dari selulitis.

2.  Tidak sembuh dengan pengobatan selama 5-7 hari.

3. Terdapat penyakit sistemik (gangguan metabolik endokrin dan imunodefisiensi).

 

Peralatan

Peralatan   laboratorium   untuk   pemeriksaan   darah   rutin   dan pemeriksaan Gram

 

Prognosis

Apabila  penyakit  tanpa  disertai  komplikasi,  prognosis  umumnya

bonam, bila dengan komplikasi, prognosis umumnya dubia ad bonam.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER