PEDOMAN
EVALUASI REAGENSIA LABORATORIUM
PUSKESMAS
BANYUMAS
I.
DEFINISI
Panduan ini digunakan sebagai acuan dalam mengevaluasi ketersediaan,
masakadaluarsa dan jenis-jenis reagensia di laboratorium PuskesmasBANYUMAS.
II.
RUANG
LINGKUP
Panduan ini berlaku di lingkup Laboratorium Puskesmas BANYUMAS.
III.
TATA
LAKSANA
Penyusunan panduan evaluasi reagensia laboratorium
mengikuti PMK No.43 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik pada
BAB 4 Bahan Laboratorium, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2013.
A.
Tatalaksana
Pemilihan Reagen
1. Reagen
dipilih berdasarkan kebutuhan laboratorium.
2. Reagen
dipilih berdasarkan produksi pabrik yang telah dikenal dan mempunyai sensitivitas
dan spesifisitas yang tinggi.
3. Deskripsi
lengkap dari bahan atau produk.
4. Mempunyai
masa kadaluarsa yang panjang.
5. Volume
atau isi kemasan.
6. Digunakan
untuk pemakaian ulang atau sekali pakai.
7. Mudah
diperoleh di pasaran.
8. Besarnya
biaya tiap satuan (nilaiekonomis).
9. Pemasok/vendor.
10. Kelancaran
dan kesinambungan pengadaan.
11. Pelayanan
purna jual.
12. Terdaftar
sebagai bahan laboratorium dan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan.
B.
Tata
Laksana Pemilahan Menurut Jenis / Macam
Berdasarkan
fungsinya bahan laboratorium dikelompokkan sebagai berikut :
1. Reagen
a. Untuk
analisis di laboratorium harus di pilih reagen tingkat analitis.
b. Reagen
yang sudah jadi (komersial) di rekomendasikan
sebagai pilihan utama.
c. Reagen
buatan sendiri dipilih bila tidak tersedia reagen jadi / komersial.
2. Bahan
Standart
Bahan standar primer
merupakan standar yang di rekomendasi. Digunakan dalam bentuk larutan untuk analisis.
3. Bahan
Kontrol
Pemilihan bahan control
didasarkan pada hal-hal sebagai berikut:
a. Spesimen
yang akan diperiksa.
Apabila
spesimen yang diperiksa berasal dari manusia maka lebih baik menggunakan bahan kontrol
yang berasal dari manusia, karena beberapa zat dalam bahan kontrol yang berasal
dari binatang berbeda dengan bahan control berasal dari manusia.
b. Penggunaan
1).
Bahan kontrol yang dibuat dari bahan kimia murni banyak dipakai pada
Pemeriksaan
kimia lingkungan selain itu digunakan pula pada bidang
Kimia
klinik dan urinalisis.
2).
Pooled sera dan liofilisat banyak digunakan di bidang kimia klinik dan
imunoserologi.
3).Bahan
control assayed digunakan untuk uji ketepatan dan ketelitian
pemeriksaan,
uji kualitas reagen, uji kualitas alat dan uji kualitas metode
pemeriksaan.
4).Bahan
control unassayed digunakan untuk uji ketelitian suatu pemeriksaan.
5)
Kuman control digunakan untuk menguji mutu reagen/ media pada
Bidang
mikrobiologi.
c. Stabilitas
bahan kontrol
Umumnya
bentuk padat , bubuk (liofilisat) lebih stabil dan tahan lama dari pada bentuk cair
.Untuk memudahkan transportasi, umumnya bentuk padat ,bubuk dibuat dalam bentuk
strip.Stabilitas bahan kontrol yang dibuat sendiri kurang terjamin, selain itu juga
mempunyai bahaya infeksi yang tinggi.
C.
Tata
Laksana Pengadaan
Pengadaan
reagensia atau bahan laboratorium dibuat berdasarkan :
1. Tingkat
persediaan.
Pada umumnya
tingkat persediaan harus selalu sama dengan jumlah persediaanya itu jumlah persediaan
minimum ditambah jumlah safetystock. Tingkat persediaan minimum adalah jumlah
bahan yang diperlukan untuk memenuhi kegiatan operasional normal, sampai pengadaan
berikutnya dari pembekal atau ruang penyimpanan umum. Safety Stock adalah
jumlah persediaan cadangan yang harus ada untuk bahan-bahan yang dibutuhkan atau
yang sering terlambat diterima dari pemasok. Buffer stock adalah stok penyangga
kekurangan reagen
di laboratorium. Reserve stock adalah
cadangan reagen /sisa.
2.
Perkiraan
jumlah kebutuhan.
Perkiraan kebutuhan
dapat diperoleh berdasarkan jumlah pemakaian atau pembelian bahan dalam periode
6-12 bulan yang lalu dan proyeksi jumlahpemeriksaan untuk periode 6-12 bulan untuk
tahun yang akan datang.Jumlah rata-rata pemakaian bahan untuk satu bulan perlu dicatat.
3.
Waktu
yang dibutuhkan untuk mendapatkan bahan(delivery time)
Lamanya waktu yang dibutuhkan mulai
dari pemesanan sampai bahan diterima dari pemasok perlu diperhitungkan,
terutama untuk bahan yang sulit didapat.
D.
Tata
Laksana Penyimpanan
Dalam melakukan proses
penyimpanan reagen perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Perputaran
pemakaian dengan menggunakan kaidah :
a. Pertama
masuk –pertama keluar (FIFO-first in-first out), yaitu bahwa barang
yang lebih dahulu masuk persediaan harus digunakan lebih dahulu.
b. Masa
kadaluarsa pendek dipakai dahulu (FEFO-first expired first out). Hal ini
adalah untuk menjamin barang tidak rusak akibat penyimpanan yang terlalu lama.
2. Tempat
penyimpanan.
3. Suhu/kelembaban.
4. Sirkulasi
udara.
5. Incompatibility/
bahan kimia yang tidak boleh bercampur
IV.
DOKUMENTASI
1. Buku
catatan pemakaian harian reagen laboratorium.
2. Form
laporan bulanan reagen.
3. Buku
bantu stok reagen laboratorium.
4. Label.
5. Kartu
stok reagen
No comments:
Post a Comment